Rabu, 08 Oktober 2014

Malam Ini Bulan Berwarna Semerah Darah atau 'Blood Moon'

Malam Ini Bulan Berwarna Semerah Darah atau 'Blood Moon'


 Jangan Lewatkan Gerhana Bulan `Darah` Hari Ini
Gerhana bulan ini berwarna merah darah lantaran planet Mars saat ini berada dalam titik terdekat dengan bumi.
Liputan6.com, Jakarta Malam ini, Rabu 8 Oktober 2014, akan terjadi gerhana bulan total yang membuat penampakan satelit bumi tersebut semerah darah atau disebut juga 'blood moon'.

Situs Badan Antariksa Amerika Serikat mengungkap fenomena langit tersebut akan diawali fase gerhana sebagian mulai pukul 16.15 WIB, disusul fase total mulai 17.25 sampai 18.24 WIB, dan diakhiri dengan fase gerhana sebagian lagi sampai pukul 19.34 WIB.

"Dari waktu tersebut, jelas hanya Indonesia Timur yang bisa mengamatinya secara penuh," tulis Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin dalam blognya. "Di wilayah Barat Indonesia, ketika Bulan terbit saat maghrib gerhana total sedang berlangsung."

"Seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya seperti mengamati purnama," tambah ahli astronomi tersebut.

Menurut Thomas, warna 'darah' terjadi karena karena Bulan tertutup oleh bayangan Bumi, namun cahaya matahari terbiaskan hingga menimbulkan kesan kemerah-merahan.

Gerhana merah darah terjadi akibat pantulan atmosfer bumi yang umumnya disebabkan dari kumpulan debu letusan gunung berapi.

Efek semburan atmosfer Bumi yang terpampang di permukaan Bulan, menyebabkan Bulan yang semula berwarna putih agak kekuningan, menjadi merah darah. Semakin tebal kumpulan debu di atmosfer akan semakin merah pula warna bulan.

Sebelumnya NASA menyebut, penyebabnya adalah lapisan udara berdebu yang mengelilingi planet Bumi, yang menyebabkan memantulnya sinar matahari.

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, selain di wilayah Nusantara, gerhana bulan total malam ini juga bisa diamati dari diamati juga dari Amerika, Samudra Pasifik, Australia, dan Asia, kecuali Asia Barat.

Pengamat di Papua dan sebagian besar Maluku bagian Timur akan mendapati Bulan sedang berada dalam fase gerhana bulan penumbra pada saat satelit Bumi terbit. Untuk selanjutnya, pengamat di daerah ini akan mengamati gerhana hingga selesai.

"Sementara pengamat di Maluku bagian Barat, Sulawesi, Nusa Tenggara, sebagian Besar Kalimantan bagian Timur dan Jawa bagian timur akan mendapati Bulan berada dalam fase gerhana bulan sebagian, dan untuk selanjutnya akan mengamati gerhana hingga selesai," demikian data yang dimuat situs BMKG.

Adapun pengamat di sebagian besar Jawa bagian Barat, sebagian kecil Kalimantan bagian Barat dan Sumatra akan mengamati Bulan sedang dalam proses gerhana total saat Bulan terbit. "Hanya sebagian kecil saja di bagian barat Sumatra yang mendapati Bulan dalam fase gerhana bulan total -- yang sudah berakhir saat Bulan terbit." (Tnt)

Senin, 06 Oktober 2014

Tips Sukses dari Orang Terkaya Tiongkok, Berpikir Maju dan Bantu Orang Kecil


Pendiri perusahaan e-commerce Alibaba, Jack Ma, dinobatkan sebagai orang terkaya di Tiongkok. Ia berbagi resep menuju kesuksesan yang mudah diterapkan banyak orang.

Kemarin mantan guru bahasa Inggris ini menjadi pembicara di sebuah acara diskusi yang digelar di Clinton Global Initiative di New York. Acara yang dimoderasi Chelsea Clinton membahas berbagai topik, mulai dari pandangan Jack terhadap uang, visi dan misi Alibaba, sampai sumbangan kemanusiaan.

"Kami bisa sukses seperti sekarang, bukan berarti kami sudah bekerja dengan baik hari ini saja. Kami sudah punya mimpi yang dimulai 15 tahun lalu, katanya seperti dikutip CNN, Kamis (25/9/2014).

Menurutnya, banyak orang menilai Alibaba yang dulunya hanya perusahaan kecil bisa sukses karena bantuan pemerintah Tiongkok melarang situs e-commerce asing beroperasi di negaranya.

Jack pun membantah anggapan itu. Ia mengaku kesuksesannya itu merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi yang tinggi.

"Kami tidak punya ayah yang kaya, atau paman yang berkuasa di pemerintahan. Kami punya pelanggan yang benar-benar mendukung kami," ujarnya.

