Tampilkan postingan dengan label karakter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karakter. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2015

"7 Kunci Kebahagiaan Hidup"




Ibnu Abbas ra. seorang sahabat Rasulullah SAW. suatu ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah para Sahabat) mengenai kebahagiaan dunia. Ibnu Abbas menjawab bahwa ada 7 (tujuh) kunci mendapatkan kebahagiaan dunia, yaitu:
1.  hati yang selalu bersyukur: memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya, sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress; inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas dalam memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan dan diputuskan oleh Allah untuknya, justru membuat ia semakin terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah tersebut. Jika sedang mengalami kesulitan, maka ia akan segera ingat akan sabda Rasulallah SAW.: "Kalau kita sedang sulit maka perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan maka ia bersyukur dengan semakin memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih banyak lagi. Jika ia tetap bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan-kemudahan yang lebih banyak lagi, Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

2. pasangan hidup yang shaleh; mendapatkan pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah tangga yang shaleh juga. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam megajak anak dan istrinya kepada keshalehan. Maka berbahagialah seorang istri bila mempunyai seorang suami yang sholeh, yang pasti akan menjaga istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang shalihah, akan memiliki keikhlasan dan kesabaran luar biasa dalam melayani suaminya,walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah seorang suami yang memiliki seorang istri yang shalihah.

3.  anak yang baik; Suatu hari ketika Rasulallah SAW. sedang thawaf, ia bertemu dengan seorang pemuda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulallah bertanya kepada pemuda itu: "Kenapa pundakmu itu?" Pemuda itu menjawab: "Ya Rasulallah, saya dari Yaman, saya menpunyai seorang ibu yang sudah tua. Saya mencintainya dan saya tidak pernah melepaskannya kecuali ketika ia sedang buang hajat, shalat, atau istirahat. Selain itu saya selalu menggendongnya. Ya Rasulallah, apakah aku termasuk orang yang sudah berbakti kepada orang tua?" Nabi SAW. sambil memeluk anak muda itu berkata: "Sungguh Allah ridha kepadamu, kamu termasuk anak yang shaleh, anak yang berbakti. Tapi ketahuilah, cinta dan kebaikan orang tuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapatkan gambaran bahwa amal ibadah kita tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana do'a anak yang shaleh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang shalihah.

4. lingkungan yang kondusif untuk iman kita; maksudnya ialah kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita haruslah orang yang memiliki nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya Rasulallah menganjurkan kepada kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang shaleh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan akan mengingatkan kita bila berbuat salah. Orang-orang yang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya di wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang shaleh.

5.  harta yang halal; Islam bukanlah menilai harta berdasarkan jumlahnya tetapi lebih berdasarkan pada kehalalannya. Ini tidak berarti Islam melarang umatnya untuk kaya. Dalam sebuah riwayat Imam Muslim dalam bab tentang sadaqah, Rasulallah SAW. pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdo'a sambil mengangkat tangannya, "Kamu berdo'a sudah bagus" kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalmu didapat secara haram, bagaimana do'amu akan dikabulkan ?". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena do'anya akan mudah dikabulkan Allah SWT. Selain itu harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya akan semakin bersih, suci, dan kokoh, sehingga memberikan ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang dengan teliti selalu menjaga kehalalan hartanya.

6.  semangat untuk memahami agama; semangat memahami agama diwujudkan dengan semangat dalam memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terpacu untuk mempelajari lebih jauh lagi ilmu tentang sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin ia cinta kepada agamanya, semakin tinggi pula cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberikan cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan menghidupkan hatinya. Hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi oleh nikmat iman dan nitmat Islam. Maka berbahagialah orang-orang yang dengan penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

7.  umur yang barokah; umur yang barokah ini artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Selain itu pikirannya terfokus pada keinginan bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka ia pun sibuk berangan-angan menikmati kenikmatan dunia yang belum sempat ia rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati keinginan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua akan semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah SWT. Inilah semangat hidup orang-orang yang umurnya barokah.

