Tampilkan postingan dengan label 'Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 'Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2015

"LAGU-LAGU PRAMUKA INDONESIA"

Lagu-lagu pramuka seperti Betemu Lagi cip H. Mutahar, Berkemah, Apa Guna Keluh Kesah, dan lain sebagainya adalah lagu lagu anak pramuka baik pramuka siaga, penggalang, pandega, penekag bantara yang dinyanyikan untuk menumbuhkan rasa semangat dan kebersaman antar anggota pramuka dan untuk mengisiwaktu senggang di dalam bumi perkemahan.
Banyak sekali lagu lagu pramuka yang sekarang banyak di jumpai dalam bentuk mp3 yang bisa kamu download di situs situs download lagu Mp3 yang banyak beredar di internet untuk kamu belajar menyanyikanya.
Apasaja dan ada berapakah lagu lagu Pramuka??
Sesuai tingkat golongan pramuka lagu lagu pramuka biasanya di bagi menjadi  beberapa bagian yaitu
  • lagu untuk pramuka siaga
  • lagu untuk pramuka penggalang
  • lagu untuk pramuka penegak dan pandega.
Nah di bawah ini adalah daftar lagu lagu pramuka yang biasanya di ajarkan dan dinyanyikan pada pramuka tingkat Siaga yang berhasil di ranggkum oleh tim redaksi tunaskelapa.com dari buku pelajaran kumpulan lagu lagu Indonesia.
LAGU-LAGU PRAMUKA INDONESIA
1. Bertemu Lagi
Ciptaan : H. Mutahar
Disinilah   Disini   Kita   Bertemu   lagi
Disinilah   Disini   Kita   Bertemu   lagi
Salam! Salam! Salam! Salam! Salam!….
2. APA GUNA KELUH KESAH
Apa Guna Keluh Kesah
Apa Guna Keluh Kesah
Apa Guna Keluh Kesah
Pramuka Tak Pernah bersusah
Apa Guna Keluh Kesah
3. API UNGGUN
Api Unggun sudah menyala…
Api Unggun sudah menyala…
Api Api Api Api Api Api..
Api Kita Sudah Menyala
4. PRAMUKA SEJATI
Rajin terampil dan gembira
Senantiasa Praja Muda Karana
Sopan dan tak kenal rasa sombong
Bersahaja setia suka menolong
Ya ya ya ya itulah Pramuka    }
Pramuka Sejati                    } 2x
Sejati kata dan Prilakunya     }
4. BERKUMPUL
Ayo kawan ayo kawan berkumpul
Berkumpul bersenang-senang semuanya
Jangan segan, jangan segan bersama
Bersama bernyanyi bergembira
Tepuk tangan, tepuk tangan,
tepuk tangan bergembira
Sekali lagi, sekali lagi,
tepuk tangan kita semua bergembira
5. TEPUK TANGAN
Mari kawan tepuk tangan
Tanda setuju Tra lala lala lala
Selingkaran diiringi lagu-lagu merdu
Tra lala lala lala
Jangan suka topang dagu
Pura-pura dungu
Itu sifat paling jelek
Janganlah di tiru
6. NYANYIKANLAH
Nyanyikan, nyanyikanlah
Lagu-lagu merdu
Gembira, gembiralah, apa yang ditunggu
Berlenggang, berlengganglah, jangan malu-malu
Gembira Tanda sehat, Hidup ceria slalu
7. ULANG TAHUNE
Ini hari ne ine
Ini hari ne ine
Ini hari ulang tahun e kita e
Ini upacara ne
Ini upacara ne
Upacara ne ulang tahun e kita e
8.MARI KE RIMBA
Mari ke rimba, mari ke rimba
Untuk bersuka ria
Ya ya ya ya ya ya rimba diganti kota
Sekarang baru-baru kita berada di rimba 2x
8. MASUK PRAMUKA
Hatiku gembira karena masuk Pramuka
Pramuka Indonesia
Berdasarkan Pancasila
Akan kuturuti apa kata Pembina
Akan kupatuhi apa kata-katanya
9. TAK KENAL RINTANGAN
Pramuka tak kenal rintangan
Meski jalan penuh halangan
Kan hilang di dalam hati yang riang
Pramuka tak kenal rintangan
10. MARS PENGGALANG
Tak ada gunung terlalu tinggi
Buat kami daki di tengah malam
Tak ada jurang terlalu dalam
Buat kami turuni di malam kelam
Hutan rimba, hutan rimba
Padang lalang, padang lalang
Dusun sunyi jalanan jauh
Panas terik, hujan berangin
Maju terus, jalan terus
Pantang patah-pantang patah
Hati kami-hati kami
Karena telitinya
Pasukan Penggalang jalanlah
Terhapus duka semua
11. BERKEMAH
Di tengah-tengah hutan
Di bawah langit biru
Tenda terpancang di tiup sang bayu
Api menjilat-jilat
Terangi rimba raya
Membawa kelana dalam impian
Dengarlah-dengarlah sayup-sayup
Suara nan merdu memecah malam
Jauhlah dari kampung turuti kata hati
Guna bakti pada bunda pertiwi
12. TAKKAN DAPAT KULUKISKAN
Takkan dapat kulukiskan
Takkan dapat kugambarkan
Takkan dapat kulupakan
Hanya dapat kukenangkan

