Tampilkan postingan dengan label Ucapan.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ucapan.. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2018

Ucapan Idul Adha

*Assalamu'alaikum Wr. Wb..*
Saat untuk merayakan semangat kita berkurban, harapan kita mendapatkan ampunan, dan keteguhan kita beriman. 

_*Ya Rabb... Jadikanlah mudah.. ringan setiap helaan nafas dan detak jantung kami sebagai bukti cinta kepada-Mu & pengorbanan kami sebagai bukti untuk selalu mendekati-Mu...*_ Aamiin yaa Rabbal'alamiin..

*Wassalamualaikum Wr. Wb..*
Endang S & keluarga
mengucapkan;
_*SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1439 H*_
*Mohon maaf lahir dan batin..Terima kasih...*



Kamis, 05 Februari 2015

"7 Kunci Kebahagiaan Hidup"




Ibnu Abbas ra. seorang sahabat Rasulullah SAW. suatu ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah para Sahabat) mengenai kebahagiaan dunia. Ibnu Abbas menjawab bahwa ada 7 (tujuh) kunci mendapatkan kebahagiaan dunia, yaitu:
1.  hati yang selalu bersyukur: memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya, sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress; inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas dalam memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan dan diputuskan oleh Allah untuknya, justru membuat ia semakin terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah tersebut. Jika sedang mengalami kesulitan, maka ia akan segera ingat akan sabda Rasulallah SAW.: "Kalau kita sedang sulit maka perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan maka ia bersyukur dengan semakin memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih banyak lagi. Jika ia tetap bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan-kemudahan yang lebih banyak lagi, Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

2. pasangan hidup yang shaleh; mendapatkan pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah tangga yang shaleh juga. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam megajak anak dan istrinya kepada keshalehan. Maka berbahagialah seorang istri bila mempunyai seorang suami yang sholeh, yang pasti akan menjaga istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang shalihah, akan memiliki keikhlasan dan kesabaran luar biasa dalam melayani suaminya,walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah seorang suami yang memiliki seorang istri yang shalihah.

3.  anak yang baik; Suatu hari ketika Rasulallah SAW. sedang thawaf, ia bertemu dengan seorang pemuda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulallah bertanya kepada pemuda itu: "Kenapa pundakmu itu?" Pemuda itu menjawab: "Ya Rasulallah, saya dari Yaman, saya menpunyai seorang ibu yang sudah tua. Saya mencintainya dan saya tidak pernah melepaskannya kecuali ketika ia sedang buang hajat, shalat, atau istirahat. Selain itu saya selalu menggendongnya. Ya Rasulallah, apakah aku termasuk orang yang sudah berbakti kepada orang tua?" Nabi SAW. sambil memeluk anak muda itu berkata: "Sungguh Allah ridha kepadamu, kamu termasuk anak yang shaleh, anak yang berbakti. Tapi ketahuilah, cinta dan kebaikan orang tuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapatkan gambaran bahwa amal ibadah kita tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana do'a anak yang shaleh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang shalihah.

4. lingkungan yang kondusif untuk iman kita; maksudnya ialah kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita haruslah orang yang memiliki nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya Rasulallah menganjurkan kepada kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang shaleh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan akan mengingatkan kita bila berbuat salah. Orang-orang yang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya di wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang shaleh.

5.  harta yang halal; Islam bukanlah menilai harta berdasarkan jumlahnya tetapi lebih berdasarkan pada kehalalannya. Ini tidak berarti Islam melarang umatnya untuk kaya. Dalam sebuah riwayat Imam Muslim dalam bab tentang sadaqah, Rasulallah SAW. pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdo'a sambil mengangkat tangannya, "Kamu berdo'a sudah bagus" kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalmu didapat secara haram, bagaimana do'amu akan dikabulkan ?". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena do'anya akan mudah dikabulkan Allah SWT. Selain itu harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya akan semakin bersih, suci, dan kokoh, sehingga memberikan ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang dengan teliti selalu menjaga kehalalan hartanya.

6.  semangat untuk memahami agama; semangat memahami agama diwujudkan dengan semangat dalam memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terpacu untuk mempelajari lebih jauh lagi ilmu tentang sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin ia cinta kepada agamanya, semakin tinggi pula cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberikan cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan menghidupkan hatinya. Hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi oleh nikmat iman dan nitmat Islam. Maka berbahagialah orang-orang yang dengan penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

7.  umur yang barokah; umur yang barokah ini artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Selain itu pikirannya terfokus pada keinginan bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka ia pun sibuk berangan-angan menikmati kenikmatan dunia yang belum sempat ia rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati keinginan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua akan semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah SWT. Inilah semangat hidup orang-orang yang umurnya barokah.