Demikianlah pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai tujuh kunci kebahagiaan hidup di dunia. Lalu bagaimanakah agar kita dikaruniai Allah ke tujuh kunci kebahagiaan dunia tersebut ? Selain berusaha keras untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT. dengan sesering dan se-khusyu' mungkin dengan membaca do'a "sapu jagat", yaitu do'a yang paling sering dibaca oleh Rasulallah SAW. yang mana baris pertama do'a tersebut "Rabbanaa aarina fid dun-yaa hasanah" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah kepadaku kebahagiaan dunia"), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh kunci kebahagiaan dunia sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu abbas ra. yaitu: hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang shaleh, anak yang shaleh, teman-teman atau lingkungan yang shaleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama Islam, dan umur yang barokah.

Walaupun kita sulit untuk memdapatkan ke tujuh kunci kebahagiaan dunia tersebut, setidak-tidaknya kalau kita mendapatkan sebagiannya saja sudah patut kita syukuri.

Sedangkan mengenai kelanjutan do'a sapu jagat tersebut yaitu: "wa fil aakhiroti hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukanlah surga tetapi rahmat Allah SWT, kasih sayang Alah SWT. Surga itu hanya sebagian kecil dari rahmat Allah SWT, kita masuk surga bukan karena amal shaleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal shaleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan shalat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal sholeh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.

Kata Rasulullah SAW, "Amal shaleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan engkau Ya Rasulallah ?" Jawab Rasulallah SAW. "amal shalehku pun juga tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya: "Kalau begitu dengan apa kita masuk surga ?" Nabi SAW. kembali menjawab: "Kita masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata". (Rasulullah SAW)

Jadi shalat kita, puasa kita, ta'aruf kita sebenarnya bukan untuk mendapatkan surga, tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah SWT. Dengan rahmat Allah SWT. itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).

"Fadhilah Ayat Kursi"


Khasiat Ayat Kursi:
  1. Siapa yang membaca ayat Kursi dengan istikamah setiap kali selesai shalat fardhu Allah SWT akan mengampunkan dosanya dan siapa yang membacanya ketika hendak tidur maka Allah SWT mewakilkan dua malaikat yang menjaga selama tidurnya sampai pagi, terpelihara dari gangguan syaitan dan membacanya ketika ia marah, maka akan hilang rasa marahnya, membaca pagi dan petang, setiap kali masuk ke rumah atau ke pasar, masuk ke tempat tidur dan musafir, Insya Allah akan diamankan dari godaan syaitan dan penguasa yang kejam, diselamatkan dari kejahatan manusia dan kejahatan binatang yang memudharatkan. Terpelihara dirinya dan keluarganya, anak-anaknya, hartanya, rumahnya dari kecurian, kebakaran dan keterpurukan.
  2. Dalam kitab Assarul Mufidah, barang siapa yang mengamalkan membaca ayat kursi, setiap kali membaca sebanyak 18 kali, Insya Allah ia akan hidup berjiwa tauhid, dibukakan dada dengan berbagai hikmat, dimudahkan rezekinya, dinaikkan martabatnya, diberikan kepadanya pengaruh sehingga orang selalu segan kepadanya, diperlihara dari segala bencana dengan izin Allah SWT.
  3. Salah seorang ulama Hindi mendengar dari salah seorang guru besarnya dari Abi Lababah r.a, membaca ayat Kursi sebanyak anggota sujud (7 kali) setiap hari ada benteng pertahanan Rasulallah SAW.
  4. Syeikh Abul ‘Abas alBunni menerangkan: “Siapa membaca ayat Kursi sebanyak hitungan kata-katanya (50 kali), di tiupkan pada air hujan kemudian diminumnya, maka inysyaallah Allah mencerdaskan akalnya dan memudahkan faham pada pelajaran yang dipelajari.
  5. Siapa yang membaca ayat Kursi selepas sembahyang fardhu, ASyeikh al Buni menerangkan: Siapa yang membaca ayat Kursi sebanyak hitungan hurufnya (170 huruf), Insya Allah, Tuhan akan memberi pertolongan dalam segala hal dan menunaikan segala hajatnya, dam melapangkan fikiranyan, diluluskan rezekinya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dituntutnya.
  6. Abdurahman bin Auf menerangkan bahawa, ia apabila masuk ke rumahnya dibaca ayat Kursi pada empat penjuru rumahnya dan mengharapkan dengan itu menjadi penjaga dan pelindung syaitan.
  7. Syeikh Buni menerangkan: Siapa yang takut terhadap serangan musuh hendaklah ia membuat garis lingkaran denga nisyarat nafas sambil membaca ayat Kuris. Kemudian ia masuk bersama jamaahnya kedalam garis lingkaran tersebut menghadap kearah musuh, sambil membaca ayat Kursi sebayak 50 kali, atau sebanyak 170 kali, insyaallah musuh tidak akan melihatnya dan tidak akan memudharatkannya.
  8. Syeikul Kabir Muhyiddin Ibnul Arabi menerangkan bahwa; Siapa yang membaca ayat Kursi sebayak 1000 kali dalam sehari semalam selama 40 hari, maka demi Allah, demi Rasul, demi alQuran yang mulia, Tuhan akan membukakan baginya pandangan rohani, dihasilkan yang dimaksud dan diberi pengaruh kepada manusia.

