Tampilkan postingan dengan label "Taubat Nashuha". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "Taubat Nashuha". Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Januari 2015

"Taubat Nashuha"


#TaubatNashuha


 وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

" …Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." [An-Nuur: 31]

Dzat Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb-mu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang beriman yang bersamanya, sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, ‘Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” [At-Tahrim : 8]

PENGERTIAN TAUBAT NASHUHA
Taubat nashuha adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah Ta'ala yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dari dosa yang pernah ia lakukan karena sengaja atau lupa dengan kembali secara benar, ikhlas, percaya, dan berhukum dengan ketaatan yang akan mengantarkan hamba tersebut kepada kedudukan para wali Allah yang bertakwa serta menjauhkan antara ia dengan jalan-jalan syaitan.

WAJIBNYA TAUBAT NASHUHA
Ketahuilah wahai hamba yang bertaubat, semoga Allah memberikan taufiq kepadamu untuk melakukan taubat yang akan menghapus dosa sebelumnya dan semoga Allah membekalimu dengan takwa, bahwa taubat nashuha adalah fardhu 'ain atas setiap muslim.

Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang berfirman:
"…Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." [An-Nuur: 31]

Dzat Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang juga berfirman
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya … ." [At-Tahriim : 8]

Allah Yang Maha Penyayang telah berfirman melalui lisan Nabi Syu’aib :
"Dan mohon ampunlah kepada Rabb-mu, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabb-ku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih." [Huud: 90]
Ayat-ayat yang mulia lagi tegas ini, sesuai dengan hadits-hadits yang mulia dan shahih.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ، فَإِنِّي أَتُوْبُ إِلَى اللهِ فِي اْليَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Wahai sekalian manusia bertaubatlah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah seratus kali dalam sehari.”[1]

Karena itulah umat Islam -semoga Allah menambahkan kemuliaan kepada umat ini- telah sepakat akan wajibnya melakukan taubat.

Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata dalam kitab al-Jaami’ li Ahkaamil Qur’aan, “Umat telah sepakat bahwa taubat adalah kewajiban (fardhu) atas orang-orang mukmin.”

Dalam kitab Mukhtashar Minhaajul Qaashidiin, Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata, “Umat telah ijma' (sepakat) akan wajibnya taubat.”

Maka bersegeralah kalian wahai para hamba Allah untuk menuju kepada-Nya, niscaya kalian akan mendapatkannya sebagai Dzat Yang Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang serta berjalanlah di atas jalan orang-orang mukmin yang bertaubat, niscaya Rabb kalian akan membangkitkan kalian pada kedudukan yang mulia lagi terhormat.

SETIAP ANAK ADAM PASTI BERSALAH
Di antara hal yang memperkuat akan wajibnya taubat nashuha agar dilakukan secara kontinyu dan secepat mungkin adalah bahwa manusia manapun tidak akan pernah lepas dan tidak akan selamat dari kekurangan, namun setiap makhluk bertingkat-tingkat dalam kekurangan tersebut sesuai dengan takdirnya masing-masing, bahkan pada asalnya mereka pasti memiliki kekurangan. Dan hal itu ditutupi dengan taubat nashuha.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

“Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat.”[2]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
 أَنَّ اْلعِبَادَ لَمْ يُذْنِبُوْا، لَخَلَقَ اللهُ خَلْقًا يُذْنِبُونَ، ثُمَّ يَغْفِرُ لَهُمْ، وَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
“Seandainya para hamba tidak melakukan dosa niscaya Allah akan menciptakan makhluk lain yang melakukan dosa, kemudian Allah akan mengampuni mereka, dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[3]

Maka marilah wahai para hamba Allah kita bersegera melakukan taubat nashuha yang akan mensucikan ruh dari segala kotoran-kotorannya dan membersihkan hati dari raan (karat)nya. Karena dosa-dosa adalah karat yang melekat pada hati dan penghalang dari segala hal yang dicintai dan berpaling dari hal-hal yang akan menjauhkan hati dari sesuatu yang dicintai secara syara’ adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ مِنْهَا، وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ فَذَلِكُمُ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي كِتَابِهِ
“Sesungguhnya apabila seorang mukmin melakukan dosa, maka akan terjadi bintik hitam di dalam hatinya. Jika ia bertaubat dan melepaskan dosa tersebut serta beristighfar, maka hatinya akan dibersihkan. Namun, jika ia menambah dosanya, maka bintik hitam tersebut pun akan bertambah hingga menutupi hatinya. Maka itulah yang dimaksud dengan raan (karat) yang disebutkan oleh Allah dalam kitab-Nya, ‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.’ [Al-Muthaffifin: 14].”[4]

ANJURAN UNTUK MELAKUKAN TAUBAT NASHUHA
Allah Subhanahu Wa Ta'ala   telah menganjurkan untuk melakukan taubat dan beristighfar, karena hal itu lebih baik daripada gemar melakukan dosa yang terus-menerus dilakukannya.