"The Four Essential Principles by Richard Wiseman"

The four essential principles by Richard Wiseman
Rahasia si Untung
Anda pasti kenal tokoh si Untung di komik Donald Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungannya yang selalu menghampiri tokoh bebek yand di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika untung dan donal berjalan bersama, yang tiba tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung, don’t worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya. Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal hal yang membedakan orang orang beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung dan sekelompok yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial. Misalnya dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam korang yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang orang dari kelompok sial memerlukan rata rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja ! lo kok bisa ? ya, karena sebelumnya pada halaman kedua Wiseman telah meletakakan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang ! ada 43 gambar di Koran ini”. Kelompok sial melewatkan tulisan ini ketika asyik mengitung gambar. Bahkan lebih iseng lagi ditegah tengah Koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya “ berhenti menghitung sekarang dan bilan ke peneliti anda menemukan ini, dan menangkan $250!” lagi lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi ! Memang benar benar sial. Singkatnya dari penelitian yang dikalimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial :
1. Sikap Terhadap Peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan ? ternyata orang orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbukan terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal dan menciptakan jaringan social baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru. Sebagai contoh, ketika Bernett Helzbenrg seorang pemilik took permata din New Yourk hendak menjual took permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan plaza hotel, dia mendengan seorang wanita memanggil pria di sebelahnya. “ Mr. Buffet !” hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber Buffet, salah seorang investor terbesar di Aerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. Maka Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menwarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg.
Betul betul beruntung.
2. Menggunakan Intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “ hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak atikangka yang vanggil. Angka angka akan sangat membantu tapi final decision umumnya dari “gut felling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intusisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan semakin sering digunakan intuisi kita juga akan semakin tajam. Banyak teman saya yang bertanya, “mengenarkan intuisi” itu bagaimana ? apakah tibatiba ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu ? wah, kalau pengalaman saya tdiak seperti itu. Malah kalo tiba tiba mendengan suara yang tidak ketahuan sumbernya bisa bisa saya jatuh pingsan. Karena itu subjektif, mungkin saja ada orang yang beneran dengar suara. Tapi kalo pengalan saya sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya :
- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “ Gue kok tiba tiba deg deg an ya, mau dapet rejeki kali” semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat tertentu yang harus anda maknakan. Misalnya anda kok tiba tiba merina kalo mau dapet deal gede, ya diwapadai saja kalo tiba tiba erina lagi.
- Isyarat dari perassan. Tiba tiba saja anda merasakan sesuatu yang ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alamai contohnya, wktu saya masih kuliah saya suka merasa tiba tiba excited setiap melintas kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahu kemudian sya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.
- Isyarat dari Luar. “ Follow the omen” demikian kalo kata Pulo Coelho dibuku Achemist. Baca “isyarat2” dari luar yang datang pada Anda. Saya juga beberapa kali mengalami. Misalnya pernah saja tiba tiba di TV saya kok merasa seing melihat iklan suatu perusahaan tertentu, kemudian ketemu teman kok membicarakan perusahaan itu lagi, di jalan melihat iklan perusahaan tadi. Belakangan perushaan tadi ternyata menjadi klien saya. Jadi kalau akhir akhir ini anda sering berpapasan dengan Mercedez S Class dua pintu barangkali itu suatu pertanda.
3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kebaikan. Selalu berpransangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap menyal yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih prositif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, Tanya orang sukses yang anada kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.
4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wisman meminta peserta untuk menbayangkan sedang pergi ke bank dan tiba tiba bank tersebut diserbu kawanan perambok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umumnya adalah : “ wah sial bener ada ditanga tengan perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung misalnya adalah : “ untung saya ada disanan, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapt duit”. Apapun situasinya orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu berdaptasi dengan situasi buruk dan merubahya menjadi keberuntungan.
Sekolah Keberuntungan
Bagi mereka yang kuran gberuntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School. Saya yakin anda semua sudah beruntung dan tidak perlu bersekolah di Luck School, tapi ada baiknya mengintip sedikit, latihan latiah apa yang diberikan di Luck School. Salah satu yang menonjol dari orang sial adalah betap mereka seing mengabaikan hal hal yang positif disekitar mereka. Misalnya salah satu pasien Prof Wiseman adalah seorang wanita single parent yang sangat sial.
Ketika diminta menceritakan hidupnya akan segera nyerocos menceritakan setiap detil kesialannya. Betapa sulitnya memperoleh pasangan, sudah ketemu pria yang cocok tapi si pria jatuh dari motor, di lain kesempatan si pria jatuh dan patah hidungnya, sudah hamper menikah, gereja nya terbakar dan sebaginya. Pokoknya benar benar sial. Padahal dalm setiap interview siwanita datang membwa 2 orang anak yang sangat lucu lucu dan sehat. Sebagian besar dai kita kan mersa sangat beruntung memiliki 2 anak tadi. Tapi tidak bagi siwanita sial tadi. Karena 2 anak lucu tadi tidak ada dalam fikiran si wanita, yang otaknya dusah penuh dengan kesialan. Latihan yang diberikan Wiseman utuk oran goran gsemacam itu adalah dengan membuat ‘Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari wanita tadi harus mencata hal hal positif atau keberuntungan yang terjadi. Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka.
Awalnya mungkin sulit, tapi begitu ereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yang mereka tuliskan. Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung. Dan sesuai prinsip “ law of attractin” semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka. Jadi sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung, temasuk anda.
Siapa mulai menjadi si Untung ? First Open your Mind and Enjoy your Life
Sumber : Majalah CHANNEL edisi 5 jan-mar 08 
 