Alibaba yang 15 tahun lalu dibentuk di apartemen Jack kini menjadi perusahaan internasional dengan kapitalisasi pasar US$ 165,5 miliar (Rp 1.655 triliun). Jack mengatakan, ini menjadi bukti bahwa orang kecil pun bisa meraih sukses jika bekerja keras.

Pernyataan itu menjadi filosofi Jack. Ia punya anggapan, bantulah orang kecil karena orang kecil suatu saat akan menjadi besar. Filosofi itu membuat Jack yang diurus oleh ayah dan ibu putus sekolah selalu berusaha membantu orang yang kurang mampu.

Jack sudah menyumbangkan US$ 3 miliar (Rp 33 triliun) hartanya kepada yayasan kemanusiaan. Sektor yang ia sasar adalah lingkungan dan pendidikan.

Ia mengatakan, jutaan rakyat Tiongkok akan menderita gangguan kesehatan jika polusi udara saat ini tidak ditanggulangi. Ia pun optimistis bisa mengubah hal ini.

Pendidikan juga menjadi perhatian penting bagi Jack. Ia tidak ingin rakyat Tiongkok punya banyak uang tapi minim sopan santun. Pria penyuka Forrest Gump ini pun menutup pembahasan dengan bocorannya untuk mengubah dunia.

"Rahasianya adalah membantu orang lain yang ingin sukses. Bantulah anak-anak muda. Bantulah orang-orang kecil, karena orang kecil suatu saat akan jadi besar. Anak muda akan membawa pemikiran Anda untuk mengubah dunia saat mereka dewasa," tutupnya.

Sumber: Detik Finance

Berkorban, Perlukah?


Semua karyawan pasti mengingkan karir yang cemerlang di tempat kerjanya. Kecemerlangan karir ini pasti akan membuat motivasi karyawan meningkat. Namun kadang harapan dan kenyataan tidaklah berjalan beriringan. Ada yang berharap tinggi, namun kenyataannya tidak begitu, karirnya begitu-begitu saja. Tidak ada peningkatan. Kalaupun ada peningkatan, jangka waktunya lama sekali. Lalu apa yang salah? Mungkin salah satunya adalah tidak adanya pengorbanan. Jika kita mengharapkan LEBIH dari perusahaan, maka kita juga harus memberikan LEBIH kepada perusahaan. LEBIH tenaga, LEBIH waktu, LEBIH perhatian, LEBIH semangat, dan lainnya yang dapat meningkatkan kinerja kita.

Sudah menjadi sifat manusia untuk selalu meminta lebih tanpa memberikan lebih. Kalau kita memberikan sesuatu yang lebih, pada saatnya, Perusahaan juga pasti akan memberikan lebih kepada kita. Untuk meningkatkan kinerja kita di perusahaan, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
  1. Apakah Anda mau kinerja Anda tinggi?
  2. Apakah Perusahaan dapat menyediakan semua yang Anda inginkan agar kinerja Anda tinggi? Mengapa?
Semua orang pasti akan menjawab YA pada pertanyaan no.1, dan menjawab TIDAK pada pertanyaan no.2., karena perusahaan memiliki keterbatasan-keterbatasan seperti keterbatasan anggaran dan lain sebagainya. Untuk itulah kita butuh BERKORBAN.
  1. Mengapa kita harus berkorban?
  2. Enak saja Perusahaan? Rugi dong saya!
Untuk menanggapi pertanyaan dan pernyataan diatas, maka jawablah pertanyaan berikut:
  1. Apakah Perusahaan menggaji Anda penuh?
  2. Apakah Anda menggunakan waktu Anda secara penuh untuk bekerja?
Anda pasti akan menjawab YA pada pertanyaan no.1 dan menjawab TIDAK pada pertanyaan no.2. Jadi tidaklah salah Anda mengembalikan uang perusahaan yang telah Anda terima padahal Anda tidak bekerja. Pengembalian uang perusahaan dapat Anda lakukan dengan membelikan poster motivasi dan diletakkan di kantor, membeli pengharum ruangan, dan lain-lain sebagainya.

Bagi kebanyakan orang, mungkin juga bagi Anda yang membaca artikel ini, SALAH. Tapi yakinlah bahwa Tuhan akan mengembalikan pengorbanan Anda dengan bentuk yang lain.

Problem Solving and Decision Making For Improvement


Detail Buku:

  • Judul Buku: Problem Solving and Decision Making For Improvement
  • Sub Judul: Cara Cerdas dan Efektif Dalam Memecahkan Masalah dan Mengambil Keputusan Untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi
  • ISBN: 978-979-22-7903-0
  • Penulis: Berny Gomulya
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
  • Tahun Terbit: April 2012 (Cetakan kedua)
  • Jumlah Halaman: xvii + 172

Daftar Isi:

  • Sikap Pemecah Masalah
  • Proses Berfikir Rasional
  • Analisis Situasi: What's Going On?
  • Analisis Persoalan: Why Did This Happen?
  • Analisis Keputusan: What's Our Best Choice?
  • Analisis Persoalan Potensial: What Could Go Wrong?

