Tampilkan postingan dengan label Katakatabijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Katakatabijak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2015

"Lakum Diinukum wa Liya Diin"


Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Inilah di antara prinsip akidah Islam yang mesti dipegang dan dianut setiap muslim. Namun sebagian orang masih tidak memahami ayat ini. Jika seorang muslim memahami ayat ini dengan benar, tentu ia akan menentang keras bentuk loyal pada orang kafir dan berlepas diri dari mereka. Bentuk loyal pada orang kafir yang terlarang di antaranya dengan menghadiri perayaan mereka.

Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُ‌ونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾
“Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, (1) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (2) Dan kamu bukan penyembah Rabb yang aku sembah. (3) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (4) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah. (5) Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (6)” (QS. Al Kafirun: 1-6)

Makna Ayat
Ayat tersebut berisi seruan pada orang-orang musyrik secara terang-terangan bahwa kaum muslimin berlepas diri dari bentuk ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan secara lahir dan batin. Surat tersebut berisi seruan bahwa orang musyrik tidak menyembah Allah dengan ikhlas dalam beribadah, yaitu mereka tidak beribadah murni hanya untuk Allah. Ibadah yang dilakukan orang musyrik dengan disertai kesyirikan tidaklah disebut ibadah. Kemudian ayat yang sama diulang kembali dalam surat tersebut. Yang pertama menunjukkan perbuatan yang dimaksud belum terwujud dan pernyataan kedua menceritakan sifat yang telah ada (lazim). Lihat faedah tafsir surat Al Kafirun.
Di akhir ayat Allah tutup dengan menyatakan,
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. Ayat ini semisal firman Allah Ta’ala,



قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ
“Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing.” (QS. Al Isra’: 84)
أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ
“Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Yunus: 41)
لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ
“Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu.” (QS. Al Qashshash: 55)

Ibnu Jarir Ath Thobari menjelaskan mengenai ‘lakum diinukum wa liya diin’,
“Bagi kalian agama kalian, jangan kalian tinggalkan selamanya karena itulah akhir hidup yang kalian pilih dan kalian sulit melepaskannya, begitu pula kalian akan mati dalam di atas agama tersebut. Sedangkan untukku yang kuanut. Aku pun tidak meninggalkan agamaku selamanya. Karena sejak dahulu sudah diketahui bahwa aku tidak akan berpindah ke agama selain itu.” (Tafsir Ath Thobari, 24: 704)
Dalam Tafsir Al Bahr Al Muhith, Ibnu Hayyan menafsirkan, “Bagi kalian kesyirikan yang kalian anut, bagiku berpegang dengan ketauhidanku. Inilah yang dinamakan tidak loyal (berlepas diri dari orang kafir).”
Lakum diinukum wa liya diin juga bisa terdapat dua makna. Pertama, bagi kalian akidah kekufuran yang kalian anut, bagi kami akidah Islam. Kedua, karena diin bisa bermakna al jazaa’, yaitu hari pembalasan, maka artinya: bagi kalian balasan dan bagiku balasan. Demikian dijelaskan oleh Al Mawardi dan Muhammad Sayid Thonthowi dalam kitab tafsir keduanya.
Prinsip Seorang Muslim
Inilah prinsip yang sudah jelas diajarkan dalam akidah Islam. Agama ini mengajarkan tidak loyal atau berlepas diri dari orang kafir, dari peribadatan mereka, dari perayaan mereka dan dari berbagai hal yang menyangkut agama mereka. Loyal di sini tidak boleh ada, meskipun dengan bapak, ibu, saudara, kerabat atau teman karib kita. Di antara bentuk loyal pada orang kafir:
Pertama: Tasyabbuh dengan orang kafir, yaitu menyerupai pakaian dan adat yang menjadi ciri khas mereka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Daud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269)
Beda halnya jika hal tersebut sudah tersebar di tengah kaum muslimin dan tidak ada dalil yang melarang serta tidak ada sangkut paut dengan agama, maka yang terakhir ini dibolehkan selama tidak lagi jadi ciri khas orang kafir.
Kedua: Turut serta dalam perayaan non muslim.
Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا
“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon: 72)
Ibnul Jauziy dalam Zaadul Masiir mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas. Jadi, ayat di atas adalah pujian bagi orang yang tidak menghadiri perayaan orang non muslim. Ini berarti turut dalam perayaan tersebut adalah suatu perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim, 1/483). Oleh karena itu, tidak pantas bagi seorang muslim menghadiri perayaan natal, mengucapkan selamat natal pada orang nashrani, menghadiri perayaan natal bersama atau bahkan membantu mereka dalam melaksanakan perayaaan tersebut.
Dalam perayaan Natal, orang Nashrani mengingat-ingat akan kelahiran Yesus yang dinyatakan sebagai anak Allah. Padahal Allah sendiri menyatakan Dia tidak memiliki anak dan pernyataan seperti ini adalah suatu kekufuran. Allah Ta’ala berfirman,
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89) تَكَادُ السَّمَوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (90) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (91) وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا (92) إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آَتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا (93)
“Dan mereka berkata: “Rabb Yang Maha Pemurah mempunyai anak”. (88) Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, (89) hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, (90) karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. (91) Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. (92) Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (93)” (QS. Maryam: 88-93). Secara tidak langsung turut dalam perayaan natal dan memberi ucapan selamat, berarti melegalkan Allah mempunyai anak.

