Tampilkan postingan dengan label Bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahagia. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Desember 2020

TRAINING SEFT TOTAL SOLUTION

#TrainingSEFT #TotalSolution / TS
 #SolusiMenyeluruh langsung bersama Senior Training SEFT, Bapak Iwan Pambudi,  Semarang tanggal 26-27 Desember 2020

Di tengah pandemi ini, selain 3 M: 
✅Memakai Masker,
✅Mencuci Tangan, 
✅Menjaga Jarak.

Kita juga perlu Solusi Menyeluruh (Total Solution) atas masalah dan persoalan hidup sehari-hari.

Mengapa penting kita melakukannya?

Agar diri, keluarga, masyarakat tetap Sehat, Bahagia, Sukses, sekaligus Memberi manfaat sebesar- besarnya untuk banyak orang.

Ayo segera,
✅Dapatkan Skill Terapi untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain
✅ Bisa mengatasi masalah fisik dan emosi
✅Bisa lebih Sehat Alami tanpa obat
✅ Bisa lebih Bahagia tanpa syarat
✅Bisa lebih sukses & beruntung
✅Bisa lebih mulia bermanfaat bagi orang lain

A. *Waktu* : 
26-27 Desember 2020

B. *Tempat* : Hotel Ibis, Simpang Lima Kota Semarang

C. *Investasi* 3,5 Juta
~Alumni SFH (SEFT for Healing) atau PFH (PPA for Healing with SEFT) 3,1 Juta 
~Reseat Alumni TS SEFT 500ribu
.
.
*offline:*
Training Total SEFT TOTAL SOLUTION TATAP MUKA 

Jadual terdekat:

1. SEMARANG: 26-27 Desember 2020

2. SURABAYA : 16-17 Januari 2021

3. BEKASI: 23-24 Januari 2021

Inilah saat tepat untuk; 
✅*Memantapkan diri menjadi Versi terbaik Anda*
✅*Memantapkan diri menjadi Rahmat untuk semesta*
✅*Memantapkan diri menjadi Pribadi yang bisa menjadi solusi, bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan untuk orang lain*

Info, Pendaftaran
*Ning* (08161928845)

Salam Logos Joyfully 🙏

Kamis, 20 Februari 2020

PELATIHAN SEFT

Info selengkapnya silakan klik  web saya: ning.pelatihanseft.com
atau wa.me/628162928845

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh..

Jum'at penuh Berkah..
Aamiin..Aamiin Yaa Alloh..

Semangat dan Selamat Pagi.. Sahabat2 Hebat..

H-1
Sabtu-Minggu, 22-23 Pebruari 2020
Pelatihan SEFT, di Kota Semarang..

Yuk.. Teman2.. Sahabat2 , di #KotaSemarang dan sekitarnya ..

Persiapkan diri kita ke pelatihan SEFT 
♥️BAHAGIAKAN, SEHATKAN♥️.. 
#INDONESIA
👉Diri pribadi
👉Keluarga
👉Semua orang yang kita cintai..

Sampai jumpa di Pelatihan SEFT

Info
08161928845
ning.pelatihanseft.com


Sabtu, 18 Januari 2020

"SABAR"

As Shabuur الصبور Yang Maha Sabar.
Kesabaran adalah kemuliaan...

SubhanAllah....Semoga kita semua tergolong orang-orang yang SABAR dan berakhlak  luhur ....Aamiin.....

 "Iadikanlah sholat dan sabar sebagai penolong" (S. Al-Baqarah:45)
" Sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar" (.Al-Anfal ayat 6)
"ASH-SHABUUR" (MAHA SABAR) Asmaul Husna ke 99.
"Yaa Shabuur" banyaklah membaca "Yaa Shabuur".

Suatu hari, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.

Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulullah kembali memberikan senyum....

Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut. Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, selaku manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai halaman rumah. Kemudian Abu Bakar berkata, "Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!"

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab, "Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnahan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas, aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena "ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepadamu', kepada Allah Ta'ala."

Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum. Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.

"Rabbanaa afrigh 'alainaa shabran watsabbit aqdaamanaa wanshurnaa 'alal qaumil kafirin".  Yaa Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kokohkan pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir. 

"Ya Allah, Engkau. 'Allah Maha Sabar' 'Maha Pengasih' dan 'Maha Penyayang'...
Semoga Engkau memudahkan kita Istiqomah.. dalsm 'SABAR dan SHOLAT." Aamiin.. Ya Allah....
Semoga bermanfaat....
.