Resume Buku:

  • Sesuatu yang ada dalam diri kita menentukan apakah kehidupan kita bisa terbang naik dan sukses. Orang sukses merespon masalah yang terjadi dengan cara yang berbeda dari orang kebanyakan. Sementara orang lain melihat masalah hanya sebagai masalah, orang sukses melihatnya sebagai peluang untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik.
  • Ada lima tipe karakter manusia dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan, yaitu:
    • Tipe Pemimpi,  yaitu orang yang tidak pernah berusaha mencari tahu bagaimana mengubah gagasan brilian menjadi tindakan nyata.
    • Tipe Cepat Bereaksi, yaitu orang yang bila memiliki masalah akan cepat bertindak. Namun orang dengan tipe ini terlalu cepat menentukan keputusan tanpa mencari tahu akar masalahnya.
    • Tipe Pengeluh, yaitu orang yang cepat menyerah bila berhadapan dengan masalah.
    • Tipe Pengkritik, yaitu orang yang selalu menyalahkan orang lain setiap kali ada sesuatu yang salah. Ia senang membicarakan kesalahan orang lain, tetapi ia sendiri tidak pernah berbuat sesuatu.
    • Tipe Pemecah Masalah, yaitu orang yang menganalisis situasi, mencari tahu akar penyebab masalah, berani mengambil keputusan, menyusun rencana yang baik, mengamankan setiap rencana, serta mampu mengeksekusi dan memantau kemajuan setiap rencana mereka. Dengan menyeimbangkan antara proses berfikir rasional dan bertindak, mereka dapat menyelesaikan masalah dengan baik.
  • Sikap yang dimiliki oleh pemecah masalah dan pengambil keputusan adalah memiki keyakinan, proaktif, tenang, berkomitmen, dan senantiasa belajar.
  • Semua orang bisa menjadi pemecah masalah dan pengambil keputusan yang berbobot, jika saja kita mau belajar mengembangkan keterampilan, sikap, dan proses berpikir rasional yang tepat. 
  • Semakin baik kita menganalisis masalah maka semakin baik kita dalam memberikan solusi berupa keputusan dan rencana tindakan. Semakin baik proses berpikir rasional kita maka semakin kita kita dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
  • Kemampuan berpikir rasional adalah kemampuan untuk melihat variabel-variabel yang relevan dari suatu permasalahan, untuk mendapatkan, mengatur, dan menganalisis informasi yang sesuai (misalnya, fakta, pendapat, opini, penilaian, dan data) untuk menghasilkan kesimpulan yang matang, berbobot, dan bermutu.
  • Kesimpulan berbobot membutuhkan masukan yang berkualias serta proses berpikir yang berkualitas pula.
  • Pendekatan yang sama pada berbagai permasalahan sama saja layaknya seorang dokter yang mengobati setiap keluhan dengan aspirin. Jika kita sakit kepala, aspirin akan membantu. Tetapi jika kita mengeluhkan rasa mual atau kesulitan bernafas, tentu saja kita membutuhkan perawatan yang berbeda. Kita memerlukan strategi pemecahan masalah untuk situasi berbeda.
  • Setiap proses analisis dirancang untuk membantu menjawab pertanyaan yang berbeda. Setiap proses terdiri atas serangkaian pertanyaan yang diatur sedemikian rupa untuk kita mencapai hasil yang diinginkan. Kemampuan menyusun dan mengajukan pertanyaan yang baik penting untuk proses analisis. Ada keterkaitan antara proses berpikir rasional dan mengajukan pertanyaan yang efektif. Kemampuan bertanya ini penting jika kita ingin memecahkan masalah yang kita hadapi, secara efektif pula.
  • Saat ini, dengan membanjirnya informasi dan data, orang yang terdidik bukanlah orang yang menguasai informasi, melainkan orang yang mampu mengajukan "pertanyaan yang mencerahkan." Kita harus mengajukan pertanyaan yang akan mengungkapkan hal-hal yang perlu kita pelajari, mendapatkan dan mencerna informasi yang sesuai untuk membantu kita dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
  • Analisis situasi membantu kita memahami dan mempelajari sebuah masalah rumit, kompleks, dan bersifat umum, dengan lebih efektif dan menyeluruh.
  • Analisis situasi adalah metode analisis yang akan membantu kita memperjelas dan mengelola masalah. Metode ini membantu pengunakanya untuk mengidentifikasi, memahami, dan menata masalah sesuai dengan urutan prioritasnya, serta menentukan langkah selanjutnya untuk menanggulangi setiap masalah.
  • Analisis Situasi terdiri dari empat proses utama yaitu:
    • Mengidentifikasi Masalah, yaitu proses untuk mengidentifikasi setiap komponen yang ada di dalam suatu masalah sehingga kita dapat melihat lebih jelas masalah apa yang sedang kita hadapi. Cara mengidentifikasi masalah adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kunci seperti: Hal apa yang sekiranya sangat penting dalam situasi ini? dlsb. Masalah dapat diidentifikasi dengan beberapa cara, antara lain dengan membuat analisis SWOT, membandingkan antara target dan realisasi pencapaian, melakukan observasi lapangan, masukan dalam rapat, dll.
    • Mengklarifikasi Masalah, yaitu suatu proses untuk mengklarifikasi masalah yang sudah diidentifikasi sebelumnya untuk menjadi masalah-masalah tunggal.
    • Menentukan Prioritas Masalah, yaitu proses untuk menentukan masalah mana yang perlu ditangani terlebih dahulu. 3 komponen prioritas adalah Waktu, Dampak dan Trend. Masing-masing komponen dapat dikelompokkan menjadi 3 prioritas yaitu Tinggi, Sedang, dan Rendah.
    • Menetapkan respon yang tepat terhadap masalah, yaitu langkah yang diambil untuk mengembangkan sejumlah strategi yang bisa diterapkan selanjutnya sesuai dengan hasil kerja kita sebelumnya.
  • Kebiasaan kita ketika menghadapi persoalan adalah langsung "menebak" penyebab terjadinya persoalan, tanpa melakukan analisis yang mendalam. Ini yang disebut "hit & miss". Ketika kita menghadapi sebuah persoalan, kita acap kali berasumsi "seolah-olah" memahami duduk persoalannya dan mengetahui akar penyebab persoalan. Kita langsung dengan cepat bertindak dan melakukan sesuatu. Padahal, tindakan yang kita lakukan tidak menghilangkan sebab persoalan yang terjadi. Kita melakukan "Trial and Error". Berapa banyak waktu, energi, uang dan sumber daya yang terbuang percuma hanya pada akhirnya untuk mengetahui bahwa tndakan kita salah? Alih-alih mengurangi atau menghilangkan kerugian akibat adanya persoalan, kita malah menambah kerugian akibat adanya persoalan, kita malah menambah kerugian akibat pendekatan "hit & miss". Disinilah, pentingnya melakukan analisis persoalan secara cermat terlebih dahulu, sebelum kita mengambil langkah-langkah untuk menghilangkan akar penyebab persoalan. Analisis persoalan menghindarkan kita dari mengambil tindakan yang sia-sia, atau tindakan yang nantinya malah akan menciptakan persoalan lain. 
  • Persoalan muncul karena adanya penyimpangan dari kondisi normal. Kondisi normal bisa berupa kebisaan yang terjadi, kondisi umum, dan gambaran keadaan sehari-hari. Penyimpangan terjadi pasti karena ada perubahan yang terjadi di masa lalu. Penyimpangan biasanya terjadi segera setelah terjadinya perubahan. Perubahan merupakan sebab penyimpangan. jadi, kalau kita ingin mencari sebab persoalan, kita harus menelusuri ke masa lalu, perubahan relevan appa yang terkait dengan perbedaan, yaitu kekhasan FAKTA kejadian dibandingkan BUKAN FAKTA kejadian. FAKTA persoalan adalah penyimpangan yang terjadi, sedangkan BUKAN FAKTA persoalan adalah penyimpangan yang mungkin terjadi, tetapi tidak terjadi.
  • Analisis persoalan tidak mungkin dilakukan tanpa adanya informasi dan data faktual. Biasanya, ada banyak sekali informasi tersedia. Namun, acap kali, kita sadar akan ketersediaan informasi, ada di mana, atau bagaimana menggunakannya. Analisis persoalan membantu kita mendefinisikan secara spesifik, informasi apa yang diperlukan.
  • Analisis persoalan membantu kita mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis informasi dan data yang relevan, dengan tujuan menemukan akar persoalan. Seperti juga proses analisis lain, analisis persoalan terdiri atas serangkaian tahapan yang berurutan. Analisis persoalan (AP) terdiri atas delapan proses utama, yaitu:
    • Merumuskan Penyimpangan 
    • Menentukan FAKTA Persoalan
    • Menentukan BUKAN FAKTA Persoalan
    • Mencari Tahu Perbedaan FAKTA dan BUKAN FAKTA
    • Mendeteksi Perubahan yang Terjadi Pada Bidang Perbedaan
    • Mencari Sebab-sebab Yang Mungkin
    • Menguji dan Menetapkan Sebab-sebab Yang Paling Mungkin
    • Melakukan Verifikasi
  • Hal lain yang perlu diwaspadai dalam melakukan analisis persoalan adalah bingkai pikir. Kebiasaan, pendidikan, pengetahuan, dan pengalaman telah membentuk pola dan membingkai cara berpikir kita. Kita hanya berpikir sebatas ruang lingkup bingkai berpikir kita. Bingkai berpikir membuat kita terperangkap pada informasi yang kita rasa dan anggap itu penting, menurut pola dan bingkai berpikir kita semata, akibatnya kita melewatkan informasi yang sebetulnya sangat vital, namun berada di luar bingkai berpikir kita.