Demikianlah pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai tujuh kunci kebahagiaan hidup di dunia. Lalu bagaimanakah agar kita dikaruniai Allah ke tujuh kunci kebahagiaan dunia tersebut ? Selain berusaha keras untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT. dengan sesering dan se-khusyu' mungkin dengan membaca do'a "sapu jagat", yaitu do'a yang paling sering dibaca oleh Rasulallah SAW. yang mana baris pertama do'a tersebut "Rabbanaa aarina fid dun-yaa hasanah" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah kepadaku kebahagiaan dunia"), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh kunci kebahagiaan dunia sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu abbas ra. yaitu: hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang shaleh, anak yang shaleh, teman-teman atau lingkungan yang shaleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama Islam, dan umur yang barokah.

Walaupun kita sulit untuk memdapatkan ke tujuh kunci kebahagiaan dunia tersebut, setidak-tidaknya kalau kita mendapatkan sebagiannya saja sudah patut kita syukuri.

Sedangkan mengenai kelanjutan do'a sapu jagat tersebut yaitu: "wa fil aakhiroti hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukanlah surga tetapi rahmat Allah SWT, kasih sayang Alah SWT. Surga itu hanya sebagian kecil dari rahmat Allah SWT, kita masuk surga bukan karena amal shaleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal shaleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan shalat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal sholeh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.

Kata Rasulullah SAW, "Amal shaleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan engkau Ya Rasulallah ?" Jawab Rasulallah SAW. "amal shalehku pun juga tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya: "Kalau begitu dengan apa kita masuk surga ?" Nabi SAW. kembali menjawab: "Kita masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata". (Rasulullah SAW)

Jadi shalat kita, puasa kita, ta'aruf kita sebenarnya bukan untuk mendapatkan surga, tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah SWT. Dengan rahmat Allah SWT. itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).

"Fadhilah Ayat Kursi"


Khasiat Ayat Kursi:
  1. Siapa yang membaca ayat Kursi dengan istikamah setiap kali selesai shalat fardhu Allah SWT akan mengampunkan dosanya dan siapa yang membacanya ketika hendak tidur maka Allah SWT mewakilkan dua malaikat yang menjaga selama tidurnya sampai pagi, terpelihara dari gangguan syaitan dan membacanya ketika ia marah, maka akan hilang rasa marahnya, membaca pagi dan petang, setiap kali masuk ke rumah atau ke pasar, masuk ke tempat tidur dan musafir, Insya Allah akan diamankan dari godaan syaitan dan penguasa yang kejam, diselamatkan dari kejahatan manusia dan kejahatan binatang yang memudharatkan. Terpelihara dirinya dan keluarganya, anak-anaknya, hartanya, rumahnya dari kecurian, kebakaran dan keterpurukan.
  2. Dalam kitab Assarul Mufidah, barang siapa yang mengamalkan membaca ayat kursi, setiap kali membaca sebanyak 18 kali, Insya Allah ia akan hidup berjiwa tauhid, dibukakan dada dengan berbagai hikmat, dimudahkan rezekinya, dinaikkan martabatnya, diberikan kepadanya pengaruh sehingga orang selalu segan kepadanya, diperlihara dari segala bencana dengan izin Allah SWT.
  3. Salah seorang ulama Hindi mendengar dari salah seorang guru besarnya dari Abi Lababah r.a, membaca ayat Kursi sebanyak anggota sujud (7 kali) setiap hari ada benteng pertahanan Rasulallah SAW.
  4. Syeikh Abul ‘Abas alBunni menerangkan: “Siapa membaca ayat Kursi sebanyak hitungan kata-katanya (50 kali), di tiupkan pada air hujan kemudian diminumnya, maka inysyaallah Allah mencerdaskan akalnya dan memudahkan faham pada pelajaran yang dipelajari.
  5. Siapa yang membaca ayat Kursi selepas sembahyang fardhu, ASyeikh al Buni menerangkan: Siapa yang membaca ayat Kursi sebanyak hitungan hurufnya (170 huruf), Insya Allah, Tuhan akan memberi pertolongan dalam segala hal dan menunaikan segala hajatnya, dam melapangkan fikiranyan, diluluskan rezekinya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dituntutnya.
  6. Abdurahman bin Auf menerangkan bahawa, ia apabila masuk ke rumahnya dibaca ayat Kursi pada empat penjuru rumahnya dan mengharapkan dengan itu menjadi penjaga dan pelindung syaitan.
  7. Syeikh Buni menerangkan: Siapa yang takut terhadap serangan musuh hendaklah ia membuat garis lingkaran denga nisyarat nafas sambil membaca ayat Kuris. Kemudian ia masuk bersama jamaahnya kedalam garis lingkaran tersebut menghadap kearah musuh, sambil membaca ayat Kursi sebayak 50 kali, atau sebanyak 170 kali, insyaallah musuh tidak akan melihatnya dan tidak akan memudharatkannya.
  8. Syeikul Kabir Muhyiddin Ibnul Arabi menerangkan bahwa; Siapa yang membaca ayat Kursi sebayak 1000 kali dalam sehari semalam selama 40 hari, maka demi Allah, demi Rasul, demi alQuran yang mulia, Tuhan akan membukakan baginya pandangan rohani, dihasilkan yang dimaksud dan diberi pengaruh kepada manusia.

