Apakah Anda termasuk orang yang suka marah dan mudah melampiaskan emosi kepada orang lain? Percaya atau tidak, kebiasaan suka marah-marah ternyata berefek negatif pada kesehatan Anda.
Apa efek emosi negatif terlalu sering marah?
Dr. Masaru Emoto (penulis The Healing & Discovering the Power of The
Water) dan Martien Seligman (Penemu Psikologi Positif dan Penulis The Authentic
Happiness).
Hasil penelitian terbukti 90% PENYAKIT BERASAL DARI PIKIRAN !!!
Penyakit
itu 90% berasal dari pikiran, 10%-nya dari pola makan. Gak Percaya? Lihat Orang Gila, makan apa pun fisiknya sehat karena pikirannya selalu
Happy.
Berikut korelasi daftar penyakit dengan pikiran negatif:
Masuro Emoto Kita mesti berfikir
positif,
sebab, jika Kita banyak berfikir negative, maka;
1. Jika sering membiarkan diri kita stress maka kita akan mengalami. gangguan
pencernaan.
2 Jika sering khawatir, kita bisa terkena sakit punggung.
3. Marah selama 5 menit akan menyebabkan system immune tubuh kita mengalami
depresi selama 6 jam.
4. Jika mudah tersinggung maka kita akan terkena insomnia (susah tidur).
5.Menyimpan kepahitan akan menyebabkan Imun kita mati, dan dari situlah bermula
banyak penyakit seperti streess, kolesterol, hipertensi, Serangan jantung,
stroke, Arthritis, dll.
6. Jika sering kebingungan, akan terkena sakit tulang belakang bagian bawah.
7. Jika sering membiarkan rasa takut yg berlebihan, akan mudah terkena
penyakit ginjal.
8.Jika suka cemas akan diikuti sakit dyspepsia (sulit mencerna).
9. Jika suka marah bisa sakit Hepatitis.
10. Jika sering apatis/acuh terhadap lingkungan, bisa mengakibatkan vitalitas
melemah.
11.Jika sering tidak sabar, bisa mengakibatkan diabetes (sakit gula).
12.Jika sering merasa kesepian, bisa mengakibatkan sakit demensia senelis
(memori & kontrol fungsi tubuh berkurang).
13. Jika sering bersedih, bisa menderita leukemia.
H. Ahmad Faiz Zainuddin, S.Psi, M.Sc. (Founder & Master Trainer)
SEFT, Justru solusi atasi berbagai masalah.
Ingin Sehat ?
Pasti YA. Lakukan pemberdayaan diri miliki tekhnik SEFT
Tanpa obat-alat, 5-30 menit
SEHAT melalui tekhnik SEFT
Tehnik SEFT justru membantu Wujudkan Ketenangan, Kedamaian dan Kebahagiaan Hati
SEFT bebaskan hati dari segala macam emosi negatif
%2Bof%2B10669996_289609357907345c_1832235179874726315_n%2Bcopy.jpg)
Banyak buku yang membahas tentang Positive Thinking, dan dalam buku-buku Mind
Body Medicine, sangat banyak diulas hal-hal seperti ini. Bagaimana Pikiran
mempengaruhi kesehatan.
Berikut seperti dilansir oleh laman Magforwomen:
- Pusing. Marah-marah cenderung
meningkatkan tekanan darah seseorang, termasuk di pembuluh darah di
kepala. Akibatnya, kepala akan terasa pusing dan migrain bila Anda
sedang naik darah. Ini karena aliran darah di kepala meningkat drastis.
- Gangguan pencernaan. Bila seseorang sedang marah, maka asam lambung
akan meningkat dan situasi di sistem pencernaan Anda menjadi tidak
kondusif. Akibatnya kadang perut terasa mual, maag, sembelit, perut
sakit, atau refluks.
- Jantung. Orang yang hobi marah-marah mudah sekali terserang penyakit jantung.