Lakum Diinukum Wa liyadiin (QS. Al-Kaafiruun)


"7 Kunci Kebahagiaan Hidup"




Ibnu Abbas ra. seorang sahabat Rasulullah SAW. suatu ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah para Sahabat) mengenai kebahagiaan dunia. Ibnu Abbas menjawab bahwa ada 7 (tujuh) kunci mendapatkan kebahagiaan dunia, yaitu:
1.  hati yang selalu bersyukur: memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya, sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress; inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas dalam memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan dan diputuskan oleh Allah untuknya, justru membuat ia semakin terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah tersebut. Jika sedang mengalami kesulitan, maka ia akan segera ingat akan sabda Rasulallah SAW.: "Kalau kita sedang sulit maka perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan maka ia bersyukur dengan semakin memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih banyak lagi. Jika ia tetap bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan-kemudahan yang lebih banyak lagi, Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

2. pasangan hidup yang shaleh; mendapatkan pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah tangga yang shaleh juga. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam megajak anak dan istrinya kepada keshalehan. Maka berbahagialah seorang istri bila mempunyai seorang suami yang sholeh, yang pasti akan menjaga istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang shalihah, akan memiliki keikhlasan dan kesabaran luar biasa dalam melayani suaminya,walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah seorang suami yang memiliki seorang istri yang shalihah.

3.  anak yang baik; Suatu hari ketika Rasulallah SAW. sedang thawaf, ia bertemu dengan seorang pemuda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulallah bertanya kepada pemuda itu: "Kenapa pundakmu itu?" Pemuda itu menjawab: "Ya Rasulallah, saya dari Yaman, saya menpunyai seorang ibu yang sudah tua. Saya mencintainya dan saya tidak pernah melepaskannya kecuali ketika ia sedang buang hajat, shalat, atau istirahat. Selain itu saya selalu menggendongnya. Ya Rasulallah, apakah aku termasuk orang yang sudah berbakti kepada orang tua?" Nabi SAW. sambil memeluk anak muda itu berkata: "Sungguh Allah ridha kepadamu, kamu termasuk anak yang shaleh, anak yang berbakti. Tapi ketahuilah, cinta dan kebaikan orang tuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapatkan gambaran bahwa amal ibadah kita tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana do'a anak yang shaleh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang shalihah.

4. lingkungan yang kondusif untuk iman kita; maksudnya ialah kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita haruslah orang yang memiliki nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya Rasulallah menganjurkan kepada kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang shaleh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan akan mengingatkan kita bila berbuat salah. Orang-orang yang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya di wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang shaleh.

5.  harta yang halal; Islam bukanlah menilai harta berdasarkan jumlahnya tetapi lebih berdasarkan pada kehalalannya. Ini tidak berarti Islam melarang umatnya untuk kaya. Dalam sebuah riwayat Imam Muslim dalam bab tentang sadaqah, Rasulallah SAW. pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdo'a sambil mengangkat tangannya, "Kamu berdo'a sudah bagus" kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalmu didapat secara haram, bagaimana do'amu akan dikabulkan ?". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena do'anya akan mudah dikabulkan Allah SWT. Selain itu harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya akan semakin bersih, suci, dan kokoh, sehingga memberikan ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang dengan teliti selalu menjaga kehalalan hartanya.

6.  semangat untuk memahami agama; semangat memahami agama diwujudkan dengan semangat dalam memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terpacu untuk mempelajari lebih jauh lagi ilmu tentang sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin ia cinta kepada agamanya, semakin tinggi pula cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberikan cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan menghidupkan hatinya. Hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi oleh nikmat iman dan nitmat Islam. Maka berbahagialah orang-orang yang dengan penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

7.  umur yang barokah; umur yang barokah ini artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Selain itu pikirannya terfokus pada keinginan bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka ia pun sibuk berangan-angan menikmati kenikmatan dunia yang belum sempat ia rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati keinginan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua akan semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah SWT. Inilah semangat hidup orang-orang yang umurnya barokah.

Demikianlah pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai tujuh kunci kebahagiaan hidup di dunia. Lalu bagaimanakah agar kita dikaruniai Allah ke tujuh kunci kebahagiaan dunia tersebut ? Selain berusaha keras untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT. dengan sesering dan se-khusyu' mungkin dengan membaca do'a "sapu jagat", yaitu do'a yang paling sering dibaca oleh Rasulallah SAW. yang mana baris pertama do'a tersebut "Rabbanaa aarina fid dun-yaa hasanah" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah kepadaku kebahagiaan dunia"), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh kunci kebahagiaan dunia sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu abbas ra. yaitu: hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang shaleh, anak yang shaleh, teman-teman atau lingkungan yang shaleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama Islam, dan umur yang barokah.

Walaupun kita sulit untuk memdapatkan ke tujuh kunci kebahagiaan dunia tersebut, setidak-tidaknya kalau kita mendapatkan sebagiannya saja sudah patut kita syukuri.

Sedangkan mengenai kelanjutan do'a sapu jagat tersebut yaitu: "wa fil aakhiroti hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukanlah surga tetapi rahmat Allah SWT, kasih sayang Alah SWT. Surga itu hanya sebagian kecil dari rahmat Allah SWT, kita masuk surga bukan karena amal shaleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal shaleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan shalat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal sholeh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.

Kata Rasulullah SAW, "Amal shaleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan engkau Ya Rasulallah ?" Jawab Rasulallah SAW. "amal shalehku pun juga tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya: "Kalau begitu dengan apa kita masuk surga ?" Nabi SAW. kembali menjawab: "Kita masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata". (Rasulullah SAW)

Jadi shalat kita, puasa kita, ta'aruf kita sebenarnya bukan untuk mendapatkan surga, tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah SWT. Dengan rahmat Allah SWT. itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).