    Silahkan bagikan/share kabar ini pada saudara-saudara kita agar mereka lebih bersyukur atas anugerah nikmat nafas kita.

    Indahnya Cinta saling berbagi
     #SEFT(SpiritualEmotionalFreedomTechnique)
    #LoGOS(LovingGod,BlessingOthers,SelfImprovement)


     

"Cara Meningkatkan Keharmonisan Keluarga"



Solusi Keluarga Harmonis | Sudah bukan hal yang mudah jika sudah hidup berumah tangga. Banyak sekali kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipenuhi untuk setiap pasangan suami istri. Dalam berumah tangga, sudah pasti kita akan menemukan sebuah situasi dimana pertengkarang akan sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh kesalahpahaman yang berujung pada hancurnya rumah tangga yang selama ini telah dibangun.
1be4c8208404f6b34edcd903e315286a_keluarga-harmonis
Pertengkaran memang hal yang wajar bila diambil sisi positifnya. Kenapa, karena dengan pertengkaran kita bisa saling mengerti apa yang diinginkan oleh pasangan kita. Namun pertengkaran juga bisa berdampak negatif apabila tidak diselesaikan dengan hati yang dingin. Nah, pertengkaran itu bisa menghancurkan rumah tangga anda. Hampir semua kasus pertengkaran berujung pada perceraian. Perceraian sebenarnya bukan pilihan yang tepat. Namun karena tidak tenangnya hati dan tidak adanya titik temu penyelesaiannya maka pasangan tersebut memilih untuk pisah alias cerai.
Perceraian adalah jalan pintas yang sebenarnya bisa memicu permasalahan baru yang berdampak kepada pertumbuhan anak-anak anda terutama dalam hal psikologis. Jadi, alangkah baiknya sebelum perceraian terjadi, pasangan tersebut bisa mengambil langkah agar dapat mengembalikan keharmonisan keluarga tersebut. dengan cara mencari solusi keluarga harmonis.
Biasanya rahasia pasutri yang paling sering digunakan dalam mencari solusi keluarga harmonis adalah dengan meminta saran dari orang tua pasangan tersebut, atau bisa juga dengan meminta saran dari mertua. Biasanya seorang anak akan patuh dan mendengarkan apa yang orang tua katakan. Karena walaupun pasangan tersebut sudah menjadi orang tua, namun tetap orang tua mereka yang bisa memberikan ketenangan tersendiri.
Kemudian, dalam meningkatkan keharmonisan keluarga dapat dengan saling intropeksi diri. Ada kalanya memang kita harus sendiri untuk memikirkan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Dengan kesendirian tersebut maka kita dapat mengukur setinggi apa tingkat kerinduan kita terhadap pasangan kita.
Selain itu, solusi keluarga harmonis adalah saling mendengarkan pendapat pasangan anda. Kebanyakan dari pasangan selalu menggunakan emosi mereka tanpa mendengarkan pendapat dari pasangannya. Sehingga tidak ada titik temu dari permasalahan tersebut.
Dengan begitu anda bisa meningkatkan lagi keharmonisan keluarga anda. Apabila cara tersebut masih tidak bisa, carilah solusi keluarga harmonis dengan menyesuaikan permasalahan apa yang sedang dihadapi.

"Semut Bertasbih "

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Semut Bertasbih

*


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

قرصت نملةٌ نبيًّا من الأنبياءِ ، فأمر بقريةِ النملِ فأُحْرِقت، فأوحى اللهُ إليه: أن قرصتك نملةٌ أحْرَقتَ أُمةً من الأُممِ تُسَبِّحُ؟

"Seekor semut menggigit seorang Nabi. Lalu, Nabi tersebut memerintahkan supaya perkampungan semut itu dibakar. Lalu Allah Ta'ala mewahyukan kepada Nabi tersebut: Hanya seekor semut yang menggigitmu, (kenapa) engkau membakar SATU UMAT daripada pelbagai UMAT YANG BERTASBIH? " [Shahih Bukhari (3309), Shahih Muslim (2241)]

"LAGU-LAGU PRAMUKA INDONESIA"