Ini karena marah memicu stres dan tekanan darah yang meningkat.
Berbagai penelitian membuktikan jantung pun terkena akibat buruknya.
- Depresi. Marah-marah berlebih sebenarnya terkait dengan stres, dan
dapat berlanjut ke depresi karena banyak hal yang tak sesuai dengan apa
yang ia inginkan.
- Darah tinggi. Tekanan darah tinggi terjadi bila emosi tak stabil.
Karenanya jaga emosi Anda agar tak mengalami tekanan darah tinggi.
- Imun tubuh menurun. Marah-marah terkait dengan stres, dan itu
berpengaruh terhadap sistem imun tubuh. Bila Anda sering marah, maka
penyakit yang disebabkan virus mudah sekali hinggap. Misalnya flu,
batuk, dan demam.
Sakit 90% karena psikologis
Perlu kita pahami
bahwa kesehatan 90% dipengaruhi oleh psikologis dan 10% dipengaruhi oleh obat
dan nutrisi. Itulah kenapa terkadang
orang yang sakit penyakitnya sulit sembuh karena dia stress memikirkan
biaya berobat, merepotkan banyak orang, obat yang pahit, jarum suntik, suasana
dll ditambah lagi nama tempatnya “Rumah Sakit” coba kalau “Rumah Sehat” Inshaa
Allah lebih baik, kita kan datang ke sana untuk jadi sehat bukan jadi sakit. The
American College of Family Physicians memperkirakan bahwa 90% penyakit
disebabkan oleh faktor psikogenik (pikiran), bukan organogenik (fisik). Untuk
memahami terjadinya penyakit psikosomatis, maka kita perlu mengetahui beberapa
hukum pikiran, emosi apa saja yang menyebabkan munculnya penyakit. Bagaimana
mengelola emosi dan menangani penyakit psikosomatis tersebut
Setiap hari banyak sekali kejadian yang tidak kita
inginkan, seperti contoh kondisi macet di jalan, berita media, Acara TV, kesel,
jengkel dll akhirnya karena tidak berani diekpresikan, semua kegalauan itu
dipendam dan menjadi sampah-sampah emosi yang tidak bisa dikeluarkan. Jika
tidak segera dikeluarkan, sampah emosi tersebut akan menimbulkan
masalah-masalah kesehatan.
Kesehatan dipengaruhi oleh 5 Faktor :
- Manajemen Stress
- Buah dan Sayuran
- Minum Air Putih
- Olah Raga
- Hindari toksin/racun
Berikut ini perbedaan Obat sintetis dan herbal,
dikutip dari buku Natural Healing Course – HPA Internasional.
1. Sumber
Obat kimia berasal dari barat, seperti kita ketahui sebelum datang
masa renaisance ( masa kebangkitan) bangsa barat merupakan bangsa yang bodoh
yang tidak memiliki pengetahuan dan kebudayaan. Barulah setelah mereka belajar
dari islam dan timur mereka akhirnya mendapatkan eksistensi dan kekuasaan.
Sampai saat ini kitab Ibnu Sina masih dipergunakan sebagai sumber literature di
fakultas-fakultas kedokteran di eropa
2. Menggunakan bahan sintetis ( buatan )
Contoh bahan organik adalah air (H2O) ion H dan ion O
terbentuk secara alami di alam bukan disatukan secara sengaja di laboratorium.
Sedangkan obat sintetis penyatuannya dilakukan di laboratorium secara tidak
alami. Sedangkan tubuh manusia sendiri Allah swt desain hanya bisa sinkron
(harmonis) dengan zat-zat yang sifatnya alami.