Allah Ta’ala berfirman:
" …Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengadzab mereka dengan adzab yang pedih di dunia dan di akhirat dan mereka sekali-kali tidak mempunyai seorang pelindung dan penolong pun di muka bumi." [At-Taubah: 74]

Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang juga berfirman:
"Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [Al-Maa’idah: 74]

Karena itulah, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam selalu memperbanyak taubat dan istighfar (memohon ampunan) sehingga para Sahabat beliau menghitung ucapan beliau dalam suatu majelis:
رَبِّ اغْفِرْلِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ
“Wahai Rabb-ku ampunilah aku, terimalah taubat-ku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Pengampun.” Sebanyak seratus kali.[5]

Demikian pula para Nabi dan Rasul-Rasul Allah, mereka senantiasa menganjurkan kaum-kaum mereka untuk bertaubat. Allah Ta’ala berfirman melalui lisan Nabi Shalih :

"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shalih. Shalih berkata, 
'Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada bagimu ilah selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari tanah dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabb-ku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do’a hamba-Nya)." [Huud: 61]

Semoga Allah merahmati al-Qurthubi rahimahullah yang dalam kitab Tafsiirnya (V/92) telah menganggap baik perkataan Muhammad al-Waraq yang mengatakan :

قَـدِّمْ لِنَفْسِكَ تَوْبَـةً مَرْجُـوَّةً

قَبـْلَ الْمَمَاتِ وَقَبْـلَ حَبْسِ اْلأَلْسِنِ

بَـادِرْ بِهَا غَلْـقَ النُّفُوْسِ فَإِنَّهَا

ذُخْـرٌ وَغَنَـمٌ لِلْمُنِيْبِ اْلمُحْـسِنِ

Berikanlah taubat yang diharapkan untuk jiwamu,
sebelum kematian dan sebelum lisan-lisan dibelenggu.
Bersegeralah menutup jiwa dengan taubat karena sesungguhnya,
taubat adalah simpanan dan harta berharga bagi orang yang ingin kembali lagi berbuat kebaikan.

Wallahu a'lam..

Sumber :
At-Taubah an-Nashuha fi Dhau-il Qur'an al-Karim wal Ahadits ash-Shahihah,
Penulis : Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali,
Edisi Indonesia : Luasnya Ampunan Allah,
Penerbit : Pustaka Ibnu Katsir.

“Bertobatlah & Beruntung.” (An-Nuur [24]:31)





#Bertobatlah&Beruntung.”(An-Nuur [24]:31)

“Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nuur [24]:31).

Allah memerintahkan kita untuk bertobat  sebanyak tujuh kali di dalam Al Quran (Al Baqarah: 54, Huud:3,52,61,90, At Tahrim:8; An Nuur:31).

Sabda Rasulullah SAW: “Setiap anak Adam (manusia) berbuat kesalahan dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertobat.” (HR At Tirmidzi).

Dl hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: Wahai hamba-Ku,sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang & malam, & Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya,maka mintalah ampun kepada-Ku,pasti Aku mengampuni kalian.” (HR.Muslim ).

Allah sangat mencintai dan 'memanjakan' orang-orang yang bertobat. “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan Taubatan Nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalah-mu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang-mukmin yang bersama dia. Sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka,sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At Tahrim 66: 8).

Sebagaimana ajaran Rasulullah dalam berdoa yang masyhur dengan sayyidul istighfar:  
“Allahumma Anta Robbi Laa Illaha Illa Anta, Kholaqtani wa Anna ‘Abduka wa Anna ‘Ala ‘Ahdika wa Wa’dika mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-u Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-u Bi Dzanbi, Faghfirli Fainnahu Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta”.

Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR Bukhari).

Kamis, 08 Januari 2015

"Sayyidul Istighfar & Jaminan Surga"

Di dalam buku Jaminan yang dengan Izin Allah saya yang nulis, saya nulis tentang Sayyidul Istighfar dan Jaminan Surga.


اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha selalu ta’at kepada-Mu, sekuat tenagaku Yaa Allah. Aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan yg kuperbuat. Kuakui segala nikmat yang Engkau berikan padaku, dan kuakui pula keburukan-keburukan dan dosa-dosaku. Maka ampunilah aku ya Allah. Sesungguhnya tidak ada yg bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”
***
UYM 11
Sesiapa yang baca Sayyidul Istighfaar di SORE HARI (ba’da ashar sampe jelang maghrib), lalu semisal dia wafat sebelum matahari terbit, maka dia termasuk ahli surga. Murah kan surga itu? 

Baca lagi di PAGI HARI (habis shubuh s.d. waktu dhuha dah). Semisal wafat siang hari, insyaaAllah juga masuk surga.