Lagu-lagu pramuka seperti Betemu Lagi cip H. Mutahar, Berkemah, Apa Guna Keluh Kesah, dan lain sebagainya adalah lagu lagu anak pramuka baik pramuka siaga, penggalang, pandega, penekag bantara yang dinyanyikan untuk menumbuhkan rasa semangat dan kebersaman antar anggota pramuka dan untuk mengisiwaktu senggang di dalam bumi perkemahan.
Banyak sekali lagu lagu pramuka yang sekarang banyak di jumpai dalam bentuk mp3 yang bisa kamu download di situs situs download lagu Mp3 yang banyak beredar di internet untuk kamu belajar menyanyikanya.
Apasaja dan ada berapakah lagu lagu Pramuka??
Sesuai tingkat golongan pramuka lagu lagu pramuka biasanya di bagi menjadi  beberapa bagian yaitu
  • lagu untuk pramuka siaga
  • lagu untuk pramuka penggalang
  • lagu untuk pramuka penegak dan pandega.
Nah di bawah ini adalah daftar lagu lagu pramuka yang biasanya di ajarkan dan dinyanyikan pada pramuka tingkat Siaga yang berhasil di ranggkum oleh tim redaksi tunaskelapa.com dari buku pelajaran kumpulan lagu lagu Indonesia.
LAGU-LAGU PRAMUKA INDONESIA
1. Bertemu Lagi
Ciptaan : H. Mutahar
Disinilah   Disini   Kita   Bertemu   lagi
Disinilah   Disini   Kita   Bertemu   lagi
Salam! Salam! Salam! Salam! Salam!….
2. APA GUNA KELUH KESAH
Apa Guna Keluh Kesah
Apa Guna Keluh Kesah
Apa Guna Keluh Kesah
Pramuka Tak Pernah bersusah
Apa Guna Keluh Kesah
3. API UNGGUN
Api Unggun sudah menyala…
Api Unggun sudah menyala…
Api Api Api Api Api Api..
Api Kita Sudah Menyala
4. PRAMUKA SEJATI
Rajin terampil dan gembira
Senantiasa Praja Muda Karana
Sopan dan tak kenal rasa sombong
Bersahaja setia suka menolong
Ya ya ya ya itulah Pramuka    }
Pramuka Sejati                    } 2x
Sejati kata dan Prilakunya     }
4. BERKUMPUL
Ayo kawan ayo kawan berkumpul
Berkumpul bersenang-senang semuanya
Jangan segan, jangan segan bersama
Bersama bernyanyi bergembira
Tepuk tangan, tepuk tangan,
tepuk tangan bergembira
Sekali lagi, sekali lagi,
tepuk tangan kita semua bergembira
5. TEPUK TANGAN
Mari kawan tepuk tangan
Tanda setuju Tra lala lala lala
Selingkaran diiringi lagu-lagu merdu
Tra lala lala lala
Jangan suka topang dagu
Pura-pura dungu
Itu sifat paling jelek
Janganlah di tiru
6. NYANYIKANLAH
Nyanyikan, nyanyikanlah
Lagu-lagu merdu
Gembira, gembiralah, apa yang ditunggu
Berlenggang, berlengganglah, jangan malu-malu
Gembira Tanda sehat, Hidup ceria slalu
7. ULANG TAHUNE
Ini hari ne ine
Ini hari ne ine
Ini hari ulang tahun e kita e
Ini upacara ne
Ini upacara ne
Upacara ne ulang tahun e kita e
8.MARI KE RIMBA
Mari ke rimba, mari ke rimba
Untuk bersuka ria
Ya ya ya ya ya ya rimba diganti kota
Sekarang baru-baru kita berada di rimba 2x
8. MASUK PRAMUKA
Hatiku gembira karena masuk Pramuka
Pramuka Indonesia
Berdasarkan Pancasila
Akan kuturuti apa kata Pembina
Akan kupatuhi apa kata-katanya
9. TAK KENAL RINTANGAN
Pramuka tak kenal rintangan
Meski jalan penuh halangan
Kan hilang di dalam hati yang riang
Pramuka tak kenal rintangan
10. MARS PENGGALANG
Tak ada gunung terlalu tinggi
Buat kami daki di tengah malam
Tak ada jurang terlalu dalam
Buat kami turuni di malam kelam
Hutan rimba, hutan rimba
Padang lalang, padang lalang
Dusun sunyi jalanan jauh
Panas terik, hujan berangin
Maju terus, jalan terus
Pantang patah-pantang patah
Hati kami-hati kami
Karena telitinya
Pasukan Penggalang jalanlah
Terhapus duka semua
11. BERKEMAH
Di tengah-tengah hutan
Di bawah langit biru
Tenda terpancang di tiup sang bayu
Api menjilat-jilat
Terangi rimba raya
Membawa kelana dalam impian
Dengarlah-dengarlah sayup-sayup
Suara nan merdu memecah malam
Jauhlah dari kampung turuti kata hati
Guna bakti pada bunda pertiwi
12. TAKKAN DAPAT KULUKISKAN
Takkan dapat kulukiskan
Takkan dapat kugambarkan
Takkan dapat kulupakan
Hanya dapat kukenangkan

"99 Asmaulhusnah"

Alhamdulillah....
Asmaulhusnah ... adalah Nama-Nama & SIfat Allah SWT ... yang dipetik dari Al Qur'an.