The secret to resolutions

 

Minggu, 01 Februari 2015

"Baden Powell"




“But the real way to get happiness is by giving out happiness to other people.
Try and leave this world a little better than you found it and when your turn comes to die, you can die happy in feeling that at any rate you have not wasted your time but have done your best.”

"The most worth-while thing is to try to put happiness into the lives of others."
― Baden Powell
"Tapi cara nyata untuk mendapatkan kebahagiaan adalah dengan memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Mencoba dan meninggalkan dunia ini sedikit lebih baik daripada Anda menemukannya dan ketika giliran Anda datang untuk mati, Anda bisa mati bahagia dalam perasaan bahwa bagaimanapun Anda tidak menyia-nyiakan waktu Anda, tetapi telah melakukan yang terbaik Anda. "


“Leave the world in better conditions in wich you found it.”
― Baden Powell

“There is no teaching to compare with example.”
― Baden Powell

"The good turn will educate the boy out of the groove of selfishness."
― Baden Powell

Is this you? Let us know. If not, help out and invite Baden to Good reads.
― Baden Powell

"The object of the patrol method is not so much having the Scoutmaster trouble as to give responsibility to the boy."
― Baden Powell

"In all of this, it is the spirit that matters. Our Scout law and Promise, when we really put them into practice, take away all occasion for wars and strife among nations."
― Baden Powell


"The most worth-while thing is to try to put happiness into the lives of others."
― Baden Powell


"The more responsibility the Scoutmaster gives his patrol leaders, the more they will respond."
― Baden Powell


"An individual step in character training is to put responsibility on the individual."
― Baden Powell


"See things from the boy's point of view."


"Correcting bad habits cannot be done by forbidding or punishment."


"Trust should be the basis for all our moral training."


"The Scoutmaster guides the boy in the spirit of another brother."