    Silahkan bagikan/share kabar ini pada saudara-saudara kita agar mereka lebih bersyukur atas anugerah nikmat nafas kita.

    Indahnya Cinta saling berbagi
     #SEFT(SpiritualEmotionalFreedomTechnique)
    #LoGOS(LovingGod,BlessingOthers,SelfImprovement)


     

"Cara Meningkatkan Keharmonisan Keluarga"



Solusi Keluarga Harmonis | Sudah bukan hal yang mudah jika sudah hidup berumah tangga. Banyak sekali kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipenuhi untuk setiap pasangan suami istri. Dalam berumah tangga, sudah pasti kita akan menemukan sebuah situasi dimana pertengkarang akan sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh kesalahpahaman yang berujung pada hancurnya rumah tangga yang selama ini telah dibangun.
1be4c8208404f6b34edcd903e315286a_keluarga-harmonis
Pertengkaran memang hal yang wajar bila diambil sisi positifnya. Kenapa, karena dengan pertengkaran kita bisa saling mengerti apa yang diinginkan oleh pasangan kita. Namun pertengkaran juga bisa berdampak negatif apabila tidak diselesaikan dengan hati yang dingin. Nah, pertengkaran itu bisa menghancurkan rumah tangga anda. Hampir semua kasus pertengkaran berujung pada perceraian. Perceraian sebenarnya bukan pilihan yang tepat. Namun karena tidak tenangnya hati dan tidak adanya titik temu penyelesaiannya maka pasangan tersebut memilih untuk pisah alias cerai.
Perceraian adalah jalan pintas yang sebenarnya bisa memicu permasalahan baru yang berdampak kepada pertumbuhan anak-anak anda terutama dalam hal psikologis. Jadi, alangkah baiknya sebelum perceraian terjadi, pasangan tersebut bisa mengambil langkah agar dapat mengembalikan keharmonisan keluarga tersebut. dengan cara mencari solusi keluarga harmonis.
Biasanya rahasia pasutri yang paling sering digunakan dalam mencari solusi keluarga harmonis adalah dengan meminta saran dari orang tua pasangan tersebut, atau bisa juga dengan meminta saran dari mertua. Biasanya seorang anak akan patuh dan mendengarkan apa yang orang tua katakan. Karena walaupun pasangan tersebut sudah menjadi orang tua, namun tetap orang tua mereka yang bisa memberikan ketenangan tersendiri.
Kemudian, dalam meningkatkan keharmonisan keluarga dapat dengan saling intropeksi diri. Ada kalanya memang kita harus sendiri untuk memikirkan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Dengan kesendirian tersebut maka kita dapat mengukur setinggi apa tingkat kerinduan kita terhadap pasangan kita.
Selain itu, solusi keluarga harmonis adalah saling mendengarkan pendapat pasangan anda. Kebanyakan dari pasangan selalu menggunakan emosi mereka tanpa mendengarkan pendapat dari pasangannya. Sehingga tidak ada titik temu dari permasalahan tersebut.
Dengan begitu anda bisa meningkatkan lagi keharmonisan keluarga anda. Apabila cara tersebut masih tidak bisa, carilah solusi keluarga harmonis dengan menyesuaikan permasalahan apa yang sedang dihadapi.