99 Asmaulhusnah ..... sebaiknya dihafal (dengan diulang berkali-kali dari awal sampai akhir .... Insyaallah akan hafal dengan sendirinya).
membacanya didalam do'a (sebagai do'a) ....... caranya adalah dibaca sebagai berikut :

Yaa Allaahulladzi Laa ilaaha illaa Anta ... yaa Rohmaanu, Yaa Rohiimu, Yaa Maliku, Yaa Qudduusu, Yaa Salaamu, Yaa Mu'minu, Yaa Muhayminu, Yaa Aziizu, Yaa Jabbaru, Yaa Mutakabbiru, Yaa Khooliqqu, Yaa Baari'u, Yaa Mushawwiru, Yaa Ghoffaaru, Yaa Qohhaaru, Yaa Yaa Wahhaabu, Yaa Rozzaaqu, Yaa Fattaahu, Yaa 'Aliimu, Yaa Qobidhu, Yaa Baasithu, Yaa Khoofidhu, Yaa Roofi'u, Yaa Muizzu, Yaa Mudzillu, Ya Sami'u, Yaa Bashiiru, Yaa Hakamu, Yaa 'ADlu, Yaa Lathiifu, Yaa Khobiru, Yaa Halimu, Yaa 'Azhiimu, Yaa Ghofuuru, Yaa Syakuru, Yaa 'Aliyyu, Yaa Kabiiru, Yaa Hafiizhu, Yaa Muqiitu, Yaa Hasibu, Yaa Jaliilu, Yaa Kariimu, Yaa Roqiibu, Yaa Mujiibu, Yaa Waasi'u, Yaa Hakiimu, Yaa Waduudu, Yaa Majiidu, Yaa Baa'itsu, Yaa Syahiidu, Yaa Haqqu, Yaa Wakiilu, Yaa Qowiyyu, Yaa Matiinu, Yaa Waliyyu, Yaa Hamiidu, Yaa Muhshii, Yaa Mubdi'u, Ya Muiidu, Yaa Muhyii, yaa mumiitu, yaa hayyu, Yaa Qoyyuumu, Yaa waajidu, yaa maajid, yaa waahidu, yaa shomadu, yaa qoodiru, yaa muqtadiru, yaa muqoddimu, yaa muakhiru, yaa awwalu, yaa aakhiru, yaa zhoohiru, yaa baathinu, yaa waallii, yaa muta'aalii, yaa barru, yaa tawwaabu, yaa muntaqinu, yaa 'afuwwu, yaa rouufu, yaa maalikulmulki, yaa dzaljalaali wal'ikroom, yaa muqshitu, yaa jaami'u, yaa ghoniyuu, yaa mughnii, yaa maani'u, yaa dhoorru, yaa naafi'u, yaa nuuru, yaa haadii, yaa badii'u, yaa baaqi, yaa waaritsu, yaa rosyiidu, yaa shobur.


diulang lagi ... lalu diulang lagi dari awal sampai akhir ...diulang lagi sampai 20 kali .... insyaallah akan hafal lancar dan barokah.


dibaca sebagai dzikir ... berdo'a .... sesudah shalat Hajat, Shalat Istikharah, sesudah shalat sunnah lainnya

"4 Langkah 'THE L UC K' Factor "


  • Pertanyaan penting adalah: kita dapat belajar untuk menjadi lebih beruntung? 
  • Menurut Wiseman, jawaban atas pertanyaan ini adalah ya, karena ia percaya bahwa keberuntungan sebagian besar didasarkan pada empat prinsip psikologis yang dapat dipelajari dan ditingkatkan.
    1. Prinsip  pertama bahwa orang-orang dengan keberuntungan memperhatikan peluang keberuntungan, membuat mereka dan bertindak sesuai dengan mereka. Misalnya, mereka menumbuhkan jaringan sosial dengan orang-orang yang menarik dan menerima pengalaman yang berbeda.
    2. Prinsip kedua adalah bahwa orang dengan keberuntungan mengambil keputusan yang baik berdasarkan intuisi dan firasat - mereka mendengarkan intuisi mereka dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya.
    3. Prinsip ketiga: harapan mengenai masa depan orang-orang yang beruntung membantu mereka untuk mencapai impian dan ambisi mereka - sebagai contoh, mereka berpikir bahwa keberuntungan mereka akan dipertahankan di masa depan dan bertahan dalam tujuan mereka bahkan jika mereka gagal.
    4. Prinsip terakhir adalah bahwa orang beruntung mengubah nasib buruk menjadi peluang - prinsip ini diwujudkan, khususnya, dengan menekankan aspek positif dari bahaya mereka dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah situasi seperti itu terjadi di masa depan. 
  •  
  • 1.  (ilmiah) agar lebih beruntung  
  • 2.Professor Richard Wiseman now heads a research unit based within the Psychology Department at the University of Hertfordshire. 
  • 3.Prinsip keberuntungan Maksimalkan Kesempatan Kebetulan Dengarkan Insting Keberuntungan Anda Harapkan Kemujuran Ubah Kemalangan Menjadi Kemujuran 
  • 4.Maksimalkan Kesempatan Kebetulan 
  • 5. Membangun dan menjaga “Jaringan Keberuntungan” Menikmati bergaul dengan orang lain 
  • 6. Menyikapi hidup dengan lebih santai Santailah, nikmati setiap momen. Jangan biarkan pengharapan membatasi pandangan Anda 
  • 7.Terbuka untuk pengalaman baru Banyak orang beruntung memaksimalkan kesempatan dengan membuka diri kepada pengalaman baru. 
  • 8 Dengarkan Insting Keberuntungan Anda 
  • 9.Dengarkan intuisi dan perasaan Anda Orang yang beruntung mempercayai intuisi mereka. 
  • 10.Tingkatkan Intuisi Anda Pergi ke tempat tenang, ibadah, meditasi, dll.. Ada banyak cara untuk meningkatkan intuisi. Pilih yang sesuai dengan Anda. 
  • 11.Harapkan Kemujuran 
  • 12.Memandang masa depan dengan positif Keberuntungan akan banyak terjadi di masa depan 
  • 13.Berusaha mencapai tujuan walau kemungkinannya kecil dan tidak putus asa 
  • 14.Ubah Kemalangan Menjadi Kemujuran 
  • 15.Melihat sisi positif dari hal buruk yang dialami 
  • 16.Yakin bahwa hal buruk yang terjadi saat ini, dalam jangka panjang akan menjadi kebaikan 
  • 17.Tidak berlama-lama merenungi nasib buruk yang dialami 
  • 18.Mengambil langkah agar tidak terjadi lagi hal buruk yang sama di masa depan 
Semua hal yang saya sebutkan di atas telah diteliti oleh seorang doktor selama delapan tahun :)