3. Diserap Tubuh
Obat kimia 50% - 70% diserap dan sisanya mengendap di
ginjal, darah, otak dll inilah kenapa orang yang berobat dengan obat kimia,
seringkali berakhir dengan gagal ginjal. Dikarenakan obat kimia itu butiran
molekulnya kasar dan sulit diserap tubuh sehingga menjadi toksin yang
melemahkan imunitas tubuh dan juga membunuh mikroorganisme dan enzim yang
diperlukan tubuh (bersifat antibiotik). Sedangkan obat herbal 90% diserap dan
sisanya dibuang melalui Buang air dan keringat, karena obat herba butirannya
lembut dan mudah diserap
4. Hanya meredakan
Sebagian besar obat kimia tidak dapat berfungsi untuk menghilangkan,
hanya meredakan sakit dengan cara menyumbat sel- sel syaraf.. lihat saja iklan
obat-obatan yang di TV apa ada yang slogannya "Menghilangkan" ?..
kebanyakan hanya meredakan atau meringankan.. contoh : paracetamol sebenarnya
tidak menghilangkan demam, hanya memaksa keluarnya keringat agar suhu badan
menurun. Contoh lainnya, kemoterapi yang merupakan cairan berbahan dacarbazine
yang merupakan hasil reaksi nuklir, silahkan cek fakta-faktanya di
google. Tetapi ada juga obat sintetis yang berfungsi menghilangkan.
5. Efek
Obat kimia efeknya memang cepat tapi merusak tubuh, sehingga di
lain waktu penyakit tersebut akan datang kembali dengan penyakit bawaan
lainnya, hasil kerusakkan tubuh. Sedangkan obat herba efeknya tidak secepat
obat kimia, tapi mencegah penyakit datang kembali
6. Belum Jelas Halal (syubhat)
Industri terbesar ke 2 dunia setelah industri militer adalah industri
farmasi. Siapakah pemiliknya? Sudahkah halal obat-obatan yang kita konsumsi? Apakah ada label halal di
kemasannya? Kemana dana hasil penjualannya? Silahkan cek informasinya di google.
Beberapa
informasi yang saya peroleh dari pakar thibbun nabawi adalah bahwa di
luar negeri ada sekelompok kecil orang yang tidak suka dengan umat
islam, mereka takut dengan doa umat islam karena mereka paham bahwa doa
adalah senjata terkuat. Sehingga mereka berusaha agar umat islam banyak
memakan zat-zat yang haram atau syubhat berharap zat-zat tersebut bisa
menghalangi terkabulnya doa.
Pernahkah berpikir, kakek dan nenek kita saja tidak pernah
diimunisasi tapi mereka rata-rata sehat, atau orang-orang zaman dahulu ketika
hamil jarang ada yang sungsang, kalaupun sungsang masih tertolong tanpa operasi
sesar. Menurut saya salah satu jawabannya, karena orang-orang zaman dahulu
sedikit sekali memiliki sampah emosi, mengingat zaman dulu kan belum ada TV,
media dll sehingga mereka terhindar dari stress mereka masih selalu disibukkan
oleh ibadah, dari segi fisik mereka masih memakan makanan alami seperti buah
dan sayuran, selalu minum air putih dan banyak berjalan kaki atau berlatih bela
diri sebagai bentuk olah raga.
Terlepas dari kekurangannya keberadaan obat-obatan sintetis masih diperlukan,
terutama saat menghadapi kondisi darurat.
Jadi baiknya mulai saat ini, kita perlu berperilaku sehat, bersikap arif, positif, bijaksana, maksimalisasikan diri kita, saling berhubungan, saling mengis- melengkapi dan membutuhkan, memilikili wawasan luas
bahwa banyak solusi mengarahkan kekebahagiaan dan kesuksesan.
Ingin sehat, kuasai dan lakukan tekhnik SEFT Tanpa obat-alat, 5-30 menit
SEHAT melalui tekhnik * SEFT
SEFT membantu Wujudkan Ketenangan, Kedamaian dan Kebahagiaan Hati
SEFT for Healing bebaskan diri dari emosi negatif
Miliki segera tekhnik SEFT
Info
Training, Terapi, Konsultasi SEFT hubungi
0816 1928 845