"Subhanallah Walhamdulillah Walailaha illallah Wallahu Akbar "

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

*

"Lazimkan membaca  
subha nallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akhbar, kerana semua itu dapat menghapuskan dosa sebagaimana gugurnya daun dari pohon". (HR Ibnu Majah)

Dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه, beliau berkata: 

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda: “Saya bertemu dengan Nabi Ibrahim عليه السلام – ketika malam saya diisra’kan dan Baginda bersabda: Wahai Muhammad, sampaikanlah salam dari padaku kepada umatmu, dan beritahukanlah kepada mereka, bahawasanya syurga itu subur tanahnya, manis airnya, terhampar luas dan tanamannya adalah ucapan zikir, 

 سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ 
(Subhanallahi walhamdulillah walaa ilaaha illallahu wallahu akbar). 
 (HR At Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah shallaAllahu `alaihi wa sallam bertemu dengannya. Dia sedang menanam tanaman, lalu Rasulullah bertanya, "Apa yang sedang engkau tanam ?" Aku menjawab, "Satu tanaman wahai Rasulullah". Rasulullah bersabda, "Mahukah aku beritahu tanaman yang lebih baik dari ini ?

" Tanaman itu ialah Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illallah, Wallahu Akbar (Maha suci Allah, segala puji bagi-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar). Setiap satu bacaan akan ditanam untukmu sebatang pokok di Syurga. (HR At Tirmidzi)

"Semut Bertasbih "

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Semut Bertasbih

*


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

قرصت نملةٌ نبيًّا من الأنبياءِ ، فأمر بقريةِ النملِ فأُحْرِقت، فأوحى اللهُ إليه: أن قرصتك نملةٌ أحْرَقتَ أُمةً من الأُممِ تُسَبِّحُ؟

"Seekor semut menggigit seorang Nabi. Lalu, Nabi tersebut memerintahkan supaya perkampungan semut itu dibakar. Lalu Allah Ta'ala mewahyukan kepada Nabi tersebut: Hanya seekor semut yang menggigitmu, (kenapa) engkau membakar SATU UMAT daripada pelbagai UMAT YANG BERTASBIH? " [Shahih Bukhari (3309), Shahih Muslim (2241)]

"Astaghfirullah hal 'azim al lazi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih"



Astaghfirullah hal 'azim al lazi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih

*


"Sesiapa mengucapkan astaghfirullah hal 'azim al lazi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih, akan diampuni dosa-dosanya, walaupun dia pernah lari dari medan peperangan". (HR Al Hakim)

"Sesiapa yang mengucapkan pada masa dia mau tidur : astaghfirullah hal 'azim al lazi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih, maka di ampun dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan, walaupun sebanyak bilangan daun di pokok, walaupun sebanyak pasir di pantai dan walau sebanyak mana bilangan hari di dunia." (HR at-Tirmizi, Hasan Gharib, al-Jami', no. 3397)

"Solat Fajar"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Solat Fajar

*

Solat sunat dua rakaat sebelum solat fardhu Subuh dikenali sebagai Solat Fajar atau Solat Qabliyah Subuh atau Solat Sunat Subuh.