Buku yang dimaksud berjudul Luck Factor (Faktor Keberuntungan). Buku ini ditulis oleh DR. Richard Wiseman dan mengupas hasil riset beliau tentang keberuntungan selama delapan tahun.
Berdasar hasil riset, keberuntungan (atau hoki) ternyata bukanlah hadiah dari dewa. Keberuntungan adalah tentang pola pikir: cara kita berpikir dan berperilaku. Artinya, keberuntungan bisa ditarik dalam hidup kita jika kita memiliki pola pikir beruntung. Maka, untuk meningkatkan keberuntungan bisa dilakukan dengan melatih pola pikir kita.
DR. Wiseman menyarankan beberapa latihan sederhana untuk melatih pola pikir beruntung dan meningkatkan keberuntungan seseorang:
  • Pertama, deklarasikan bahwa diri Anda adalah orang yang beruntung.
“Saya adalah orang yang beruntung. Setiap hari keberuntungan menghampiri saya. Dan untuk itu saya siap mengubah cara berpikir dan berperilaku saya.”
  • Kedua, praktekkan perilaku beruntung dalam keseharian Anda:
    • Terbuka dengan hal-hal baru (pertemanan, kesempatan, pengalaman);
    • Dengarkan dan latih intuisi Anda;
    • Harapkan hal-hal baik dalam segala yang Anda lakukan;
    • Temukan berkah (hal-hal positif) dalam “kemalangan” yang Anda alami.
  • Ketiga, miliki jurnal keberuntungan dan catat keberuntungan-keberuntungan yang menimpa Anda setiap hari.
Lakukan tiga hal sederhana di atas setiap hari, dan temukan bagaimana keberuntungan akan menghampiri Anda hari demi hari. Good luck

“The Luck Factor: The Scientific Study "

I wonder if you are curious about luck like me. If so, I bet you’ve asked to yourself many times if luck was a genetic trait, or just a random good chance.  Everybody knows what It “luck” means. Luck signifies to either have success or failure, which apparently is brought by chance rather than through one’s own actions.

But is it true that luck is such a random phenomenon ? And if not,  could we train ourselves to become more lucky ? And if so, how could we do it ?

The book  “The Luck Factor: The Scientific Study of the Lucky Mind”, that was written  by Richard Wiseman,  tries to answer these and other questions about luck from a scientific point of view as the book is the result of various years of scholarly research on luck.

Richard Wiseman is a Professor of Psychology at the University of Hertfordshire in the United Kingdom, who has done considerable research for various years on why some people are more lucky then others. Wiseman was a magician before graduating in Psychology from University College London (UCL). He has a Ph.D. in Psychology from the University of Edinburgh.

According to Wiseman’s book, even though luck seems to be the product of a genetic trait what plays its most critical role isn´t genetic. This is good news, as it means that  we can actually increase our good fortune in life!

What exactly this means, is that one should be prepare to recognise what type of events life puts in front of ourselves,  and act accordingly to take as much advantage  as possible of such events. To have luck (or bad luck) in our lives, depends for a large extent on ourselves. Whether we become luckier or not depends on our state of mind, the way we think and most importantly, the way we act.

I can tell you that that I  have tried this shift of perception in my life, after having read this book sometime ago and I have confirmed personally, what Wiseman’s book points out based on various scientific studies.

As an example, in his book, Dr Richard Wiseman describes his experiment with a mixed group of people who considered themselves lucky or unlucky. Part of the experiment was that all the participants were supposed to meet  Wiseman at a pub, where a £5 note would be left outside, by the entrance of the Pub,  always in the same place. The striking result was that the participants who claimed to be lucky, picked up the note from the ground, whereas the ones who thought themselves to be unlucky didn’t even notice the note.

This experiment and many others, lead Wiseman to confirm that the way we look at reality influences what we can obtain from it. In other words, if we believe that we are going to meet interesting people, we actually have more chances to end up finding them. The same goes when we think the world is full of dishonest people or lacking fine opportunities.