من قالها موقناً بها حين يمسي، فمات من ليلته دخل الجنة، وكذلك إذا أصبح. أخرجه البخاري، ٧/ ١٥٠، برقم ٦٣٠٦.
“Siapa yang baca dalam keadaan yakin, ketika masuk sore, kemudian dia wafat di malam harinya, maka dia masuk surga. Dan demikian pula saat masuk pagi.”

Coba , sami’naa wa atho’naa dulu. Baca saja, dapat fadhilah nurut sama guru dulu, he he he. Ntar kapan-kapan dijelasin, maknanya dan lain-lain yang terkait. Di akhir tulisan saya tulisin dengan izin Allah teks arab dan artinya.

Awlloohummaa anta robbii… Laa-ilaa-ha illaa anta kholaqtanii, wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’uudzubika min syarri maa shona’tu. Abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzambii. Faghfirlii fa-innahuu laa yaghfirudzdzunuuba illaa anta
.
***
Ya Allah, ampunilah kami… Sungguh Engkau Maha Pemurah… “Hanya” dengan membaca sayyidul istighfar saja, kami-kami yang bodoh, tidak paham makna,dan ilmu, Engkau tetap. Berikan kesempatan jadi ahli surga. 

Ya Allah, sekiranya  masuk surga, betul-betul ampunilah kami-kami yang baca ini, dengan dosa-dosa kami sebelum kami baca. Dan jagalah diri kami setelah bacanya agar tidak ada dosa baru,
Bimbing juga kami untuk memahami Sayyidul Istighfaar dan meyakininya.

(Yusuf Mansur)
***

" TUJUH RAHASIA ISTIGHFAR "



♥ Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ♥

" TUJUH RAHASIA ISTIGHFAR " 

 

اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
Astaghfirullah.....
❥ Istighfar adalah memohon ampun kepada ALLAH Subhanahu Wata'ala dengan kalimat:

Astaghfirullaahal'adzhiim atau dengan kalimat lain yang semakna..

Permohonan Ampun ini dilakukandengan hati yang tulus dan dibarengi dengan penyesalan atas kesalahan yang telah diperbuat serta bertekad untuk tidak mengulanginya..

Inilah 7 Rahasia Istighfar :

1 : MENDATANGKAN AMPUNAN ALLAH..

Maka aku berkata (kepada mereka) Mohon-lah ampun kepada RABB-mu sesungguhnya DIA adalah Maha Pengampun..

(QS. Nuh :10)..

2 : MENGATASI KESULITAN DAN TERBUKA NYA PINTU RIZKY..

Barangsiapa beristighfar secara rutin, pasti ALLAH memberinya jalan keluar dalam kesempitan dan memberi rizki yang tiada terhingga padanya..

(HR. Abu Daud)..

3 : MENAMBAH KEKUATAN..

Dan (Hud berkata): Hai kaum-ku,
mohon-lah Ampunan kepada RABB-mu lalu bertaubat-lah
kepada-NYA, Niscaya DIA akan menurunkan hujan yang sangat
deras dan DIA akan menambahkan kekuatan diatas kekuatan mu..

(QS. Hud :52)

4 : MEMPEROLEH BANYAK KENIKMATAN..

Dan hendak-lah kamu memohon Ampun kepada RABB-mu dan bertaubat kepada-NYA, Niscaya DIA akan memberi kenikmatan yang baik kepada-mu sampai kepada waktu yang telah di tentukan..

(QS. Hud :3)..

5 : TURUN NYA RAHMAT..

Hendak-lah kamu memohon ampun kepada ALLAH, agar kamu mendapat rahmat..

(QS. An-Naml :46)..

6 : SEBAGAI KAFARATUL MAJLIS..

Barangsiapa yang duduk dalam satu Majlis (perkumpulan orang)
lalu di dalamnya banyak perkataan sia-sianya atau (perdebatan) kemudian sebelum ia bangkit dari Majlis membaca (Istighfar):

Subhaanakallahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta Astaghfiruka wa atuubu ilaih..

(Maha suci ENGKAU YAA ALLAH,dan aku memuji-MU dan aku bersaksi bahwa tiada ALLAH melainkan ENGKAU, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-MU)..

Maka ia akan diampuni kesalahan-kesal ahan yang diperbuatnya selama di Majlis itu..

(HR. Ath-Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu
Hibban, Abu Daud dan Al-Hakim)

7 : TERHINDAR DARI ADZAB ALLAH..

Dan tidak-lah (pula) ALLAH akan mengadzab mereka, sedang
mereka masih memohon ampun(Istighfar)..

(QS. Al-Anfal :33)..

✽¸.•♥•.¸✽¸•♥•.¸✽¸•♥•.¸✽¸.•♥•.¸✽

❥ Itulah Tujuh Rahasia Istighfar, Semoga bermanfaat, Aamiin..