Selasa, 11 Oktober 2016

"Bahagia"

Lihat kreasi ini yang dibuat dengan #PicsArt dengan saya di http://go.picsart.com/f1Fc/Jf5QsQJfox

Rabu, 30 September 2015

"Sehat, Bahagia, meraih Impian melalui SEFT"


ibu-Ibu Paguyuban Kwartir Daerah Daerah Jawa Tengah, yang diketuai oleh Ibu Prof. DR Sri Sunarti, Msc; Jum'at 19 Desember 2014; pukul 11.00-13.00 mengadakan kegiatan "Sehat, Bahagia, meraih Impian melalui  SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)"  
Beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran dipertemuan rutin dua bulanan. Selanjutnya Beliau tegaskan bahwa menerapkan melakukan perilaku hidup sehat, menjaga kesehatan penting sekali. Hal ini sesuai sekali dengan peran utama Ibu-ibu dalam keluarga. Hendaknya selalu kita tingkatkan, pengetahuan, pengalaman selalu berkeinginan meningkatkan diri, berbagi ilmu bermanfaat. untuk mewujudkan keluarga yang sehat, bahagia dan sejahtera. 
Indahnya Cinta, Berbagi Sehat dan Bahagia; Kak Endang Swastyaskuningsih, yang akrap dipanggil Kak Endang  berbagi info tentang SEFT 

1. Penggagas pertama kali dan terus menerus dikembangkan oleh seorang putera Indonesia sekaligus didaftarkan sebagai karya intelektual dan karya anak bangsa; H. Ahmad Faiz Zainuddin, S.Psi, M.Sc.
2. Teknik SEFT pemberdayaan diri yang efektif  bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam masalah fisik dan emosi;  
  • masalah fisik (seperti sakit kepala berkepanjangan, nyeri punggung, asma, alergi, mudah capek, hingga penyakit kronis seperti diabetes, darah tinggi dan lainnya; 
  • masalah emosi: trauma, depresi, kecanduan rokok, phobia, stress, insomia, malas, bosan gugup, galau, cemas, tidak percaya diri dan lainnya), 
3.  Tehnik SEFT menggabungkan 15 macam teknik terapi yang sudah dikenal luas di dunia, yaitu:
  1.  Cognitive Therapy (NLP)
  2.  Behavioral Therapy
  3.  Logotherapy
  4.  Psychoanalysis
  5.  EMDR
  6.  Self Hypnosis (Erickssonian)
  7.  Suggestion & Affirmation
  8.  Visualization
  9.  Gestalt Therapy
  10.  Meditation
  11.  Sedona Method
  12.  Provocative Therapy
  13.  Energy Therapy (EFT)
  14.  Powerful Prayer
  15.  Kindness Therapy

 4. Aplikasi SEFT dalam kehidupan sehari-hari dapat digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
  • Mengatasi berbagai masalah fisik dan emosi dalam waktu 5-25 menit
  • Meningkatkan kinerja dan prestasi dengan SEFT for Peak Performance
  • Meningkatkan keberuntungan dengan The Luck Factor
  • Meraih apa yang kita inginkan dengan Deep SEFT
  • Mencapai Total Success dengan The Holistic Person Empowerment System
  • Meraih kedamaian hati dengan Personal Peace Procedure
  • Meraih kebahagiaan dengan LoGOS Spirit


Bersama -sama  kita melakukan nafas Syukur kepada Allah...kepada Tuhan....selama 20 menit dan sebaiknya hal ini dilakukan minimal  sehari dua kali. Mengapa perlu dilakukan? sebagai ungkapan syukur atas nikmat nafas....yang masih Allah berikan...titipkan untuk kita. Agar meraih kedamaian, ketenangan hati.
 Allah....Alhamdulillah....Tuhan....Terima kasih...

5. Testimoni SEFT


Terapi SEFT dilakukan kepada Ibu-Ibu Paguyuban berdasarkan keluhan-keluhan  yang berkaitan dengan masalah emosi dan fisik; otot paha kaku,  Sering mengantuk, Susah tidur, pusing, nyeri sendi, susah tidur, nyeri tulang punggung, ingin berbobot. darah tinggi, emosi, trauma kekerasan










5. Ibu-Ibu yang berkeinginan mendalami tentang SEFT dapat mengikuti Training SEFT Total Solution 2 hari; yang dilaksanakan Sabtu dan Minggu . Agar dapat menolong diri sendiri dan membantu orang banyak.       Di jadwal dan di kota terdekat.


