Tampilkan postingan dengan label Surga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Mei 2018

'RAJIN SEDEKAH

JANJI ALLAH UNTUK ORANG BERSEDEKAH
Penghapus Dosa, Balasannya  Surga, Bebas dari Siksa Kubur...

Janji Allah kepada orang yang rajin bersedekah, akan dibalas oleh Allah baik itu di dunia atau nanti di akhirat.
 Al Quran dan Hadist Rasulullah SAW menjelaskan  keutamaan sedekah yang Allah janjikan:
1. Sedekah menghapus dosa Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api” (HR Tirmidzi)
Sedekah yang menghapus dosa adalah sedekah yang disertai dengan taubat nasuha (bersungguh-sungguh) dan disertai atas penyesalan akan dosa yang telah diperbuat.

2. Pintu surga khusus bagi orang yang gemar sedekah Sebuah hadist menyatakan “ Orang yang menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan.” Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan sholat, ia dipanggil dari pintu sholat. Yang berasal dari kalangan Mujahid , maka akan dipanggil dari pintu jihad. Jika ia berasal dari golongan orang yang gemar bersedekah, maka akan dipanggil dari pintu sedekah” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Terbebas dari siksa kubur Rasulullah SAW bersabda ”Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR Ath Thabrani) Begitu banyak janji Allah bagi orang bersedekah, maka mari kita lakukan amalan sedekah baik di saat lapang maupun sempit agar apa yang telah Allah janjikan dapat kita raih untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

Semoga kita isenantiasa istiqomah, bersedekah ikhlas dan memberikan sedekah yang terbaik. Aamiin yaa Rabb'alamiin...

Kamis, 05 Februari 2015

Taat Ibadah "

Betapa mengherankan bahwa orang yang aktif dalam sholat, puasa dan zikir, baca Al Quran, naik haji, berinfak, namun siang dan malam ia melanggar hukum Allah serta mengikuti kemauan dan perintah orang orang kafir. Lagi lagi kita tertipu, karena tidak sadar dengan makna ibadah. (Syeikh Abul Ala Maududi)

 

Taat Ibadah Tapi melanggar

Betapa mengherankan bahwa orang yang aktif dalam sholat, puasa dan zikir, baca Al Quran, naik haji, berinfak, namun siang dan malam ia melanggar hukum Allah serta mengikuti kemauan dan perintah orang orang kafir. Lagi lagi kita tertipu, karena tidak sadar dengan makna ibadah. (Syeikh Abul Ala Maududi)

 

 
Siapa pun bersumpah dirinya untuk menjalani hidupnya demi agamanya, ia kelak akan memiliki hidup yang lelah, tetapi yakinlah ia akan hidup “Megah”.

Dan bahkan jika tentara kegelapan mengepung di sekeliling-nya, ia yakin  sepenuhnya tentang datangnya fajar.
-Asy Syahid Sayyid Qutb-

"Fadhilah Ayat Kursi"


Khasiat Ayat Kursi:
  1. Siapa yang membaca ayat Kursi dengan istikamah setiap kali selesai shalat fardhu Allah SWT akan mengampunkan dosanya dan siapa yang membacanya ketika hendak tidur maka Allah SWT mewakilkan dua malaikat yang menjaga selama tidurnya sampai pagi, terpelihara dari gangguan syaitan dan membacanya ketika ia marah, maka akan hilang rasa marahnya, membaca pagi dan petang, setiap kali masuk ke rumah atau ke pasar, masuk ke tempat tidur dan musafir, Insya Allah akan diamankan dari godaan syaitan dan penguasa yang kejam, diselamatkan dari kejahatan manusia dan kejahatan binatang yang memudharatkan. Terpelihara dirinya dan keluarganya, anak-anaknya, hartanya, rumahnya dari kecurian, kebakaran dan keterpurukan.
  2. Dalam kitab Assarul Mufidah, barang siapa yang mengamalkan membaca ayat kursi, setiap kali membaca sebanyak 18 kali, Insya Allah ia akan hidup berjiwa tauhid, dibukakan dada dengan berbagai hikmat, dimudahkan rezekinya, dinaikkan martabatnya, diberikan kepadanya pengaruh sehingga orang selalu segan kepadanya, diperlihara dari segala bencana dengan izin Allah SWT.
  3. Salah seorang ulama Hindi mendengar dari salah seorang guru besarnya dari Abi Lababah r.a, membaca ayat Kursi sebanyak anggota sujud (7 kali) setiap hari ada benteng pertahanan Rasulallah SAW.
  4. Syeikh Abul ‘Abas alBunni menerangkan: “Siapa membaca ayat Kursi sebanyak hitungan kata-katanya (50 kali), di tiupkan pada air hujan kemudian diminumnya, maka inysyaallah Allah mencerdaskan akalnya dan memudahkan faham pada pelajaran yang dipelajari.
  5. Siapa yang membaca ayat Kursi selepas sembahyang fardhu, ASyeikh al Buni menerangkan: Siapa yang membaca ayat Kursi sebanyak hitungan hurufnya (170 huruf), Insya Allah, Tuhan akan memberi pertolongan dalam segala hal dan menunaikan segala hajatnya, dam melapangkan fikiranyan, diluluskan rezekinya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dituntutnya.
  6. Abdurahman bin Auf menerangkan bahawa, ia apabila masuk ke rumahnya dibaca ayat Kursi pada empat penjuru rumahnya dan mengharapkan dengan itu menjadi penjaga dan pelindung syaitan.
  7. Syeikh Buni menerangkan: Siapa yang takut terhadap serangan musuh hendaklah ia membuat garis lingkaran denga nisyarat nafas sambil membaca ayat Kuris. Kemudian ia masuk bersama jamaahnya kedalam garis lingkaran tersebut menghadap kearah musuh, sambil membaca ayat Kursi sebayak 50 kali, atau sebanyak 170 kali, insyaallah musuh tidak akan melihatnya dan tidak akan memudharatkannya.
  8. Syeikul Kabir Muhyiddin Ibnul Arabi menerangkan bahwa; Siapa yang membaca ayat Kursi sebayak 1000 kali dalam sehari semalam selama 40 hari, maka demi Allah, demi Rasul, demi alQuran yang mulia, Tuhan akan membukakan baginya pandangan rohani, dihasilkan yang dimaksud dan diberi pengaruh kepada manusia.