Ia dikerjakan selepas azan Subuh dan sebelum solat fardhu Subuh.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Solat fajar 2 rakaat lebih baik dari dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua rakaat solat fajar lebih aku cintai daripada dunia seluruhnya.” (HR. Muslim)

Dari Aisyah ra. bahawa beliau berkata, "Tiada solat sunat yang paling Rasulullah shallaAllahu `alaihi wa sallam menjaganya, melebihi dua rakaat solat fajar.” (HR. Muslim)

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ketika solat fajar, surah Al-Kafirun dan surah Al-Ikhlas.” (HR. Muslim)


Niat solat :

اُصَلِّى سُنَّةَ الفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالىَ

Saya aku solat sunat fajar dua raka`at karena Allah Ta`ala



-- atau -- yang ini pun boleh --


اُصَلِّى سُنَّةَ الصُبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً ِللهِ تَعَالىَ

Saya aku solat sunat sebelum subuh dua raka`at karena Allah Ta`ala



Wallahu a'lam.

"Kelebihan Surah Al-Ikhlas"



Kelebihan Surah Al-Ikhlas

*
 
“Sesiapa membaca surah al Ikhlas hingga selesai 10 kali, maka Allah membangunkan baginya sebuah rumah di syurga.” (HR. Ahmad)

Dari Abu Darda’, Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al Qur’an dalam semalam?” Mereka mengatakan, ”Bagaimana kami boleh membaca sebegitu?” Lalu Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.” (HR. Muslim no. 1922)

Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa dia mendengar seorang membaca dengan berulang-ulang ’Qul huwallahu ahad’. Tatkala pagi hari, orang yang mendengar tadi mendatangi Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut. Kemudian Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surah ini sebanding dengan sepertiga Al Qur’an”. (HR. Bukhari)

An Nawawi mengatakan, dalam riwayat yang lainnya dikatakan : ”Sesungguhnya Allah membagi Al Qur’an menjadi tiga bahagian. Lalu Allah menjadikan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) menjadi satu bahagian dari 3 bahagian tadi.” Lalu Al Qodhi mengatakan bahwa Al Maziri berkata, ”Dikatakan bahwa maknanya adalah Al Qur’an itu ada tiga bahagian iaitu membicarakan (1) kisah-kisah, (2) hukum, dan (3) sifat-sifat Allah. Sedangkan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) ini berisi pembahasan mengenai sifat-sifat Allah. Oleh kerana itu, surat ini disebut sepertiga Al Qur’an dari bahagian yang ada. (Syarh Shahih Muslim, 6/94)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir,  dia berkata, “Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan pada aku untuk membaca mu’awwidzaat selepas solat.” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas (Fathul Bari, 9/62) 

Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bacalah surat QUL HUWALLAHU AHAD, QUL A'UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A'UDZU BIRABBIL FALAQ ketika petang dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan." (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428)

Dari 'Aisyah radhiyallohu 'anha, dia berkata, "Apabila Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Mu'awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika baginda sakit, baginda menyuruhku melakukan seperti itu" (HR. Bukhari no. 5748)

Dari Jabir bin Samroh, beliau mengatakan, “Nabi sollallahu 'alaihi wa sallam biasa ketika solat maghrib pada malam Jum’at membaca Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas)".

Dari’ Aisyah rodhiyallohu ‘anha, Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik surah yang dibaca ketika solat dua qobliyah subuh adalah Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273)

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu mengatakan,  “Aku tidak dapat menghitung kerana sangat sering aku mendengar Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam membaca surah pada solat ba’diyah maghrib dan pada solat qobliyah subuh iaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (HR. Tirmidzi no. 431)

Wallahu a'lam.

"Doa Penenang Hati"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Doa elak risau, sedih, lemah, malas, takut, lokek, beban hutang

*

Allah hum ma in nii a’uu zu bi ka mi nal ham mi wal hazan, wa a’uu zubika minal ’ajzi wal kas li,wa a’uu zubika minal jubni wal bukh li, wa a’uu zu bika min gha la batid dai ni wa qoh rir rijaal.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu daripada perasaan risau dan sedih, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat takut dan lokek, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud)

"Kelebihan Surah Al-Ikhlas"



Kelebihan Surah Al-Ikhlas

*
 
“Sesiapa membaca surah al Ikhlas hingga selesai 10 kali, maka Allah membangunkan baginya sebuah rumah di syurga.” (HR. Ahmad)