"Fadhilah Ayat Kursi"


Khasiat Ayat Kursi:
  1. Siapa yang membaca ayat Kursi dengan istikamah setiap kali selesai shalat fardhu Allah SWT akan mengampunkan dosanya dan siapa yang membacanya ketika hendak tidur maka Allah SWT mewakilkan dua malaikat yang menjaga selama tidurnya sampai pagi, terpelihara dari gangguan syaitan dan membacanya ketika ia marah, maka akan hilang rasa marahnya, membaca pagi dan petang, setiap kali masuk ke rumah atau ke pasar, masuk ke tempat tidur dan musafir, Insya Allah akan diamankan dari godaan syaitan dan penguasa yang kejam, diselamatkan dari kejahatan manusia dan kejahatan binatang yang memudharatkan. Terpelihara dirinya dan keluarganya, anak-anaknya, hartanya, rumahnya dari kecurian, kebakaran dan keterpurukan.
  2. Dalam kitab Assarul Mufidah, barang siapa yang mengamalkan membaca ayat kursi, setiap kali membaca sebanyak 18 kali, Insya Allah ia akan hidup berjiwa tauhid, dibukakan dada dengan berbagai hikmat, dimudahkan rezekinya, dinaikkan martabatnya, diberikan kepadanya pengaruh sehingga orang selalu segan kepadanya, diperlihara dari segala bencana dengan izin Allah SWT.
  3. Salah seorang ulama Hindi mendengar dari salah seorang guru besarnya dari Abi Lababah r.a, membaca ayat Kursi sebanyak anggota sujud (7 kali) setiap hari ada benteng pertahanan Rasulallah SAW.
  4. Syeikh Abul ‘Abas alBunni menerangkan: “Siapa membaca ayat Kursi sebanyak hitungan kata-katanya (50 kali), di tiupkan pada air hujan kemudian diminumnya, maka inysyaallah Allah mencerdaskan akalnya dan memudahkan faham pada pelajaran yang dipelajari.
  5. Siapa yang membaca ayat Kursi selepas sembahyang fardhu, ASyeikh al Buni menerangkan: Siapa yang membaca ayat Kursi sebanyak hitungan hurufnya (170 huruf), Insya Allah, Tuhan akan memberi pertolongan dalam segala hal dan menunaikan segala hajatnya, dam melapangkan fikiranyan, diluluskan rezekinya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dituntutnya.
  6. Abdurahman bin Auf menerangkan bahawa, ia apabila masuk ke rumahnya dibaca ayat Kursi pada empat penjuru rumahnya dan mengharapkan dengan itu menjadi penjaga dan pelindung syaitan.
  7. Syeikh Buni menerangkan: Siapa yang takut terhadap serangan musuh hendaklah ia membuat garis lingkaran denga nisyarat nafas sambil membaca ayat Kuris. Kemudian ia masuk bersama jamaahnya kedalam garis lingkaran tersebut menghadap kearah musuh, sambil membaca ayat Kursi sebayak 50 kali, atau sebanyak 170 kali, insyaallah musuh tidak akan melihatnya dan tidak akan memudharatkannya.
  8. Syeikul Kabir Muhyiddin Ibnul Arabi menerangkan bahwa; Siapa yang membaca ayat Kursi sebayak 1000 kali dalam sehari semalam selama 40 hari, maka demi Allah, demi Rasul, demi alQuran yang mulia, Tuhan akan membukakan baginya pandangan rohani, dihasilkan yang dimaksud dan diberi pengaruh kepada manusia.

    Silahkan bagikan/share kabar ini pada saudara-saudara kita agar mereka lebih bersyukur atas anugerah nikmat nafas kita.

    Indahnya Cinta saling berbagi
     #SEFT(SpiritualEmotionalFreedomTechnique)
    #LoGOS(LovingGod,BlessingOthers,SelfImprovement)


     

"Cara Meningkatkan Keharmonisan Keluarga"



Solusi Keluarga Harmonis | Sudah bukan hal yang mudah jika sudah hidup berumah tangga. Banyak sekali kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipenuhi untuk setiap pasangan suami istri. Dalam berumah tangga, sudah pasti kita akan menemukan sebuah situasi dimana pertengkarang akan sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh kesalahpahaman yang berujung pada hancurnya rumah tangga yang selama ini telah dibangun.
1be4c8208404f6b34edcd903e315286a_keluarga-harmonis
Pertengkaran memang hal yang wajar bila diambil sisi positifnya. Kenapa, karena dengan pertengkaran kita bisa saling mengerti apa yang diinginkan oleh pasangan kita. Namun pertengkaran juga bisa berdampak negatif apabila tidak diselesaikan dengan hati yang dingin. Nah, pertengkaran itu bisa menghancurkan rumah tangga anda. Hampir semua kasus pertengkaran berujung pada perceraian. Perceraian sebenarnya bukan pilihan yang tepat. Namun karena tidak tenangnya hati dan tidak adanya titik temu penyelesaiannya maka pasangan tersebut memilih untuk pisah alias cerai.
Perceraian adalah jalan pintas yang sebenarnya bisa memicu permasalahan baru yang berdampak kepada pertumbuhan anak-anak anda terutama dalam hal psikologis. Jadi, alangkah baiknya sebelum perceraian terjadi, pasangan tersebut bisa mengambil langkah agar dapat mengembalikan keharmonisan keluarga tersebut. dengan cara mencari solusi keluarga harmonis.
Biasanya rahasia pasutri yang paling sering digunakan dalam mencari solusi keluarga harmonis adalah dengan meminta saran dari orang tua pasangan tersebut, atau bisa juga dengan meminta saran dari mertua. Biasanya seorang anak akan patuh dan mendengarkan apa yang orang tua katakan. Karena walaupun pasangan tersebut sudah menjadi orang tua, namun tetap orang tua mereka yang bisa memberikan ketenangan tersendiri.
Kemudian, dalam meningkatkan keharmonisan keluarga dapat dengan saling intropeksi diri. Ada kalanya memang kita harus sendiri untuk memikirkan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Dengan kesendirian tersebut maka kita dapat mengukur setinggi apa tingkat kerinduan kita terhadap pasangan kita.
Selain itu, solusi keluarga harmonis adalah saling mendengarkan pendapat pasangan anda. Kebanyakan dari pasangan selalu menggunakan emosi mereka tanpa mendengarkan pendapat dari pasangannya. Sehingga tidak ada titik temu dari permasalahan tersebut.
Dengan begitu anda bisa meningkatkan lagi keharmonisan keluarga anda. Apabila cara tersebut masih tidak bisa, carilah solusi keluarga harmonis dengan menyesuaikan permasalahan apa yang sedang dihadapi.