    Silahkan bagikan/share kabar ini pada saudara-saudara kita agar mereka lebih bersyukur atas anugerah nikmat nafas kita.

    Indahnya Cinta saling berbagi
     #SEFT(SpiritualEmotionalFreedomTechnique)
    #LoGOS(LovingGod,BlessingOthers,SelfImprovement)


     

"Cara Meningkatkan Keharmonisan Keluarga"



Solusi Keluarga Harmonis | Sudah bukan hal yang mudah jika sudah hidup berumah tangga. Banyak sekali kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipenuhi untuk setiap pasangan suami istri. Dalam berumah tangga, sudah pasti kita akan menemukan sebuah situasi dimana pertengkarang akan sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh kesalahpahaman yang berujung pada hancurnya rumah tangga yang selama ini telah dibangun.
1be4c8208404f6b34edcd903e315286a_keluarga-harmonis
Pertengkaran memang hal yang wajar bila diambil sisi positifnya. Kenapa, karena dengan pertengkaran kita bisa saling mengerti apa yang diinginkan oleh pasangan kita. Namun pertengkaran juga bisa berdampak negatif apabila tidak diselesaikan dengan hati yang dingin. Nah, pertengkaran itu bisa menghancurkan rumah tangga anda. Hampir semua kasus pertengkaran berujung pada perceraian. Perceraian sebenarnya bukan pilihan yang tepat. Namun karena tidak tenangnya hati dan tidak adanya titik temu penyelesaiannya maka pasangan tersebut memilih untuk pisah alias cerai.
Perceraian adalah jalan pintas yang sebenarnya bisa memicu permasalahan baru yang berdampak kepada pertumbuhan anak-anak anda terutama dalam hal psikologis. Jadi, alangkah baiknya sebelum perceraian terjadi, pasangan tersebut bisa mengambil langkah agar dapat mengembalikan keharmonisan keluarga tersebut. dengan cara mencari solusi keluarga harmonis.
Biasanya rahasia pasutri yang paling sering digunakan dalam mencari solusi keluarga harmonis adalah dengan meminta saran dari orang tua pasangan tersebut, atau bisa juga dengan meminta saran dari mertua. Biasanya seorang anak akan patuh dan mendengarkan apa yang orang tua katakan. Karena walaupun pasangan tersebut sudah menjadi orang tua, namun tetap orang tua mereka yang bisa memberikan ketenangan tersendiri.
Kemudian, dalam meningkatkan keharmonisan keluarga dapat dengan saling intropeksi diri. Ada kalanya memang kita harus sendiri untuk memikirkan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Dengan kesendirian tersebut maka kita dapat mengukur setinggi apa tingkat kerinduan kita terhadap pasangan kita.
Selain itu, solusi keluarga harmonis adalah saling mendengarkan pendapat pasangan anda. Kebanyakan dari pasangan selalu menggunakan emosi mereka tanpa mendengarkan pendapat dari pasangannya. Sehingga tidak ada titik temu dari permasalahan tersebut.
Dengan begitu anda bisa meningkatkan lagi keharmonisan keluarga anda. Apabila cara tersebut masih tidak bisa, carilah solusi keluarga harmonis dengan menyesuaikan permasalahan apa yang sedang dihadapi.