  • Setelah kita mengetahui sebab persoalan yang paling mungkin dan melakukan verifikasi, selanjutnya kita harus mengambil tindakan dan keputusan yang tepat agar persoalan tidak terjadi lagi. Dalam hal ini, kita bisa menerapkan Analisis Keputusan (AK).
  • Pengalaman menunjukkan hubungan yang sangat erat antara pengambilan keputusan dan kinerja perusahaan. Sebagai seorang pemimpin, kita jangan ragu mengambil keputusan hanya karena ingin menyenangkan semua pihak, karena pada dasarnya pemimpin tidak bisa menyenangkan semua pihak. Asalkan pilihannya rasional, maka keputusan harus diambil.
  • Pengambilan keputusan, berarti juga membuat pertukaran. Amat jarang kita dihadapkan pada pilihak yang ideal, yaitu sebuah alternatif yang memenuhi semua sasaran kita dengan sempurna. Biasanya, diantara berbagai pilihan, akan ada beberapa yang lebih sesuai dengan sebagaian kebutuhan kita, dibandingkan pilihan yang lain. Pembuatan keputusan berarti membuat pilihan yang bijak atas pertukaran yang kita lakukan. Keputusan yang efektif akan dihasilkan apabla kita sepenuhnya mengetahui, dan telah mempertimbangkan resiko-resiko yang meliputi keputusan itu. Riset menunjukkan bahwa pengambil keputusan yang efektif terlebih dahulu menelaah semua faktor dan resiko yang ada, sebelum dia menjatuhkan pilihannya.
  • Keputusan didefinisikan sebagai suatu pilihan terbaik dari alternatif yang ada menurut si pengambil keputusan pada saat itu. Analisis Keputusan (AK) terdiri atas delapan proses utama, yaitu:
    • Mendeskripsikan Tujuan Keputusan
    • Membuat Sasaran
    • Mengklarifikasi Sasaran Mutlak dan Sasaran Keinginan
    • Menentukan Bobot Sasaran Keinginan
    • Mengolaborasi Alternatif
    • Menyeleksi dan Memberi Nilai Alternatif
    • Mempertimbangkan Resiko Merugikan
    • Menetapkan Pilihan Akhir
  • Banyak keputusan gagal di tingkat operasional karena dalam prosesnya tidak melibatkan cukup banyak orang. ya, ada keputusan yang harus, dan perlu kita buat sendiri. Tetapi, dalam situasi tertentu, kita perlu melibatkan pihak lain dalam membuat keputusan. hal ini tidak berarti kita harus mengajak semua orang pemangku kepentingan untuk berkumpul di satu ruangan dan melakukan analisis bersama-sama. Kita dapat melibatkan beberapa orang saja, dalam pertemuan tatap muka satu-satu, atau dalam kelompok kecil. Melibatkan orang lain pada umumnya akan meningkatkan kualitas keputusan akhir kita.
  • Dalam setiap keputusan biasanya ada resiko merugikan yang menyertainya. Agar resiko tersebut tidak mengganggu di kemudian hari, maka resiko tersebut dapat diantisipasi dengan menerapkan Analisis Persoalan Potensial (APP).
  • Perencanaan yang dilakukan secara kurang menyeluruh, atau kurang cermat, akan berujung berantakan. Sebuah gagasan cemerlang bisa tampak ideal diatas kertas, namun, kerap kita tidak melihat kekurangan dan resiko gagalnya, sampai nanti gagasan itu diterapkan. Disinilah pentingnya kita melakukan analisis persoalan potensial, yaitu metode yang akan membantu kita memaksimalkan peluang keberhasilan saat kita menerapkan keputusan, perubahan, atau tindakan. Ini berati kita mengantisipasi kemungkinan gagal dari setiap keputusan yang kita ambil. Analisis persoalan potensial membantu kita menghindari persoalan di kemudian hari, sekaligus meminimalkan dampak persoalan, jika hal itu tetap terjadi.
  • Analisis Persoalan Potensial (APP) terdiri atas delapan proses utama, yaitu:
    • Merumuskan Rencana
    • Menentukan Langkah kegiatan
    • Mengenali langkah Krisis
    • Mengidentifikasi Persoalan Potensial
    • Mengidentifikasi Kemungkinan Sebab Persoalan Potensial
    • Membuat Tindakan Pencegahan
    • Membuat Tindakan Penanggulangan
    • Membuat Sistem Kontrol
  • Keberhasilan kita dalam mencapai tujuan atau membuat perubahan dipengaruhi oleh seberapa efektif kita menyiapkan diri terhadap persoalan yang mungkin muncul. Analisis persoalan potensial memungkinkan kita untuk mengantisipasi faktor-faktor yang berpotensi menghambat sehingga kita dapat mencegah, ataupun meminimalkan dampaknya.