"Doa Penenang Hati"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Doa elak risau, sedih, lemah, malas, takut, lokek, beban hutang

*

Allah hum ma in nii a’uu zu bi ka mi nal ham mi wal hazan, wa a’uu zubika minal ’ajzi wal kas li,wa a’uu zubika minal jubni wal bukh li, wa a’uu zu bika min gha la batid dai ni wa qoh rir rijaal.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu daripada perasaan risau dan sedih, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat takut dan lokek, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud)

"Cukuplah Allah menjadi Penolong"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Cukuplah Allah menjadi Penolong

*
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. (Ali Imran: 173)

Ketika Nabi Ibrahim 'alaihi salam dilempar ke dalam api, baginda mengucapkan hasbunallahu wani’ mal wakil, lalu Allah menjadikan api yang panas menjadi dingin sehingga Nabi Ibrahim terselamat dari api yang membara itu.

Mari lazimkan membaca kalimah ini, hasbunallahu wani’ mal wakil.

Moga ada manfaat

"Harapan Cemas Khauf dan Raja' "

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Khauf dan Raja'

*


Menurut Imam Abu Bakr al-warraq (guru al-Ghazali): "Apabila engkau dengar perihal kaum kafir akan berkekalan di dalam neraka, maka jangan engkau, kerana engkau orang Islam, berasa aman dan terselamat atau terlepas daripada pembalasan seperti orang-orang kafir itu. Sebabnya, urusanmu dan dirimu itu masih di dalam ancaman bahaya. Engkau belum tahu bagaiaman keadaanmu di hujung hayatmu nanti dan betapa nasib dirimu dalan suratan di Lauhul-Mahfudz. Sebab itu, janganlah berasa sedap hati dengan masa gemilangmu sekarang. Di sebalik kegemilangan itu berkemungkinan besar tersembunyi kecelakaan".

Imam al-Ghazali pula berkata, "Jangan terpesona, terpedaya dan berasa terlalu sedap hati dan aman dengan ni'mat Islam dan ni'mat terlepas daripada kemungkaran, kerana kelurusan di pangkal jalan tidak semestinya lurus juga di hujung jalan. Ambillah iktibar daipada kisah-kisah di kalangan golongan 'abidin dahulu yang dengan tak semena-mena menjadi sesat di hujung jalan, lalu ditimpa 'kecelakaan' pada saat terakhir hayatnya".

*
Kita tidak boleh berperasaan terlalu yakin yang ni'mat Islam yang kita miliki sekarang dapat kekal sehingga akhir hayat kita. Tidak boleh over confident.

Untuk mengatasi perasaan terlalu yakin ini, kita mesti mempunyai perasaan khauf dan raja'.

Khauf adalah lawan kata al-amnu. Al-Amnu adalah rasa aman. Khauf ialah perasaan bimbang, takut, risau atau cemas.

Raja' ialah perasaan mengharap.


Biasanya khauf dan raja' juga disebut dengan istilah "harap-harap cemas".

Selayaknya sebagai hamba kepada Allah, kita kena sentiasa menaruh perasaan mengharap.

Kita juga kena sentiasa menaruh perasaan cemas, perasaan kalau-kalau, perasaan mana tahu, kerana kuasa mutlak adalah milik Allah.

Mari pastikan perasaan "harap-harap cemas" ini telah kita miliki.

Perkataan "moga" adalah antara perkataan yang melambangkan "harap-harap cemas".

Moga Allah sentiasa melimpahkan hidayah, taufiq, rahmat dan keredhaanNya kepada kita.

Moga kita berjaya mendapat khusnul-hotimah (kesudahan yang baik) ketika akhir hayat nanti.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik R.a. menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam mendatangi seorang pemuda yang sedang menghadapi kematian (sakaratul maut). Rasulullah bertanya kepada pemuda itu, “Bagaimana kamu mendapati dirimu?” Pemuda ini menjawab, “Aku mendapati diriku dalam keadaan takut atas dosa-dosa yang aku kerjakan sekaligus mengharapkan rahmat Tuhanku.” Nabi shollallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Tidaklah berkumpul dua perasaan di dalam hati seorang hamba, melainkan Allah berikan apa yang dia harapkan dan memberikan ketenteraman dari hal yang khawatirkan.” (HR. At Tirmidzi dan Nasa’i).

Wallahu a'lam.


Link pilihan:

Doa Elak Suu ul khotimah (kesudahan yang buruk)

Mati Dalam Keadaan Islam

"Qanaah MERASA CUKUP"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Qanaah

*

Sifat Qana'ah ialah MERASA CUKUP dengan apa yang ada sebagaimana yang di kurniakan oleh Allah.

Jiwa berasa lapang dengan rezeki yang diberikan Allah SWT dan tiada rasa tamak terhadap yang tidak tercapai. - Muhammad bin Tirmizi

Berasa cukup dengan apa yang sudah dimilikinya, yang telah memenuhi keperluannya, sama ada berupa makanan, pakaian atau sebagainya. – Abu Zakaria Ansari

Puas dengan apa yang dimiliki tetapi tetap berusaha gigih, serta mempunyai sifat luhur dan 'afaf iaitu enggan meminta-minta, berlaku sederhana dalam kehidupan dan berbelanja, mencela (mengelak) meminta-minta tanpa keadaan darurat (keperluan mendesak) - Imam an-Nawawi.