Sampai jumpa di Training SEFT. Terima kasih. Semoga bermanfaat....
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh....

Kamis, 05 Februari 2015

"7 Kunci Kebahagiaan Hidup"




Ibnu Abbas ra. seorang sahabat Rasulullah SAW. suatu ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah para Sahabat) mengenai kebahagiaan dunia. Ibnu Abbas menjawab bahwa ada 7 (tujuh) kunci mendapatkan kebahagiaan dunia, yaitu:
1.  hati yang selalu bersyukur: memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya, sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress; inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas dalam memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan dan diputuskan oleh Allah untuknya, justru membuat ia semakin terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah tersebut. Jika sedang mengalami kesulitan, maka ia akan segera ingat akan sabda Rasulallah SAW.: "Kalau kita sedang sulit maka perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan maka ia bersyukur dengan semakin memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih banyak lagi. Jika ia tetap bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan-kemudahan yang lebih banyak lagi, Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

2. pasangan hidup yang shaleh; mendapatkan pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah tangga yang shaleh juga. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam megajak anak dan istrinya kepada keshalehan. Maka berbahagialah seorang istri bila mempunyai seorang suami yang sholeh, yang pasti akan menjaga istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang shalihah, akan memiliki keikhlasan dan kesabaran luar biasa dalam melayani suaminya,walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah seorang suami yang memiliki seorang istri yang shalihah.

3.  anak yang baik; Suatu hari ketika Rasulallah SAW. sedang thawaf, ia bertemu dengan seorang pemuda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulallah bertanya kepada pemuda itu: "Kenapa pundakmu itu?" Pemuda itu menjawab: "Ya Rasulallah, saya dari Yaman, saya menpunyai seorang ibu yang sudah tua. Saya mencintainya dan saya tidak pernah melepaskannya kecuali ketika ia sedang buang hajat, shalat, atau istirahat. Selain itu saya selalu menggendongnya. Ya Rasulallah, apakah aku termasuk orang yang sudah berbakti kepada orang tua?" Nabi SAW. sambil memeluk anak muda itu berkata: "Sungguh Allah ridha kepadamu, kamu termasuk anak yang shaleh, anak yang berbakti. Tapi ketahuilah, cinta dan kebaikan orang tuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapatkan gambaran bahwa amal ibadah kita tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana do'a anak yang shaleh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang shalihah.

4. lingkungan yang kondusif untuk iman kita; maksudnya ialah kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita haruslah orang yang memiliki nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya Rasulallah menganjurkan kepada kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang shaleh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan akan mengingatkan kita bila berbuat salah. Orang-orang yang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya di wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang shaleh.

5.  harta yang halal; Islam bukanlah menilai harta berdasarkan jumlahnya tetapi lebih berdasarkan pada kehalalannya. Ini tidak berarti Islam melarang umatnya untuk kaya. Dalam sebuah riwayat Imam Muslim dalam bab tentang sadaqah, Rasulallah SAW. pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdo'a sambil mengangkat tangannya, "Kamu berdo'a sudah bagus" kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalmu didapat secara haram, bagaimana do'amu akan dikabulkan ?". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena do'anya akan mudah dikabulkan Allah SWT. Selain itu harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya akan semakin bersih, suci, dan kokoh, sehingga memberikan ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang dengan teliti selalu menjaga kehalalan hartanya.

6.  semangat untuk memahami agama; semangat memahami agama diwujudkan dengan semangat dalam memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terpacu untuk mempelajari lebih jauh lagi ilmu tentang sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin ia cinta kepada agamanya, semakin tinggi pula cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberikan cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan menghidupkan hatinya. Hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi oleh nikmat iman dan nitmat Islam. Maka berbahagialah orang-orang yang dengan penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

7.  umur yang barokah; umur yang barokah ini artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Selain itu pikirannya terfokus pada keinginan bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka ia pun sibuk berangan-angan menikmati kenikmatan dunia yang belum sempat ia rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati keinginan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua akan semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah SWT. Inilah semangat hidup orang-orang yang umurnya barokah.

Demikianlah pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai tujuh kunci kebahagiaan hidup di dunia. Lalu bagaimanakah agar kita dikaruniai Allah ke tujuh kunci kebahagiaan dunia tersebut ? Selain berusaha keras untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT. dengan sesering dan se-khusyu' mungkin dengan membaca do'a "sapu jagat", yaitu do'a yang paling sering dibaca oleh Rasulallah SAW. yang mana baris pertama do'a tersebut "Rabbanaa aarina fid dun-yaa hasanah" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah kepadaku kebahagiaan dunia"), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh kunci kebahagiaan dunia sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu abbas ra. yaitu: hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang shaleh, anak yang shaleh, teman-teman atau lingkungan yang shaleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama Islam, dan umur yang barokah.