The Leader in Me


Detail Buku:

  • Pengarang: Stephen R. Covey
  • Judul: The Leader in Me: Kisah Sukses Sekolah dan Pendidik Menggali Potensi Terbesar Setiap Anak
  • Judul Asli: The Leader in Me: How Schools and Parents Around the World Are Inspiring Greatness, One Child At a Time
  • Penerbit: Gramedia
  • ISBN: 978-979-22-9089-9
  • Diterbitkan Pertama sekali tahun 2009
  • Cetakan yang dibaca: Cetakan keempat: Maret 2013
  • Jumlah Halaman: 285 + xxxi

Daftar Isi:

  1. Terlalu Bagus Untuk Menjadi Kenyataan?
  2. Mencari Tahu Apa Yang Diinginkan Orangtua, Pemimpin Bisnis, dan Guru dari Sebuah Sekolah
  3. Merancang Cetak Biru Kepemimpinan
  4. Penyelarasan Untuk Kesuksesan
  5. Membangkitkan Budaya Kepemimpinan
  6. Mewabahi Dunia
  7. Bergerak ke Atas dan Melampaui
  8. Mewujudkan Keinginan Selangkah demi Selangkah
  9. Mengakhiri dengan Memikirkan Permulaan
  10. Membawanya Pulang

Resume

Banyak sekolah-sekolah di dunia yang telah menunjukkan peningkatan akademis yang baik dan mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin berkelas dunia seperti A.B Combs Elementary, English Estates Elementary, Chestnut Grove Elementary, Dewey Elementary, dan lain sebagainya. Setidaknya ada 3 (tiga) sifat universal penting yang melandasi hasil yang dicapai oleh sekolah-sekolah hebat di atas.
  1. Prinsip kepemimpinan yang diajarkan di sekolah sejak dini.
  2. Potensi unik anak-anak yang berbeda-beda yang digali dan dikembangkan.
  3. Prinsip pendekatan di sekolah sama dengan pendekatan anak-anak di rumah, sehingga terjalin hubungan kemitraan orangtua-sekolah. Sehingga semua pihak, baik sekolah maupun orangtua akan bersinergi dalam meningkatkan potensi anak.
Sekolah-sekolah diatas telah membentuk kepemimpinan murid-muridnya. Bagaimana ini bisa berhasil? Sekolah secara rutin mengadakan pertemuan dengan para orang tua untuk meminta masukan dan berdiskusi tentang apa yang sebenarnya mereka inginkan dari pendidikan anak-anak mereka. Masukan-masukan ini akan sama-sama didiskusikan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

Selain itu, agar sekolah menjadi magnet bagi siapa saja dan dapat menjadikan murid-muridnya menjadi pemimpin yang luar biasa, sekolah-sekolah di atas juga meminta masukan dari kalangan bisnis tentang bagaimana cara mereka mendidik murid-muridnya agar sejalan dengan kemauan bisnis. Dari cara ini, sekolah akan mendapatkan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dunia bisnis dan dapat disisipkan di materi-materi sekolah seperti integritas, inisiatif, keterampilan berkomunikasi, kerjasama tim, etos kerja, dan keterampilan analitis.

Namun, kedua hal diatas tentu akan menambah beban bagi guru, sebab ia akan melakukan hal ekstra di luar kewajibannya mengajar. Namun para guru di sekolah-sekolah diatas tidak merasakan hal ini sebagai beban, melainkan tantangan untuk meningkatkan diri dan kreativitasnya. Hal ini berhubungan erat dengan minat para guru untuk mengajar dengan tulus dan membuat perbedaan.

Sekolah-sekolah diatas sadar betul bahwa sekolah harus memahami betul apa yang diinginkan para siswa mereka, keinginan yang tidak terpenuhi di setiap rumah mereka. Sekolah-sekolah ini tidak saja mengajarkan keterampilan yang akan berdampak pada masa depan para siswa, tapi juga mengajarkan keterampilan yang akan berdampak pada masa depan para siswa dan prinsip yang memberi dampak langsung. Sekolah-sekolah ini berhasil karena mengerti betul apa yang diinginkan oleh pemangku amanah, orangtua, guru, kalangan bisnis, dan murid itu sendiri.

Visi sekolah ini adalah hidup, mencintai, belajar dan meninggalkan warisan.