Our mind works in a funny way: it is always looking for reassurances for what we already think by paying more attention towards what is already part of our vision of the world. For example, if we think someone is behaving badly, we will start to notice all the elements that reinforce our view. The opposite is also true; if we believe in someone’s good heart, we will tend to see what can support our feeling. The world offers you largely what goes on in your mind, not because the world is just that (the world is complex and varied) but because your “personal antennae” are tuned in to get what your mind is busy thinking about.

In the case of Dr Wiseman’s experiment, it was easier for the people who thought themselves lucky to see the money outside the pub. What’s more, those people picked up the note; which only confirms their optimistic view of the world. On the other hand, noticing the bill outside the pub was something that would have challenged the delusion of those considering themselves unlucky: the fact that they totally ignored it could only reinforce their belief.

Even though we don’t condition the world around us, the way we look at it matters tremendously. If we don’t believe that there are good opportunities for us out there, we won’t ever notice them when we will finally find them right in front of our faces. On the other hand, if we believe that the world is filled with great possibilities for us, we will probably end up finding them.

The crucial question is: can we learn to be more lucky? According to Wiseman, the answer to this question is yes, as he believes that luck is based largely on four psychological principles that can be learned and improved.

One of them is that people with luck pay attention of the luck opportunities, create them and act according to them. For instance, they cultivate a social network with interesting people and are receptive to different experiences.

The second principle is that a person with luck takes  good decisions based on intuition and hunches – they listen to their intuition and take measures to improve it.

The third principle: expectations regarding the future of lucky people help them to achieve their dreams and ambitions – as an examples, they think that their luck will be maintained in the future and persist in their goals even if they fail.

The final principle is that lucky people transform bad luck into opportunities – this principle is manifested, in particular, by emphasising the positive aspects of their hazards and taking steps to prevent such situations to happen in the future.

Personally, I believe this book a valuable manual  as it might help you to create more fortunate opportunities in your life. The four psychological principles defend by Dr. Wiseman can be applied in our daily live to improve our luck. The book sometimes uses scientific jargon too much (don´t forget that the author is university professor) but it is definetly worth the effort of reading it.

"Beruntung"




Orang  Beruntung Menurut 

 Buku "The Luck Factor: The Scientific Study of Lucky Mind"

oleh Richard Wiseman

Buku "The Luck Factor: The Scientific Study of Lucky Mind", yang ditulis oleh Richard Wiseman, mencoba untuk menjawab keberuntungan dari sudut pandang ilmiah sebagai buku ini adalah hasil dari berbagai tahun penelitian ilmiah pada keberuntungan.

Richard Wiseman adalah Profesor Psikologi di University of Hertfordshire di Inggris, yang telah melakukan penelitian yang cukup besar untuk berbagai tahun mengapa beberapa orang lebih beruntung maka orang lain. Wiseman adalah seorang penyihir sebelum lulus di Psikologi dari University College London (UCL). Dia memiliki gelar Ph.D. Psikologi dari University of Edinburgh.

Menurut buku Wiseman, meskipun keberuntungan tampaknya menjadi produk dari sifat genetik yang berperan paling kritis bukankah genetik. Ini adalah kabar baik, karena itu berarti bahwa kita benar-benar dapat meningkatkan keberuntungan dalam hidup!

Apa sebenarnya ini berarti, adalah bahwa salah satu harus mempersiapkan diri untuk mengenali apa jenis peristiwa kehidupan menempatkan di depan diri kita sendiri, dan bertindak sesuai untuk mengambil keuntungan sebanyak mungkin dari peristiwa tersebut. Untuk memiliki keberuntungan (atau nasib buruk) dalam hidup kita, tergantung untuk sebagian besar pada diri kita sendiri. Apakah kita menjadi lebih beruntung atau tidak tergantung pada keadaan pikiran kita, cara kita berpikir dan yang paling penting, cara kita bertindak.

Saya dapat memberitahu Anda bahwa saya telah mencoba pergeseran persepsi dalam hidup saya, setelah membaca buku ini beberapa waktu yang lalu dan saya telah dikonfirmasi secara pribadi, apa buku Wiseman menunjukkan didasarkan pada berbagai penelitian ilmiah.

Sebagai contoh, dalam bukunya, Dr Richard Wiseman menjelaskan eksperimennya dengan campuran kelompok orang-orang yang menganggap diri mereka beruntung atau tidak beruntung. Bagian dari penelitian ini adalah bahwa semua peserta harus bertemu Wiseman di sebuah pub, di mana £ 5 catatan akan ditinggalkan di luar, dengan pintu masuk Pub, selalu di tempat yang sama. Hasil mencolok adalah bahwa peserta yang mengaku beruntung, mengambil catatan dari tanah, sedangkan orang-orang yang berpikir diri mereka beruntung bahkan tidak menyadari catatan.