Walaupun kita sulit untuk memdapatkan ke tujuh kunci kebahagiaan dunia tersebut, setidak-tidaknya kalau kita mendapatkan sebagiannya saja sudah patut kita syukuri.

Sedangkan mengenai kelanjutan do'a sapu jagat tersebut yaitu: "wa fil aakhiroti hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukanlah surga tetapi rahmat Allah SWT, kasih sayang Alah SWT. Surga itu hanya sebagian kecil dari rahmat Allah SWT, kita masuk surga bukan karena amal shaleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal shaleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan shalat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal sholeh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.

Kata Rasulullah SAW, "Amal shaleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan engkau Ya Rasulallah ?" Jawab Rasulallah SAW. "amal shalehku pun juga tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya: "Kalau begitu dengan apa kita masuk surga ?" Nabi SAW. kembali menjawab: "Kita masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata". (Rasulullah SAW)

Jadi shalat kita, puasa kita, ta'aruf kita sebenarnya bukan untuk mendapatkan surga, tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah SWT. Dengan rahmat Allah SWT. itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).

“ Pernikahan Membawa Berkah”

Agar Pernikahan Membawa Berkah”. Judulnya subhanallah banget yah. Yang belum menikah pasti penasaran dehh apa aja sihhh langkah-langkah menuju pernikahan membawa berkah itu. Yuk disimak catatan ringkasan saya ini. Ternyata ada tujuh point terpenting yang mesti kita pahami kawan, diantaranya yaitu:
Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niyat)
Benerlah siapa yang ingin menikah maka luruskan niat kita dulu. Niat menikah tentunya karena Allah SWT karena menikah adalah ibadah. Karena menikah juga merupakan perintahNya. Coba kawan dicek dalam Al-Qur’an surah An-Nur ayat 32. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kaurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. An-Nur : 32).
Oya nikah juga merupakan sunah Nabi, jadi dalam proses nikah hingga pasca pernikahan nanti kita wajib mencontoh Nabi. Contohnya ketika diawal memilih pasangan hidup menurut Nabi hendaknya yang dipilih adalah agamanya, kemudian pada saat walimatul ursy sebaiknya tidak berlebihan karena kita tahu Nabi mengajarkan kita untuk selalu bersikap hidup sederhana (tidak boros) dan dalam berumah tangga hendaknya kita membiasakan diri dengan adab dan akhlaq seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Begitu kawan. Setuju yah.
Sikap Saling terbuka (Mushorohah)
Sikap saling terbuka disini yang saya pahami adalah ketika sudah menjadi suami dan istri maka hal–hal yang sebelumnya haram menjadi halal. Misalnya secara fisik kita sudah halal untuk bersentuhan. Selain itu juga sikap saling keterbukaan ini dapat memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) diantara suami dan istri karena adanya rasa keinginan saling mengenal satu dengan yang lainnya entah itu sifat kepribadian, kebiasaan, kesenangan, ketidaksukaan sehingga suami/istri merasa nyaman.
Sikap toleran (Tasamuh)
Sudah pasti ketika berumah tangga suami dan istri memiliki kebiasaan, pemikiran yang berbeda-beda sehingga akan timbul konflik/perdebatan dalam rumah tangga. Sehingga sikap toleran ini sangat penting bagi kehidupan suami istri untuk memujudkan keluarga yang tetap harmonis. Dan dalam hal ini sikap toleran juga menuntut adanya sikap saling memaafkan, yang meliputi 3 (tiga) tingkatan, yaitu: (1) Al Afwu yaitu memaafkan orang jika memang diminta, (2) As-Shofhu yaitu memaafkan orang lain walaupun tidak diminta, dan (3) Al-Maghfiroh yaitu memintakan ampun pada Allah untuk oran lain.