Pertanyaannya, bagaimana A.B Combs mampu mencetak para pemimpin kepada siswa usia lima tahun di sekolah mereka?.Banyak cara yang dilakukan A.B Combs Elementary Schools untuk mencetak pemimpin-pemimpin hebat, diantaranya adalah:
  • Mensosialisasikan visi sekolah di media-media sekolah yang mudah dilihat para siswa seperti ubin, mainan anak, dan lain sebagainya.
  • Melakukan pendekatan pendidikan dengan mengajarkan makna 7 Habits karya Stephen R. Covey misalnya dengan mengubah lirik lagu, dll.
  • Sedari dini, anak-anak diajarkan menggunakan tools-tools Problem solving seperti Force-Field Analysis, Lotus diagram, Fish bone, dll.
  • Bercerita tentang pemimpin-pemimpin hebat di dalam kelas.
  • Para siswa diminta untuk memantau kemajuan yang mereka capai dengan menggunakan data buku catatan, seperti membuat tabel kemajuan kelas untuk melihat prestasi mereka sebagai tim dalam meraih target kelas, dll.
Kesuksesan A.B Combs dalam membentuk anak-anak menjadi pemimpin adalah dengan menyelaraskan semua pemangku kepentingan dengan Misi, Visi dan strategi Perusahaan sebagai berikut:
  1. Mengikutsertakan orang 
  2. Menyelaraskan struktur sekolah supaya cocok dengan strategi
  3. Melatih staf 7 Habits dam prinsip kualitas
  4. Menyelaraskan sistem pemberian penghargaan agar dapat memberu dan mempertahankan hasil yang diinginkan.
Bila sekolah ingin sukses dalam menciptakan pemimpin, maka harus diperhatikan hal-hal berikut ini:
  1. Masing-masing guru memberdayakan potensi siswa di seluruh dunia, setiap anak satu per satu.
  2. Upaya seluruh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dan memberi kontribusi.
  3. Penekanan pada fokus tentang apa yang paling penting untuk diajarkan.
  4. Penekanan pada pengajaran prinsip yang tak kenal waktu dan keterampilan yang relevan dengan realitas global saat ini serta persiapan untuk apa yang akan ditawarkan hari esok.
Faktor kunci lain yang ditekankan dalam buku ini adalah:
  1. Mendengarkan apa yang diinginkan pemangku kepentingan di sekolah dapat memberikan wawasan berharga tentang kebutuhan yang ada dalam ekonomi global.
  2. Orangtua dan pemimpin bisnis menginginkan diajarkannya karakter dan kompetensi di sekolah.
  3. Tema kepemimpinan dapat membantu meningkatkan kesuksesan akademis dengan menanamkan rasa percaya diri pada siswa dan dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman.
  4. Pendekatan ubiquitous dapat memasukkan karakter dan kompetensi ke budaya sekolah.
  5. Penyelarasan semua hal yang terlibat dalam proses belajar-mengajar mendahului pelaksanaan dalam urutan kesuksesan.
  6. Data dan pertanggungjawaban adalah pendorong signifikan yang melandasi kesuksesan sekolah kepemimpinan.
  7. Setiap sekolah harus memiliki ciri khas sendiri pada strateginya untuk menjadikannya relevan secara konstektual.

Biasakan Membaca, Sebelum Pikun Menyergap!

Liputan6.com, Jakarta: Anda pasti sudah tahu, bahwa aktivitas membaca, menambah pengetahuan. Tapi ternyata masih ada seabrek manfaat lainnya. Madicmagic mencatat, sedikitnya ada lima kegunaan bagi para pecinta aktivitas membaca bagi kesehatan kita.

1. Melatih otak
Satu keuntungan dari membaca buku adalah melatih otak dan pikiran. Membaca dapat membantu otak agar selalu melakukan fungsinya dengan sempurna. Saat membaca, otak diperlukan untuk berpikir lebih sehingga dapat membuat orang lebih cerdas. Tapi untuk latihan ini, membaca buku harus dilakukan secara rutin.

2. Menghilangkan stres
Stres berisiko menumbuhkan beberapa masalah berbahaya. Keindahan bahasa dalam tulisan memiliki kemampuan untuk menenangkan dan mengurangi stres, terutama membaca buku-buku fiksi sebelum tidur. Metode ini dianggap baik untuk mengatasi stres.

3. Menghindari risiko penyakit Alzheimer
Membaca buku benar-benar dapat meningkatkan kekuatan jaringan otak secara langsung. Ketika membaca, otak akan mengalami rangsangan secara teratur. Kondisi ini dapat mencegah gangguan otak termasuk penyakit Alzheimer.

Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, Sudoku, dll., dapat menunda atau mencegah kehilangan memori. Menurut hasil penelitian, kegiatan ini merangsang sel-sel otak hingga dapat terhubung dan tumbuh secara baik.

4. Mengembangkan pola tidur sehat
Jika Anda terbiasa untuk membaca buku sebelum tidur, maka hal itu berfungsi sebagai alarm untuk tubuh dan mengirimkan sinyal waktu tidur. Ini akan membantu Anda tidur nyenyak dan bangun segar di pagi hari.