"In all of this, it is the spirit that matters. Our Scout law and Promise, when we really put them into practice, take away all occasion for wars and strife among nations."

"The spirit is there in every boy; it has to be discovered and brought to light."






    Varied are the ideas of what constitutes 'success,' e.g. money, position, power, achievement, honours, and the like. But these are not open to every mannor do they bring what is real success, namely, happiness.
    (Robert Baden-Powell)

    (Robert Baden-Powell)
    I have often urged my young friends, when faced with an adversary, to 'play polo' with him i.e., not to go at him bald-headed but to ride side by side with him and gradually edge him off your track. Never lose your temper with him. If you are in the right there is no need to, if you are in the wrong you can't afford to.
    (Robert Baden-Powell)

    I have over and over again explained that the purpose of the Boy Scout and Girl Guide Movement is to build men and women as citizens endowed with the three H's namely, Health, Happiness and Helpfulness. The man or woman who succeeds in developing these three attributes has secured the main steps to success this Life.
    (Robert Baden-Powell)

    The more responsibility the Scoutmaster gives his patrol leaders, the more they will respond.
    (Robert Baden-Powell)

    Success in training the boy depends largely on the Scoutmaster's own personal example.
    (Robert Baden-Powell)

    This world that we're a' livin' in Is mighty hard to beat Of course there's thorns in every rose, But ain't the roses sweet
    (Robert Baden-Powell)

    As Sir Henry Newbolt sums it up 'The real test of success is whether a life has been a happy one and a happy giving one.'
    (Robert Baden-Powell)

    The spirit is there in every boy; it has to be discovered and brought to light.
    (Robert Baden-Powell)

    The most worth-while thing is to try to put happiness into the lives of others.
    (Robert Baden-Powell)

    To get a hold on boys you must be their friend.
    (Robert Baden-Powell)

    Possibly the best suggestion in condensed form, as to how to live, was given by my old Headmaster, Dr. Haig Brown, in 1904, when he wrote his Recipe for Old Age. A diet moderate and spare, Freedom from base financial care, Abundant work and little leisure, A love of duty more than pleasure, An even and contented mind In charity with all mankind, Some thoughts too sacred for display In the broad light of common day, A peaceful home, a loving wife, Children, who are a crown of life These lengthen out the years of man Beyond the Psalmist's narrow span.
    (Robert Baden-Powell)

    The great thing that strikes you on looking back is how quickly you have comehow very brief is the span of life on this earth. The warning that one would give, therefore, is that it is well not to fritter it away on things that don't count in the end nor on the other hand is it good to take life too seriously as some seem to do. Make it a happy life while you have it. That is where success is possible to every man.
    (Robert Baden-Powell)

    (When next you are worried or angry, force yourself to turn up the corners of your mouth and smile-and you will find the value of this tip.)
    (Robert Baden-Powell)

    See things from the boy's point of view.
    (Robert Baden-Powell)

 

 
 

Rabu, 28 Januari 2015

Nilai Pendidikan 'Api Unggun'

"Aku Bangga menjadi PRAMUKA"
  Nilai Pendidikan 'Api Unggun' 
 PRAMUKA justru Perkuat Karakter Generasi Muda.
Kegiatan kepramukaan 'Api Unggun'  menempa anggotanya berkarakter budaya bangsa Indonesia. Kegiatan Pramuka sangat bermakna antara lain melalui kegiatan Api Unggun menjiwai mewarnai pembentukkan, pemantapan  pribadi-pribadi berkarakter; yang peduli terhadap lingkungan; baik itu di keluarga, masyarakat, negara dan dunia.
  •     Mempererat persaudaraan
  •     Memupuk kerja sama (gotong royong)
  •     Menambah rasa percaya diri
  •     Mengembangkan bakat dan kreatifitas
  •     Memupuk kedisiplinan
  •     Membuat suasana gembira, bahagia
  •     .............................................
  •     .............................................
Nilai-nilai pendidikan Api Unggun, sangat besar manfaatnya. Teraplikasikan dalam kegiatan api unggun dari mulai persiapan pembuatan api unggun hingga ke pertunjukan-pertunjukan yang ditampilkan setelah api unggun

https://www.youtube.com/watch?v=HpWSmi7k2ik

 <iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/HpWSmi7k2ik" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

https://www.youtube.com/watch?v=HpWSmi7k2ik

Senin, 06 Oktober 2014

Sejarah : Jayabaya, Sabda Palon, Ranggawarsito

Sepenggal Sejarah : Jayabaya, Sabda Palon, Ranggawarsito (Part 2)