Dari Abu Darda’, Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al Qur’an dalam semalam?” Mereka mengatakan, ”Bagaimana kami boleh membaca sebegitu?” Lalu Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.” (HR. Muslim no. 1922)

Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa dia mendengar seorang membaca dengan berulang-ulang ’Qul huwallahu ahad’. Tatkala pagi hari, orang yang mendengar tadi mendatangi Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut. Kemudian Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surah ini sebanding dengan sepertiga Al Qur’an”. (HR. Bukhari)

An Nawawi mengatakan, dalam riwayat yang lainnya dikatakan : ”Sesungguhnya Allah membagi Al Qur’an menjadi tiga bahagian. Lalu Allah menjadikan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) menjadi satu bahagian dari 3 bahagian tadi.” Lalu Al Qodhi mengatakan bahwa Al Maziri berkata, ”Dikatakan bahwa maknanya adalah Al Qur’an itu ada tiga bahagian iaitu membicarakan (1) kisah-kisah, (2) hukum, dan (3) sifat-sifat Allah. Sedangkan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) ini berisi pembahasan mengenai sifat-sifat Allah. Oleh kerana itu, surat ini disebut sepertiga Al Qur’an dari bahagian yang ada. (Syarh Shahih Muslim, 6/94)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir,  dia berkata, “Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan pada aku untuk membaca mu’awwidzaat selepas solat.” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas (Fathul Bari, 9/62) 

Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bacalah surat QUL HUWALLAHU AHAD, QUL A'UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A'UDZU BIRABBIL FALAQ ketika petang dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan." (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428)

Dari 'Aisyah radhiyallohu 'anha, dia berkata, "Apabila Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Mu'awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika baginda sakit, baginda menyuruhku melakukan seperti itu" (HR. Bukhari no. 5748)

Dari Jabir bin Samroh, beliau mengatakan, “Nabi sollallahu 'alaihi wa sallam biasa ketika solat maghrib pada malam Jum’at membaca Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas)".

Dari’ Aisyah rodhiyallohu ‘anha, Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik surah yang dibaca ketika solat dua qobliyah subuh adalah Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273)

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu mengatakan,  “Aku tidak dapat menghitung kerana sangat sering aku mendengar Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam membaca surah pada solat ba’diyah maghrib dan pada solat qobliyah subuh iaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (HR. Tirmidzi no. 431)

Wallahu a'lam.

"Surah Al-Kahfi Ayat 1 - 10"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

*
Dari Abu Darda r.a., Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Jika sesiapa belajar dengan 'mata hati' dalam 10 ayat pertama Surah Al-Kahfi, dia akan terlindung dari fitnah Dajjal" (Hadis Riwayat Muslim)

Surah al-Khafi  ayat 1-10.

Audzubillahi minasyaitan nirrajim. Bismillahirrahmanirrahiim

1. Al ham du lil laa hil lazii an zala 'alaa 'ab di hil ki taa ba wa lam yaj' al la hu ie waja

2. Qay yi man li yun zi ra ba' sans sha dee dam mil la dun hu wa yu bash shi ral mu' mi nii nal lazi na yak la muu nas soo li haa ti an na la hum aj ran kha sana

3. Maa ki sii na fii hi aa ba daa

4. Wa yun zi ral la dzii na qaa lut ta kha dzal loh hu wa la daa

5. Maa la hum bihi min 'il miu wa laa li aa baa ie him ka bu rat kali ma tat takh ru ju min af waa hi him iie ya quu luu na il laa ka dzi baa

6. Fa la 'al la ka baa khi 'un naf sa ka 'a laa aa saa ri him il lam yu' mi nuu bi haa dzal hadiis si aa sa faa

7. In naa ja 'al aa maa 'a lal ard di zii na tal la haa li nab lu wa hum iy yu hum ah sa nu 'a ma laa

8. Wa inn naa la jaa 'i luu na maa 'a lai haa so iee dan ju ru zaa

9. Am ha sib ta an na as khaa bal kah fi war ra qii mi kaa nuu min aa yaa ti naa 'a ja baa

10. Iz awal fit ya tu ie lal kah fi fa qo luu rob ba naa aa ti naa minl la dunk ka rah ma taw wa hay yi' la naa min am ri naa ra sya daa