5. Meningkatkan konsentrasi
Orang-orang yang suka membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus. Akibatnya, pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Hal ini juga mengembangkan keterampilan objektivitas dan pengambilan keputusan.

Jadi tunggu apalagi? Tumbuhkan kebiasaan membaca sekarang juga. (Vin)

8 Sifat Untuk Sukses "8 To Be Great"


DBagaimana seorang pemalu mewawancarai lebih dari 500 orang yang sukses pada bidangnya? Bagaimana orang-orang itu dalam mencapai sukses dan menjadi pribadi yang hebat? Dapatkah kita menjadi seperti mereka bahkan lebih? Hal-hal tersebut lah yang ingin disamapaikan pengarang melaui buku ini. Buku “8 to be greater” ini menjelaskan 8 sifat untuk menjadi orang yang sukses berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis dari berbagai sumber, termasuk mewawancarai 500 orang yang sukses pada bidangnya.


Passion, sifat pertama yang dipunyai oleh orang sukses ialah mereka mencintai apa yang mereka kerjakan.  Seorang pengembang real estate terkenal, Donald Trump, berkata, “Saya tidak ambisius. Saya hanya menyukai apa yang saya kerjakan, dan jika anda juga mencintai apa yang anda lakukan, Anda akan melakukan banyak demi hal itu. Dan kemudian, orang akan berkata, anda orang yang ambisius”. Cintailah pekerjaan anda karena itu merupakan langkah awala menuju kesuksesan.

Kerja, Sifat kedua yang dipunyai orang-orang sukses adalah mereka bekerja sangat keras. Orang-orang hebat memikirkan pekerjaan mereka meski mereka sedang tidak di tempat kerja, inilah yang dilakukan oleh orang yang lebih sukses disekeliling anda. Bahkan Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia, berkata “Ketika aku pergi ke kantor setiap pagi, aku merasa seperti sedang pergi ke sistine chapel untuk melukis”. Apakah anda juga merasa demikian setiap kali anda pergi bekerja?

Fokus, berarti mengkhususkan kemampuan kita pada suatu hal, dan menjadi ahli dalam hal tersebut. Namun dalam menciptakan focus-minded harus dihindari narrow-minded (berfikir sempit). Berpikir sempit berarti menolak informasi baru, sehingga seringkali kita mengabaikan informasi yang penting.

Motivasi, orang sukses memotivasi diri mereka sendiri untuk mengatasi rasa malu, ragu dan takut. Mereka mendorong melampaui apa yang diharapkan.  Sehingga apa yang harus kita lakukan adalah memulai untuk memotivasi diri kita sendiri menjadi apa yang kita inginkan. Pikirkanlah apa impian anda dan jadikan itu motivasi anda.

Ide, sifat kelima yang dimiliki orang sukses adalah mereka hadir dengan ide-ide yang menakjubkan. Bahkan perusahaan microsoft yang kita kenal sekarang berasal dari sebuah ide kecil Bill Gates yang ingin mendirikan perusahaan microcomputer pertama di dunia. Dimana pada saat itu orang-orang belum memikirkan tentang penggunaan komputer secara retail. Jadi, jangan sia-siakan ide anda meski sekecil apapun.

Pengembangan diri, penyempurnaan merupakan sesuatu hal yang sangat penting, orang sukses, meraka secara konstan memperbaiki diri mereka sendiri dan kinerja mereka. Menurut penulis perbaikan berkelanjutan berarti melakukan tiga hal: 1. Menjadi baik dibidangmu, 2. Terus berusaha menjadi lebih baik, 3. Tujulah performa terbaikmu. Menjadi pertanyaan,  apakah kita sudah mengembangkan diri kita menjadi performa terbaik kita?

Melayani, ciri ketujuh yang dipunyai oleh orang-orang sukses adalah mereka melayani orang lain. Malayani orang lain merupakan salah satu hal terpenting yang bisa kita lakukan untuk meraih sukses. Namun banyak diantara kita lebih suka melayani diri sendiri, dari pada melayani orang lain, jadi mengapa harus repot melayani orang lain? Salah satu jawabannya adalah dengan melayani akan membuat anda kaya. Bagaimana hal itu terjadi?

Tekun, Sifat kedelapan adalah tekun, berarti kemampuan untuk terus berjuang baik dalam kegagalan, rasa sakit, penolakkan dan semua hal buruk yang kita hadapi. Orang-orang paling sukses merupakan orang-orang paling tekundalam melakukan pekerjaannya. Ingtlah bahwa kesuksesan sejati tidak diraih dalam satu malam.

Kedelapan sifat inilah yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca, dengan harapan kita semua dapat menjadi orang-orang sukses dengan cara mencontoh orang sukses. Pembaca akan diajak untuk berpikir layaknya orang-orang yang telah sukses untuk dapat menerapkan pada diri kita masing-masing.

“Sudah siapkah kita untuk sukses?!