Dari Abu Muhammad iaitu Fadhalah bin Ubaid al-Anshari r.a. bahawasanya dia mendengar Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Untung besarlah kehidupan seseorang yang telah dikurnia petunjuk untuk memasuki Agama Islam, sedang hidupnya itu adalah dalam keadaan cukup dan pula ia bersifat qana'ah." (HR Tirmidzi)

Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Sungguh berjaya orang yang beragama Islam dan rezekinya cukup dan berasa cukup dengan segala yang diberikan oleh Allah kepadanya”. (HR Muslim)

Ya Allah, jadikanlah aku qanaah atas setiap rezeki yang Engkau anugerahkan kepadaku, tutupilah aibku dan berilah selalu aku kesihatan selama Engkau kurniakan kehidupan padaku, ampunilah dosaku dan rahmatilah aku ketika Engkau mengakhiri kehidupanku.

"Kisah Keliru Dalam Mengambil Pelajaran"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Kisah Keliru Dalam Mengambil Pelajaran

*

Syaqiiq al-Balkhi adalah kawan kepada Ibrahim bin Adham yang dikenali seorang ahli ibadah, zuhud dan tinggi tawakalnya kepada Allah. Hingga pernah sampai pada keadaan enggan untuk bekerja.

Musykil dengan keadaan temannya, Ibrahim bin Adham bertanya, “Apa yang menyebabkan kamu jadi begini ?” Syaqiiq menjawab, “Ketika saya sedang dalam perjalanan di padang pasir yang tandus, saya melihat seekor burung yang patah kedua sayapnya. Lalu saya berkata dalam hati, aku ingin tahu, dari mana burung itu mendapatkan rezeki. Maka aku pun memperhatikannya dari jarak yang dekat. Tiba-tiba datanglah seekor burung yang membawa makanan di paruhnya. Burung itu mendekatkan makanan ke paruh burung yang patah kedua sayapnya untuk menyuapnya. Maka saya berkata dalam hati, “Dzat yang mengilhamkan burung sehat untuk membawa rezeki kepada burung yang patah kedua sayapnya di tempat yang sepi ini pastilah berkuasa untuk memberiku rezeki di mana jua aku berada.” Maka sejak itu, aku putuskan untuk berhenti bekerja dan aku menyibukkan diriku dengan ibadah kepada Allah.

Ibrahim berkata, “Wahai Syaqiiq, mengapa kamu serupakan dirimu dengan burung yang cacat itu ? Mengapa kamu tidak berusaha menjadi burung sehat yang memberi makan burung yang sakit itu ? Bukankah itu lebih utama ? Bukankah Nabi SAW. pernah bersabda, “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah ?” Sudah selayaknya bagi seorang mukmin memilih darjat yang paling tinggi dalam segala urusannya, sehingga dia boleh mencapai darjat orang yang berbakti ?"

Syaqiiq tersentak dengan pernyataan Ibrahim dan dia menyedari kekeliruannya dalam mengambil pelajaran.

(Tarikh Dimasyqi, Ibnu Asakir)

"Khusyuk Dalam Solat"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Khusyuk dalam solat

*

Khusyuk bermaksud menghadirkan hati ketika solat dengan rasa tunduk dan hina kepada Allah, apabila hati seseorang itu khusyuk maka seluruh anggotanya akan turut sama khusyuk, kerana setiap anggota mengikuti hati dan khusyuk itu tempatnya di hati.

Jumhur ulama berpendapat khusyuk dalam solat hukumnya sunnat.

Bagi orang yang tidak khusyuk dalam solatnya, tidaklah membuatkan solatnya batal. Solatnya tetap sah cuma dia mendapat pahala yang kurang, tidak sepenuhnya seperti orang yang khusyuk.

Berkaitan khusyuk dalam solat, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya, seseorang mengerjakan solatnya dan tidak ditetapkan pahala untuknya kecuali hanya sepersepuluh, sepersembilan,seperlapan, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau setengah darinya." (HR. Abu Dawud)

Dari Abu Hurairah r.a katanya Nabi 
shallaAllahu `alaihi wa sallam bersabda: ”Apabila dikumandangkan azan untuk solat, syaitan lari terkentut-kentut sehingga tidak terdengar olehnya azan. Apabila muazzin berhenti, ia pun kembali. Begitu pula apabila iqamat dibacakan, ia pun lari. Dan apabila iqamat telah selesai, dia datang kembali. Dia sentiasa menggoda orang yang sedang solat, dengan berkata ”Ingatlah apa yang belum kamu ingat!” Sehingga akhirnya orang itu lupa berapa rakaat dia telah solat.” (HR Bukhari)

Wallahu a'lam.


Link pilihan:

Panduan khusyuk dalam solat

Kepentingan khusyuk dalam solat

Kisah khusyuk dalam solat

Solatlah dengan tenang

Doa Sebelum Solat

"Tawaduk - Rendahkan Diri"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Tawaduk - Rendahkan diri

*


Tawaduk (tawadhdhuk atau dhi'ah), adalah lawan sifat sombong atau takbur, Tawaduk adalah perasaan,  lintasan rasa rendah dan hina diri, termasuk pernyataan, perbuatan dan lisan. Dengan menyuburkan sifat dan sikap merendah diri dan hina, seseorang akan dapat mencegah penyakit takbur dan juga ujub.

Tawaduk diertikan oleh Imam Hassan Al-Basri ialah seseorang itu tidak melihat dirinya lebih daripada orang lain.

Ini adalah salah satu pesanan Lokmanulhakim kepada anaknya, “Hai anakku, orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada ALLAH, maka dia tawaduk kepada ALLAH, dia akan lebih dekat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH.”

Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah telah memberikan wahyu kepada ku, hendaklah kamu semua bersikap tawadduk, sehingga tidak ada seseorang yang membanggakan dirinya kepada atas orang lain - yakni merasa dirinya lebih mulia dari orang lain - dan tidak pula seseorang itu menganiaya orang lain kerana orang yang dianiaya dianggapnya lebih hina dari dirinya sendiri." (HR Muslim)

"Bukanlah kemuliaan itu dengan memakai pakaian cantik dan bersegak tetapi ia adalah dengan ketenangan, sopan santun dan merendah diri." (HR. Ad-Dailami)

Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Allah tidak akan memberi tambahan kepada seorang hamba kerana gemar memberi maaf kecuali kemulian, dan tiada seorang pun yang merendahkan diri kerana mengharapkan keredhaan Allah kecuali Allah akan memberi darjat yang tinggi kepadanya." (HR. Muslim)



Wallahu a'lam.