Terjemahan :

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

Segala puji tertentu bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya (Muhammad), Kitab suci Al-Quran, dan tidak menjadikan padanya sesuatu yang bengkok (terpesong): (Al-Kahfi: 1)

(Bahkan keadaannya) tetap benar lagi menjadi pengawas turunnya Al-Quran untuk memberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar) dengan azab yang seberat-beratnya dari sisi Allah, dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal-amal soleh, bahawa mereka akan beroleh balasan yang baik. (Al-Kahfi: 2)

Mereka tinggal tetap dalam (balasan yang baik) itu selama-lamanya.(Al-Kahfi: 3)

Dan juga Al-Quran itu memberi amaran kepada orang-orang yang berkata:" Allah mempunyai anak". (Al-Kahfi: 4)

(Sebenarnya) mereka tiada mempunyai sebarang pengetahuan mengenainya, dan tiada juga bagi datuk nenek mereka; besar sungguh perkataan syirik yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan perkara yang dusta. (Al-Kahfi: 5)

Maka jangan-jangan pula engkau (wahai Muhammad), membinasakan dirimu disebabkan menanggung dukacita terhadap kesan-kesan perbuatan buruk mereka, jika mereka enggan beriman kepada keterangan Al-Quran ini. (Al-Kahfi: 6)

Sesungguhnya Kami telah jadikan apa yang ada di muka bumi sebagai perhiasan baginya, kerana kami hendak menguji mereka, siapakah di antaranya yang lebih baik amalnya. (Al-Kahfi: 7)

Dan sesungguhnya Kami akan jadikan apa yang ada di bumi itu (punah-ranah) sebagai tanah yang tandus. (Al-Kahfi: 8)

Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahawa kisah "Ashaabul Kahfi" dan "Ar-Raqiim" itu sahaja yang menakjubkan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Kami? (Al-Kahfi: 9)

(Ingatkanlah peristiwa) ketika serombongan orang-orang muda pergi ke gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kami rahmat dari sisiMu, dan berilah kemudahan-kemudahan serta pimpinan kepada kami untuk keselamatan agama kami". (Al-Kahfi:10)







Wallahu 'alam.  

"Perasaan Hati Selalu Baik"



Ilmu Tasawuf

*

Ilmu tasawuf adalah ilmu untuk memurnikan hati, minda, perasaan, niat atau nafsu sebagaimana yang dituntut oleh syarak.

Setiap manusia mempunyai perasaan. 
Perasaan adalah perkara yang tidak boleh dilihat tapi cuma boleh dirasai melalui jiwa, hati dan minda.

Perasaan hati boleh dikategori kepada 2 :
1. Perasaan hati yang baik.
2. Perasaan hati yang tak baik.

Sentiasalah semak perasaan hati kita. 
Sentiasalah betulkan perasaan hati kita.
Perasaan hati yang terdidik akan menghasilkan akhlak yang baik.


Antara persaaan hati yang baik dan setiap muslim mesti memilikinya :

Khauf - Klik Sini

Ikhlas - Klik Sini

Khusyuk - Klik Sini

Qonaah - Klik Sini

Ghibtah - Klik Sini

Yakin - Klik Sini

Tawaduk - Klik Sini

Takut Allah - Klik Sini

Sabar - Klik Sini

Malu - Klik Sini

Cinta - Klik Sini - Klik Sini

Syukur - Klik Sini

Raja' - Klik Sini   

Redha - Klik Sini    

Sangka Baik - Klik Sini    

Tawakkal - Klik Sini



Antara perasaan hati yang tak baik dan mesti dibuang dari diri setiap muslim :

Ujub - Klik Sini

Riak - Klik Sini

Sum'ah - Klik Sini

Bakhil - Klik Sini

Marah - Klik Sini

Hasad - Klik Sini 

Gopoh - Klik Sini

Takabur - Klik Sini

Was-was - Klik Sini
 

Wallahu a'lam.