Komunikasi
Komunikasi ini sangat penting karena dengan komunikasi katanya akan meningkatkan sikap saling cinta antar pasangan. Komunikasi juga untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman. Karena saya juga melihat beberapa keluarga yang tetap harmonis kuncinya adalah komunikasi yang tetap terjaga dan tidak pernah putus hmm. Apalagi bagi suami dan istri yang memiliki kesibukan masing-masing, sehingga dengan komunikasi ini memberikan rasa perhatian, saling mendengar, dan memberikan respon. Zaman sekarang komunikasi sudah cukup canggih bisa via telephone, email, whats app, skype, dan sebagainya.
Oya point komunikasi ini bisa mengingatkan kita kepada kisah keluaraga Ibrahim As. Dalam surah As-Shaaffat ayat 102. “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS. As-Shaaffat: 102).
Ibroh yang dapat diambil dari ayat tersebut adalah komunikasi timbal balik antara orang tua dengan anak. Nabi Ibrahim mengutarakan pendapatnya dengan bahasa dialog bukan menetapkan keputusannya sendiri, sehingga adanya keyakinan yang kuat kepada Allah, adanya tunduk dan patuh atas perintah Allah dan adanya tawakal kepada Allah SWT, sehingga Allah menggantikan Ismail dengan seekor kibas yang sehat dan besar.

Sabar dan syukur
Yah, sabar dan syukur dalam berumah tangga memang sangat dianjurkan. Pasalnya setiap ujian dalam berumah tangga harus disikapi dengan rasa sabar seperti pada pasangan suami/istri terdapat kekurangan/kelemahan sehingga perlu disikapinya dengan sabar. Kemudian disikapi rasa syukur atas rezeki yang Allah berikan kepada suami dan tidak banyak menuntut khusus untuk istri karena kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita, disebabkan istri yang kurang bersyukur terhadap pemberian suaminya. Dan apabila kita bersyukur maka Allah akan melebihkan nikmatNya lagi untuk kita. Bisa dilihat dalam firman Allah surah Ibrahim ayat 7: “Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih” (QS.Ibrahim : 7).

Sikap yang santun dan bijak
Sikap santun dan bijak dari seluruh anggota keluarga dalam berinteraksi kehidupan berumah tangga ini perlu dilakukan karena akan menciptakan suasana yang nyaman dan indah. Sehingga suasana ini membuat penghuni rumah betah tinggal di rumah. Sebagaimana ungkapan bahwa “Rumahku adalah Syurgaku” bukan berarti fasilitas yang lengkap dan rumah tinggal yang luas akan tetapi ada suasana interaktif antar keluarga; suami istri dan anak-anak yang penuh kesantunan dan bijaksana. Sehingga menimbulkan suasana yang penuh keakraban, kedamaian, dan cinta kasih antar keluarga.
Oya sikap santun dan bijak merupakan cermin dari kondisi ruhiyah yang mapan. Ketika kondisi ruhiyah seorang itu labil maka ada kecenderungan bersikap emosional dan marah, karena syetan akan mudah mempengaruhinya. Oleh karena itu Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita agar jangan mudah marah (Laa tagdlob). Bila muncul amarah maka bersegeralah menahan diri dengan beristighfar dan mohon perlindungan kepada Allah dengan (taawudz billah), bila masih merasa marah maka hendaknya berwudhu dan mendirikan sholat. Karena sesungguhnya dampak dari kemarahan sangat tidak baik bagi jiwa, baik orang yang marah maupun bagi orang yang dimarahi. Oleh sebab itu dalam berumah tangga harus ada saling memaafkan bila terjadi kemarahan dan Allah menyukai orang yang suka memaafkan.

Kuatnya hubungan dengan Allah
Sudah pasti kalau kita menginginkan rumah tangga yang tetap harmonis, hubungan kita dengan Allah harus diperkuat, karena dengan begitu akan menghasilkan keteguhan hati (kemampanan ruhiyah), sebagaimana dalam firman Allah disurah Ar-Rad’u ayat 28 “ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Rad’u : 28)
Rasulullah SAW juga selalu memanjatkan doa agar mendapatkkan keteguhan hati : Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbiy ‘alaa diinika wa’ala thooatika” (Wahai yang membolak-bailikan hati, teguhkanlah hatiku untuk tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam menta’atiMu).
Kedekatan kita dengan Allah bisa dimulai dengan membiasakan dalam keluarga untuk melaksanakan ibadah nafilah secara bertahap seperti tilawah, shaum, tahajud, Duha, doa, infaq, doa, matsurat, dan sebagainnya. Karena tanpa adanya kedekatan dengan Allah mustahil seseorang dapat mewujudkan kehidupan rumah tangga yang bahagia.
Finish. Semoga ringkasan saya ini memberikan banyak manfaat terutama bagi yang akan menikah atau yang sudah menikah juga, hehe.
Syukron.
Bogor,
Catatan Alzena Valdis Rahayu