Yakin Dengan Pertolongan Allah


Para ulama yang mengenal Allah lalu mereka mencintai-Nya, maka merekalah orang-orang yang berbahagia. Mereka tidak memikirkan kecuali tentang berbagai ilmu yang diberikan Allah kepadanya.

Contohnya, Abu al-Hasan az-Zahid, kerana keberaniannya menentang penguasa zalim Mesir di masanya, Ahmad Toulun, maka beliau dimasukkan ke dalam kandang singa. Seketika itu juga, singa yang lapar itu meraung dan mendekat.

Abu al-Hasan tetap tenang duduk, tidak bergerak dan tidak berundur sedikit pun. Orang-orang yang menyaksikan nampak tegang dan gementar.

Ada yang ketakutan kerana pemandangan yang amat mengerikan itu, bahkan ada yang sampai menangis. Singa itu maju mundur mendekatinya, kadang meraung lalu diam. Sesudah itu, ia mengangguk-anggukkan kepalanya, mendekat kepada Abu al-Hasan lalu menciumnya dan pergi tanpa berbuat apa-apa. Orang ramai pun berteriak dengn takbir dan tahlil.

Apa yang lebih hebat daripada itu? Tatkala Ibnu Toulon bertanya kepada Abu al-Hasan tentang apa yang ada di dalam fikirannya, ketika itu dia menjawab: "Aku berfikir tentang air liur singa tersebut, seandainya mengenaiku. Apakah najis atau tidak?"

"Apa kamu tidak takut kepada singa?" tanya Ibnu Toulon.

Abu al-Hasan menjawab: "Tidak, kerana sesungguhnya Allah melindungiku."

Inilah kebahagiaan yang nyata, yang dihasilkan oleh iman dan ilmu yang bermanfaat. Inilah kelapangan yang selalu diburu oleh setiap manusia.

"Mencintai & Mengamalkan Sifat Malu"

Orang yang mempunyai sifat malu dikatakan sebagai orang yang mencintai Allah. Kerana orang yang malu melakukan maksiat bererti dia malu kepada Allah. Bila dia malu kepada Allah bererti dia mencintai Allah.

Perlu kita ketahui bahawa malu itu ada dua macam:

Pertama, malu yang tumbuh sebagai pembawaan dan tabiat yang tidak melalui proses pembentukan. Ini merupakan satu dari bentuk-bentuk akhlak yang paling mulia yang dikurniakan Allah kepada hamba-hamba dan yang sengaja Ia ciptakan untuk hamba-hamba-Nya itu. Kerana itulah Rasulullah bersabda: "Malu itu tidak akan terwujud kecuali untuk kebaikan."

Malu dapat mencegah diri dari perbuatan keji dan hina, mendorong untuk berbuat sesuai dengan ukuran-ukuran akhlak mulia. Dengan itu malu termasuk karakter keimanan.

Diriwayatkan dari Umar radhiAllahu `anhu yang berkata: "Barangsiapa yang malu maka ia akan menutupi diri, dan barangsiapa yang menutupi diri maka ia telah menjaga diri, dan barangsiapa menjaga diri maka ia mendapatkan perlindungan."

Sedangkan Al-Jarrah bin Abdullah al-Hukmy -- salah seorang pasukan berkuda dari Syam -- mengatakan: "Aku meninggalkan dosa-dosa itu empat puluh tahun kerana malu, baru kemudian muncul sikap warak kepada diriku." Selain dia juga ada mengatakan: "Aku melihat kemaksiatan itu sebagai keburukan, maka aku pun meninggalkannya kerana pertimbangan harga diri, dan kerananya terhindarlah nilai agama yang ada."

Kedua, yang melalui proses pembentukan kerana pengaruh bermakrifat kepada Allah. Maksud dari bermakrifat kepada Allah di sini adalah mengetahui keagungan-Nya, kedekatan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, daya jangkauan-Nya atas mereka, dan daya penglihatan-Nya terhadap apa yang tidak tertembus pandangan mata dan yang tersembunyi rapi di dalam dada. Inilah karakter keimanan yang tertinggi itu. Bahkan inilah darjat ihsan yang paling tinggi. Malu juga boleh terlahir dari bagaimana cara seseorang itu melihat nikmat-nikmat-Nya dan bagaimana pula ia lalai untuk mensyukuri-Nya.

Jika sahaja sikap malu ini terbuang maka setelah itu tidak ada lagi yang dapat merintangi keinginan dirinya untuk berbuat kejelekan dan kehinaan, yang pada akhirnya ia seakan-akan menjelma menjadi orang yang tanpa memiliki iman.

Malu tidak boleh disamakan dengan ketidakmampuan hati, yang jelas-jelas akan melahirkan sikap meremehkan hak-hak Allah mahupun hak-hak hamba-Nya. Sikap ini bukan malu yang dimaksud dalam pembahasan ini, namun ianya lebih merupakan sebuah kelemahan, cacat dan kehinaan.