Ini merupakan lanjutan dari yang part 1 sebelumnya, sekali lagi percayalah hanya kepada Allah SWT karena ini adalah salah satu sejarah dan budaya.. Presiden 1 kita Ir.Soekarno pernah mengatakan Jangan Sekali kali melupakan sejarah, dan aku pernah dengar atau membaca bahwa untuk menghancurkan sebuah negara itu mudah, pelajari budaya dan sejarah mereka, kemudian hapus sejarah mereka, hapus ingatan masa lalu mereka, dan mereka akan lupa asal mula mereka dengan begitu kita dapat dengan mudah menguasai negara itu.. kalau orang barat/asing mau mempelajari sejarah kita, kenapa kita tidak???

Bismillahirrohmanirrohim,

Dari kajian karya-karya leluhur kita di atas menyiratkan bahwa segala sesuatunya memang harus dan akan terjadi dan tidak dapat ditolak. Sementara berkaitan dengan bencana terakhir yang terjadi, yaitu meletusnya Gunung Merapi yang kemudian disusul dengan Gempa Yogya dan Pangandaran, serta Semburan Lumpur Panas Sidoarjo yang tak kunjung berhenti merupakan realita ucapan “Sabda Palon” kepada Prabu Brawijaya dan Sunan Kalijaga. Berikut ini saya paparkan Ramalan Sabdo Palon :

1. Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan Kalijaga didampingi oleh Punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong.

2. Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya: “Sabda Palon, sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci dan baik.”

3. Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Sudah digaris kita harus berpisah.

4. Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha (maksudnya Kawruh Budi) lagi, saya sebar seluruh tanah Jawa.

5. Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya.

6. Lahar tersebut mengalir ke barat daya. Baunya tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat bila diubah lagi.

7. Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.

8. Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada ditangan-Nya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya.

9. Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak. Orang yang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para priyayi banyak yang susah hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak yang hilang di hutan.

10. Bumi sudah berkurang hasilnya. Banyak hama yang menyerang. Kayupun banyak yang hilang dicuri. Timbullah kerusakan hebat sebab orang berebutan. Benar-benar rusak moral manusia. Bila hujan gerimis banyak maling tapi siang hari banyak begal.

11. Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan. Mereka tidak mengingat aturan negara sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut. Hal tersebut berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata di tanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia.

12. Bahaya penyakit luar biasa. Di sana-sini banyak orang mati. Hujan tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon roboh semuanya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang.

13. Seperti lautan meluap airnya naik ke daratan. Merusakkan kanan kiri. Kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup di pinggir sungai terbawa sampai ke laut. Batu-batu besarpun terhanyut dengan gemuruh suaranya.

14. Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap ke kanan serta ke kiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun.

15. Gempa bumi tujuh kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah brekasakan yang menyeret manusia ke dalam tanah. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa. Banyak yang tidak dapat sembuh. Kebanyakan mereka meninggal dunia.

16. Demikianlah kata-kata Sabda Palon yang segera menghilang sebentar tidak tampak lagi dirinya. Kembali ke alamnya. Prabu Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara. Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun bagaimana lagi, segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin diubahnya lagi.
Keterangan :
Tanggal 13 Mei 2006 lalu bertepatan dengan hari Waisyak (Budha) dan hari Kuningan (Hindu), Gunung Merapi telah mengeluarkan laharnya ke arah Barat Daya (serta merta pada waktu itu ditetapkan status Merapi dari “Siaga” menjadi “Awas”). Dari uraian Ramalan Sabdo Palon di atas, maka dengan keluarnya lahar Merapi ke arah Barat Daya menandakan bahwa Sabdo Palon sudah datang kembali. 500 tahun setelah berakhirnya Majapahit (Th 1500 an) adalah sekarang ini di tahun 2000 an.