Percobaan ini dan banyak lainnya, memimpin Wiseman untuk mengkonfirmasi bahwa cara kita melihat realitas mempengaruhi apa yang bisa kita peroleh dari itu. Dengan kata lain, jika kita percaya bahwa kita akan bertemu orang yang menarik, kami benar-benar memiliki lebih banyak kesempatan untuk akhirnya menemukan mereka. Hal yang sama berlaku ketika kita berpikir dunia ini penuh dengan orang yang tidak jujur atau kurang kesempatan baik.

Pikiran kita bekerja dengan cara yang lucu: ia selalu mencari jaminan untuk apa yang sudah kita pikirkan dengan membayar lebih banyak perhatian terhadap apa yang sudah menjadi bagian dari visi kami dunia. Sebagai contoh, jika kita berpikir seseorang berperilaku buruk, kita akan mulai melihat semua elemen yang memperkuat pandangan kami. Hal sebaliknya juga berlaku; jika kita percaya di dalam hati yang baik seseorang, kita akan cenderung melihat apa yang dapat mendukung perasaan kita. Dunia menawarkan sebagian besar apa yang terjadi di dalam pikiran Anda, bukan karena dunia hanya itu (dunia yang kompleks dan bervariasi) tetapi karena "antena pribadi" Anda disetel untuk mendapatkan apa pikiran Anda adalah sibuk memikirkan.

Dalam kasus percobaan Dr Wiseman, itu lebih mudah bagi orang-orang yang berpikir dirinya beruntung untuk melihat uang di luar pub. Terlebih lagi, orang-orang mengambil catatan; yang hanya menegaskan pandangan optimis mereka tentang dunia. Di sisi lain, melihat tagihan di luar pub adalah sesuatu yang akan menantang khayalan mereka menganggap diri beruntung: fakta bahwa mereka benar-benar diabaikan hanya bisa memperkuat keyakinan mereka.

Meskipun kita tidak kondisi dunia di sekitar kita, cara kita melihat itu penting sangat. Jika kita tidak percaya bahwa ada peluang yang baik bagi kita di luar sana, kita tidak akan pernah melihat mereka ketika kita akhirnya akan menemukan mereka tepat di depan wajah kita. Di sisi lain, jika kita percaya bahwa dunia ini penuh dengan kemungkinan besar bagi kami, kami mungkin akan berakhir menemukan mereka.

Pertanyaan penting adalah: kita dapat belajar untuk menjadi lebih beruntung? Menurut Wiseman, jawaban atas pertanyaan ini adalah ya, karena ia percaya bahwa keberuntungan sebagian besar didasarkan pada empat prinsip psikologis yang dapat dipelajari dan ditingkatkan.

Salah satunya adalah bahwa orang-orang dengan keberuntungan memperhatikan peluang keberuntungan, membuat mereka dan bertindak sesuai dengan mereka. Misalnya, mereka menumbuhkan jaringan sosial dengan orang-orang yang menarik dan menerima pengalaman yang berbeda.

Prinsip kedua adalah bahwa orang dengan keberuntungan mengambil keputusan yang baik berdasarkan intuisi dan firasat - mereka mendengarkan intuisi mereka dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya.

Prinsip ketiga: harapan mengenai masa depan orang-orang yang beruntung membantu mereka untuk mencapai impian dan ambisi mereka - sebagai contoh, mereka berpikir bahwa keberuntungan mereka akan dipertahankan di masa depan dan bertahan dalam tujuan mereka bahkan jika mereka gagal.

Prinsip terakhir adalah bahwa orang beruntung mengubah nasib buruk menjadi peluang - prinsip ini diwujudkan, khususnya, dengan menekankan aspek positif dari bahaya mereka dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah situasi seperti itu terjadi di masa depan.

Secara pribadi, saya percaya buku ini manual berharga karena akan membantu Anda untuk menciptakan peluang lebih beruntung dalam hidup Anda. Empat prinsip psikologis membela oleh Dr Wiseman dapat diterapkan dalam hidup kita sehari-hari untuk meningkatkan keberuntungan kami. Buku ini kadang-kadang menggunakan jargon ilmiah terlalu banyak (jangan lupa bahwa penulis adalah profesor universitas) tapi itu pasti layak usaha membacanya.

"AKU OPTIMIS"

Karena  ALLAH aku hidup.... maka hari-hariku
InsyaAllah 
 
"AKU OPTIMIS" #SEFT
Senin-YAKIN, 
Selasa-KUASANYA 
Rabu-TENTU SELALU, 
KAMIS-OPTIMIS, 
Jum’at-RAHMAT, 
Sabtu-WAKTU  




Kita bersyukur  krn  ALLAH kita hidup ….Kita YAKIN ALLAH Maha KUASA, Kita TENTU SELALU OPTIMIS  karena  RAHMATNYA kita  dapat memanfaatkan WAKTU yang Allah anugerahkan sebelum datangnya 5 perkara;

 Kita berSYUKUR, YAKIN ALLAH Maha KUASA, Kita SELALU OPTIMIS krn RAHMATNYA kita dpt gunakan WAKTU yg Allah berikan sblum dtng 5 perkara.