"The Four Essential Principles by Richard Wiseman"

The four essential principles by Richard Wiseman
Rahasia si Untung
Anda pasti kenal tokoh si Untung di komik Donald Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungannya yang selalu menghampiri tokoh bebek yand di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika untung dan donal berjalan bersama, yang tiba tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung, don’t worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya. Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal hal yang membedakan orang orang beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung dan sekelompok yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial. Misalnya dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam korang yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang orang dari kelompok sial memerlukan rata rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja ! lo kok bisa ? ya, karena sebelumnya pada halaman kedua Wiseman telah meletakakan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang ! ada 43 gambar di Koran ini”. Kelompok sial melewatkan tulisan ini ketika asyik mengitung gambar. Bahkan lebih iseng lagi ditegah tengah Koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya “ berhenti menghitung sekarang dan bilan ke peneliti anda menemukan ini, dan menangkan $250!” lagi lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi ! Memang benar benar sial. Singkatnya dari penelitian yang dikalimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial :
1. Sikap Terhadap Peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan ? ternyata orang orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbukan terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal dan menciptakan jaringan social baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru. Sebagai contoh, ketika Bernett Helzbenrg seorang pemilik took permata din New Yourk hendak menjual took permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan plaza hotel, dia mendengan seorang wanita memanggil pria di sebelahnya. “ Mr. Buffet !” hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber Buffet, salah seorang investor terbesar di Aerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. Maka Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menwarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg.
Betul betul beruntung.
2. Menggunakan Intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “ hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak atikangka yang vanggil. Angka angka akan sangat membantu tapi final decision umumnya dari “gut felling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intusisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan semakin sering digunakan intuisi kita juga akan semakin tajam. Banyak teman saya yang bertanya, “mengenarkan intuisi” itu bagaimana ? apakah tibatiba ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu ? wah, kalau pengalaman saya tdiak seperti itu. Malah kalo tiba tiba mendengan suara yang tidak ketahuan sumbernya bisa bisa saya jatuh pingsan. Karena itu subjektif, mungkin saja ada orang yang beneran dengar suara. Tapi kalo pengalan saya sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya :
- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “ Gue kok tiba tiba deg deg an ya, mau dapet rejeki kali” semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat tertentu yang harus anda maknakan. Misalnya anda kok tiba tiba merina kalo mau dapet deal gede, ya diwapadai saja kalo tiba tiba erina lagi.
- Isyarat dari perassan. Tiba tiba saja anda merasakan sesuatu yang ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alamai contohnya, wktu saya masih kuliah saya suka merasa tiba tiba excited setiap melintas kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahu kemudian sya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.
- Isyarat dari Luar. “ Follow the omen” demikian kalo kata Pulo Coelho dibuku Achemist. Baca “isyarat2” dari luar yang datang pada Anda. Saya juga beberapa kali mengalami. Misalnya pernah saja tiba tiba di TV saya kok merasa seing melihat iklan suatu perusahaan tertentu, kemudian ketemu teman kok membicarakan perusahaan itu lagi, di jalan melihat iklan perusahaan tadi. Belakangan perushaan tadi ternyata menjadi klien saya. Jadi kalau akhir akhir ini anda sering berpapasan dengan Mercedez S Class dua pintu barangkali itu suatu pertanda.
3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kebaikan. Selalu berpransangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap menyal yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih prositif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, Tanya orang sukses yang anada kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.
4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wisman meminta peserta untuk menbayangkan sedang pergi ke bank dan tiba tiba bank tersebut diserbu kawanan perambok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umumnya adalah : “ wah sial bener ada ditanga tengan perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung misalnya adalah : “ untung saya ada disanan, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapt duit”. Apapun situasinya orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu berdaptasi dengan situasi buruk dan merubahya menjadi keberuntungan.
Sekolah Keberuntungan
Bagi mereka yang kuran gberuntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School. Saya yakin anda semua sudah beruntung dan tidak perlu bersekolah di Luck School, tapi ada baiknya mengintip sedikit, latihan latiah apa yang diberikan di Luck School. Salah satu yang menonjol dari orang sial adalah betap mereka seing mengabaikan hal hal yang positif disekitar mereka. Misalnya salah satu pasien Prof Wiseman adalah seorang wanita single parent yang sangat sial.
Ketika diminta menceritakan hidupnya akan segera nyerocos menceritakan setiap detil kesialannya. Betapa sulitnya memperoleh pasangan, sudah ketemu pria yang cocok tapi si pria jatuh dari motor, di lain kesempatan si pria jatuh dan patah hidungnya, sudah hamper menikah, gereja nya terbakar dan sebaginya. Pokoknya benar benar sial. Padahal dalm setiap interview siwanita datang membwa 2 orang anak yang sangat lucu lucu dan sehat. Sebagian besar dai kita kan mersa sangat beruntung memiliki 2 anak tadi. Tapi tidak bagi siwanita sial tadi. Karena 2 anak lucu tadi tidak ada dalam fikiran si wanita, yang otaknya dusah penuh dengan kesialan. Latihan yang diberikan Wiseman utuk oran goran gsemacam itu adalah dengan membuat ‘Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari wanita tadi harus mencata hal hal positif atau keberuntungan yang terjadi. Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka.
Awalnya mungkin sulit, tapi begitu ereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yang mereka tuliskan. Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung. Dan sesuai prinsip “ law of attractin” semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka. Jadi sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung, temasuk anda.
Siapa mulai menjadi si Untung ? First Open your Mind and Enjoy your Life
Sumber : Majalah CHANNEL edisi 5 jan-mar 08 
 

The secret to resolutions

 

"Beruntung"




Orang  Beruntung Menurut 

 Buku "The Luck Factor: The Scientific Study of Lucky Mind"

oleh Richard Wiseman

Buku "The Luck Factor: The Scientific Study of Lucky Mind", yang ditulis oleh Richard Wiseman, mencoba untuk menjawab keberuntungan dari sudut pandang ilmiah sebagai buku ini adalah hasil dari berbagai tahun penelitian ilmiah pada keberuntungan.

Richard Wiseman adalah Profesor Psikologi di University of Hertfordshire di Inggris, yang telah melakukan penelitian yang cukup besar untuk berbagai tahun mengapa beberapa orang lebih beruntung maka orang lain. Wiseman adalah seorang penyihir sebelum lulus di Psikologi dari University College London (UCL). Dia memiliki gelar Ph.D. Psikologi dari University of Edinburgh.

Menurut buku Wiseman, meskipun keberuntungan tampaknya menjadi produk dari sifat genetik yang berperan paling kritis bukankah genetik. Ini adalah kabar baik, karena itu berarti bahwa kita benar-benar dapat meningkatkan keberuntungan dalam hidup!