Sampai dengan redanya, letusan Merapi hanya memakan korban 2 orang meninggal. Sebelum letusan itu Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan bahwa Merapi akan meletus dalam waktu 10 hari, ternyata tidak terbukti. Karena ucapan yang mendahului kehendak Allah (ndisiki kerso) yang tidak sepatutnya dilontarkan secara vulgar oleh seorang “raja”, maka Jogja pun digoyang gempa (disusul Pangandaran) yang banyak memakan korban jiwa dan harta benda. Bahkan kita semua tidak tersadar bahwa Merapi sebenarnya tetap meletus, namun berpindah tempat di Sidoarjo dengan semburan lumpur panasnya yang beracun. Semburan lumpur panas ini merupakan peristiwa yang sangat luar biasa yang dampaknya akan banyak menyedot dana dan memakan korban jiwa. Secara penglihatan spiritual, teknologi apapun dan kesaktian paranormal/ulama se-nusantarapun tidak akan mampu menghentikan semburan lumpur ini. Bahkan peristiwa ini akan berpotensi memicu terjadinya chaos (goro-goro) yang pada gilirannya akan dapat menjatuhkan pemerintah. Sementara bencana-bencana ini akan terus berlanjut. Hanya seorang Waliyullah (kekasih Allah) saja yang dapat meredakan semuanya. Namun sayang, orang seperti ini selalu saja sangat tersembunyi.


Semua peristiwa alam yang terjadi adalah merupakan peristiwa gaib, karena semua terjadi karena kehendak Yang Maha Gaib, Allah Azza wa Jalla. Sehingga tidak dapat dilawan dengan kesombongan akal pikiran. Solusi atau jawaban tentang apa yang terjadi pada bangsa ini sebenarnya telah ada di dalam misteri bait-bait Ramalan Joyoboyo, R.Ng. Ronggowarsito maupun Sabdo Palon. Kebenaran selalu saja tersembunyi. Kata sandi dari jawaban misteri ini adalah : JOGLOSEMAR. Joglo telah runtuh, yang ada tinggal Semar. Inilah hakekat kondisi negara saat ini. Sebagai panduan perlu saya garis bawahi kata kunci yang ada di dalam bait-bait karya leluhur kita, yaitu :

1. Di dalam ramalan R.Ng. Ronggowarsito menyiratkan bahwa Satria VI (Satriyo Boyong Pambukaning Gapura) harus menemukan dan bersinergi dengan seorang spiritualis sejati satria piningit (tersembunyi) agar kepemimpinannya selamat.

2. Dalam bait 22 ramalan Joyoboyo dikatakan “Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti dan memahami lambang tersebut.”

3. Dari ucapan Sabdo Palon dalam ramalan Sabdo Palon tersirat bahwa dengan fenomena alam yang digambarkan (seperti yang terjadi saat ini) menandakan bahwa Sabdo Palon beserta momongan (asuhan) nya telah datang untuk mem-Budi Pekertikan bangsa ini (secara rinci terdapat di dalam Serat Darmogandul). Sabdo Palon secara hakekat adalah Semar.

4. JOGLOSEMAR = Jogja – Solo – Semarang. Dari peristiwa gempa Jogja telah membuktikan bahwa kerajaan Mataram Jogja & Solo sudah tidak memiliki aura lagi. Hal ini terbukti dengan hancurnya Bangsal Traju Mas (tempat penyimpanan pusaka kerajaan) dan Tamansari (tempat pertemuan raja dengan Kanjeng Ratu Kidul). Hal lain adalah robohnya gapura makam HB IX (Jogja) dan PB XII (Solo) di kompleks makam raja-raja Imogiri, sebagai perlambang bahwa Keraton Jogja – Solo sudah tidak memiliki aura dan kharisma. Sehingga yang tersisa tinggallah “Semarang” (Mataram Kendal).

Seandainya Aku Seorang Belanda - Ki Hajar Dewantoro

Als ik eens Nederlander was 

(Seandainya Aku Seorang Belanda)



“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya”.



Tulisan ini termuat dalam harian De Expres 1913 yang ditulis oleh R.M. Soewardi Soeryaningrat yang sering disebut Ki Hajar Dewantara

Artikel ini ditulis karena didasari maksud Belanda untuk merayakan hari kemerdekaannya dari Perancis di Indonesia merupakan suatu perbuatan yang tidak sopan. 

Soewardi Soeryaningrat kemudian diasingkan ke Bangka, Dr Cipto Mangunkusumo ke Banda, Dr Douwes Dekker ke Timor Kupang.