"Cukuplah Allah menjadi Penolong"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Cukuplah Allah menjadi Penolong

*
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. (Ali Imran: 173)

Ketika Nabi Ibrahim 'alaihi salam dilempar ke dalam api, baginda mengucapkan hasbunallahu wani’ mal wakil, lalu Allah menjadikan api yang panas menjadi dingin sehingga Nabi Ibrahim terselamat dari api yang membara itu.

Mari lazimkan membaca kalimah ini, hasbunallahu wani’ mal wakil.

Moga ada manfaat

"Harapan Cemas Khauf dan Raja' "

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Khauf dan Raja'

*


Menurut Imam Abu Bakr al-warraq (guru al-Ghazali): "Apabila engkau dengar perihal kaum kafir akan berkekalan di dalam neraka, maka jangan engkau, kerana engkau orang Islam, berasa aman dan terselamat atau terlepas daripada pembalasan seperti orang-orang kafir itu. Sebabnya, urusanmu dan dirimu itu masih di dalam ancaman bahaya. Engkau belum tahu bagaiaman keadaanmu di hujung hayatmu nanti dan betapa nasib dirimu dalan suratan di Lauhul-Mahfudz. Sebab itu, janganlah berasa sedap hati dengan masa gemilangmu sekarang. Di sebalik kegemilangan itu berkemungkinan besar tersembunyi kecelakaan".

Imam al-Ghazali pula berkata, "Jangan terpesona, terpedaya dan berasa terlalu sedap hati dan aman dengan ni'mat Islam dan ni'mat terlepas daripada kemungkaran, kerana kelurusan di pangkal jalan tidak semestinya lurus juga di hujung jalan. Ambillah iktibar daipada kisah-kisah di kalangan golongan 'abidin dahulu yang dengan tak semena-mena menjadi sesat di hujung jalan, lalu ditimpa 'kecelakaan' pada saat terakhir hayatnya".

*
Kita tidak boleh berperasaan terlalu yakin yang ni'mat Islam yang kita miliki sekarang dapat kekal sehingga akhir hayat kita. Tidak boleh over confident.

Untuk mengatasi perasaan terlalu yakin ini, kita mesti mempunyai perasaan khauf dan raja'.

Khauf adalah lawan kata al-amnu. Al-Amnu adalah rasa aman. Khauf ialah perasaan bimbang, takut, risau atau cemas.

Raja' ialah perasaan mengharap.


Biasanya khauf dan raja' juga disebut dengan istilah "harap-harap cemas".

Selayaknya sebagai hamba kepada Allah, kita kena sentiasa menaruh perasaan mengharap.

Kita juga kena sentiasa menaruh perasaan cemas, perasaan kalau-kalau, perasaan mana tahu, kerana kuasa mutlak adalah milik Allah.

Mari pastikan perasaan "harap-harap cemas" ini telah kita miliki.

Perkataan "moga" adalah antara perkataan yang melambangkan "harap-harap cemas".

Moga Allah sentiasa melimpahkan hidayah, taufiq, rahmat dan keredhaanNya kepada kita.

Moga kita berjaya mendapat khusnul-hotimah (kesudahan yang baik) ketika akhir hayat nanti.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik R.a. menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam mendatangi seorang pemuda yang sedang menghadapi kematian (sakaratul maut). Rasulullah bertanya kepada pemuda itu, “Bagaimana kamu mendapati dirimu?” Pemuda ini menjawab, “Aku mendapati diriku dalam keadaan takut atas dosa-dosa yang aku kerjakan sekaligus mengharapkan rahmat Tuhanku.” Nabi shollallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Tidaklah berkumpul dua perasaan di dalam hati seorang hamba, melainkan Allah berikan apa yang dia harapkan dan memberikan ketenteraman dari hal yang khawatirkan.” (HR. At Tirmidzi dan Nasa’i).

Wallahu a'lam.


Link pilihan:

Doa Elak Suu ul khotimah (kesudahan yang buruk)

Mati Dalam Keadaan Islam