Apa sebenarnya ini berarti, adalah bahwa salah satu harus mempersiapkan diri untuk mengenali apa jenis peristiwa kehidupan menempatkan di depan diri kita sendiri, dan bertindak sesuai untuk mengambil keuntungan sebanyak mungkin dari peristiwa tersebut. Untuk memiliki keberuntungan (atau nasib buruk) dalam hidup kita, tergantung untuk sebagian besar pada diri kita sendiri. Apakah kita menjadi lebih beruntung atau tidak tergantung pada keadaan pikiran kita, cara kita berpikir dan yang paling penting, cara kita bertindak.

Saya dapat memberitahu Anda bahwa saya telah mencoba pergeseran persepsi dalam hidup saya, setelah membaca buku ini beberapa waktu yang lalu dan saya telah dikonfirmasi secara pribadi, apa buku Wiseman menunjukkan didasarkan pada berbagai penelitian ilmiah.

Sebagai contoh, dalam bukunya, Dr Richard Wiseman menjelaskan eksperimennya dengan campuran kelompok orang-orang yang menganggap diri mereka beruntung atau tidak beruntung. Bagian dari penelitian ini adalah bahwa semua peserta harus bertemu Wiseman di sebuah pub, di mana £ 5 catatan akan ditinggalkan di luar, dengan pintu masuk Pub, selalu di tempat yang sama. Hasil mencolok adalah bahwa peserta yang mengaku beruntung, mengambil catatan dari tanah, sedangkan orang-orang yang berpikir diri mereka beruntung bahkan tidak menyadari catatan.

Percobaan ini dan banyak lainnya, memimpin Wiseman untuk mengkonfirmasi bahwa cara kita melihat realitas mempengaruhi apa yang bisa kita peroleh dari itu. Dengan kata lain, jika kita percaya bahwa kita akan bertemu orang yang menarik, kami benar-benar memiliki lebih banyak kesempatan untuk akhirnya menemukan mereka. Hal yang sama berlaku ketika kita berpikir dunia ini penuh dengan orang yang tidak jujur atau kurang kesempatan baik.

Pikiran kita bekerja dengan cara yang lucu: ia selalu mencari jaminan untuk apa yang sudah kita pikirkan dengan membayar lebih banyak perhatian terhadap apa yang sudah menjadi bagian dari visi kami dunia. Sebagai contoh, jika kita berpikir seseorang berperilaku buruk, kita akan mulai melihat semua elemen yang memperkuat pandangan kami. Hal sebaliknya juga berlaku; jika kita percaya di dalam hati yang baik seseorang, kita akan cenderung melihat apa yang dapat mendukung perasaan kita. Dunia menawarkan sebagian besar apa yang terjadi di dalam pikiran Anda, bukan karena dunia hanya itu (dunia yang kompleks dan bervariasi) tetapi karena "antena pribadi" Anda disetel untuk mendapatkan apa pikiran Anda adalah sibuk memikirkan.

Dalam kasus percobaan Dr Wiseman, itu lebih mudah bagi orang-orang yang berpikir dirinya beruntung untuk melihat uang di luar pub. Terlebih lagi, orang-orang mengambil catatan; yang hanya menegaskan pandangan optimis mereka tentang dunia. Di sisi lain, melihat tagihan di luar pub adalah sesuatu yang akan menantang khayalan mereka menganggap diri beruntung: fakta bahwa mereka benar-benar diabaikan hanya bisa memperkuat keyakinan mereka.

Meskipun kita tidak kondisi dunia di sekitar kita, cara kita melihat itu penting sangat. Jika kita tidak percaya bahwa ada peluang yang baik bagi kita di luar sana, kita tidak akan pernah melihat mereka ketika kita akhirnya akan menemukan mereka tepat di depan wajah kita. Di sisi lain, jika kita percaya bahwa dunia ini penuh dengan kemungkinan besar bagi kami, kami mungkin akan berakhir menemukan mereka.

Pertanyaan penting adalah: kita dapat belajar untuk menjadi lebih beruntung? Menurut Wiseman, jawaban atas pertanyaan ini adalah ya, karena ia percaya bahwa keberuntungan sebagian besar didasarkan pada empat prinsip psikologis yang dapat dipelajari dan ditingkatkan.

Salah satunya adalah bahwa orang-orang dengan keberuntungan memperhatikan peluang keberuntungan, membuat mereka dan bertindak sesuai dengan mereka. Misalnya, mereka menumbuhkan jaringan sosial dengan orang-orang yang menarik dan menerima pengalaman yang berbeda.

Prinsip kedua adalah bahwa orang dengan keberuntungan mengambil keputusan yang baik berdasarkan intuisi dan firasat - mereka mendengarkan intuisi mereka dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya.

Prinsip ketiga: harapan mengenai masa depan orang-orang yang beruntung membantu mereka untuk mencapai impian dan ambisi mereka - sebagai contoh, mereka berpikir bahwa keberuntungan mereka akan dipertahankan di masa depan dan bertahan dalam tujuan mereka bahkan jika mereka gagal.

Prinsip terakhir adalah bahwa orang beruntung mengubah nasib buruk menjadi peluang - prinsip ini diwujudkan, khususnya, dengan menekankan aspek positif dari bahaya mereka dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah situasi seperti itu terjadi di masa depan.

Secara pribadi, saya percaya buku ini manual berharga karena akan membantu Anda untuk menciptakan peluang lebih beruntung dalam hidup Anda. Empat prinsip psikologis membela oleh Dr Wiseman dapat diterapkan dalam hidup kita sehari-hari untuk meningkatkan keberuntungan kami. Buku ini kadang-kadang menggunakan jargon ilmiah terlalu banyak (jangan lupa bahwa penulis adalah profesor universitas) tapi itu pasti layak usaha membacanya.