"Subhanallah Walhamdulillah Walailaha illallah Wallahu Akbar "

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

*

"Lazimkan membaca  
subha nallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akhbar, kerana semua itu dapat menghapuskan dosa sebagaimana gugurnya daun dari pohon". (HR Ibnu Majah)

Dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه, beliau berkata: 

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda: “Saya bertemu dengan Nabi Ibrahim عليه السلام – ketika malam saya diisra’kan dan Baginda bersabda: Wahai Muhammad, sampaikanlah salam dari padaku kepada umatmu, dan beritahukanlah kepada mereka, bahawasanya syurga itu subur tanahnya, manis airnya, terhampar luas dan tanamannya adalah ucapan zikir, 

 سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ 
(Subhanallahi walhamdulillah walaa ilaaha illallahu wallahu akbar). 
 (HR At Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah shallaAllahu `alaihi wa sallam bertemu dengannya. Dia sedang menanam tanaman, lalu Rasulullah bertanya, "Apa yang sedang engkau tanam ?" Aku menjawab, "Satu tanaman wahai Rasulullah". Rasulullah bersabda, "Mahukah aku beritahu tanaman yang lebih baik dari ini ?

" Tanaman itu ialah Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illallah, Wallahu Akbar (Maha suci Allah, segala puji bagi-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar). Setiap satu bacaan akan ditanam untukmu sebatang pokok di Syurga. (HR At Tirmidzi)

Selasa, 13 Januari 2015

"BERSYUKUR kepada ALLAH SWT"



Renungan malam: 
#Bersyukur
Sahabat tahukah berapa harga harga Oksigen di apotik / rumah sakit ? harganya jika Sahabat belum tahu berkisar antara Rp 25rb/liter.
Pernahkah kita menanyakan harga Nitrogen di apotik ? Jika belum tahu berkisar antara Rp 9.950/ltr

Tahukah Sahabat bahwa :
Dalam sehari manusia menghirup 2880 liter Oksigen & 11.376 liter Nitrogen untuk berlangsungnya kehidupannya & jika harus dihargai dengan Rupiah, maka Oksigen & Nitrogen yang kita hirup akan mencapai Rp.170 Jutaan/ hari / manusia

Jika kita hitung kebutuhan kita sehari Rp.170 jt, maka sebulan Rp.5,1M/orang
Orang yang paling KAYA pun tidak  akan sanggup melunasi biaya nafas hidupnya &
Tuhan memberikan kepada kita secara GRATIS !

Salah satu cara menghargai kesehatan anugerah hidup kita adalah mencegahnya agar tidak jatuh dalam kebinasaan dengan berperilaku sahat, memilih pola makan sehat, berolahraga, jauhi rokok dan alkohol, menghindari stress, cegah polusi, serta menjaga lingkungan agar tetap lestari sehingga dapat menyediakan oxygen yang cukup untuk kita.

Masihkah kita belum mau #BERSYUKURkepadaALLAH SWT?
  Sesungguhnya SELURUH KARUNIA aLLAH YANG TAK DAPAT KITA MENGHITUNGNYA. ....

Mari kita lakukan Nafas Syukur atas nikmat nafas...oksigen, .....nitrogen .... Allah....Alhamdulillah..... Tuhan....terima kasih..... Allah....Alhamdulillah. Tuhan....terima kasih 

Kita lakukan NAFAS SYUKUR.  Tarik nafas ..... ALLAH.... tahan....hembuskan ALHAMDULILLAH....................

Dari sini kita bisa belajar bagaimana kita seharusnya menghargai kehidupan, alam, dan bersyukur pada Allah  karena kita dapatkan itu semua gratis sebagai  bukti kasih Allah SWT sangat sayang kepada kita. 
Untuk itu kita lanjutkan membaca  Ayat Kursi:

Jumat, 09 Januari 2015

“Bertobatlah & Beruntung.” (An-Nuur [24]:31)





#Bertobatlah&Beruntung.”(An-Nuur [24]:31)

“Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nuur [24]:31).

Allah memerintahkan kita untuk bertobat  sebanyak tujuh kali di dalam Al Quran (Al Baqarah: 54, Huud:3,52,61,90, At Tahrim:8; An Nuur:31).

Sabda Rasulullah SAW: “Setiap anak Adam (manusia) berbuat kesalahan dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertobat.” (HR At Tirmidzi).

Dl hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: Wahai hamba-Ku,sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang & malam, & Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya,maka mintalah ampun kepada-Ku,pasti Aku mengampuni kalian.” (HR.Muslim ).

Allah sangat mencintai dan 'memanjakan' orang-orang yang bertobat. “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan Taubatan Nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalah-mu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang-mukmin yang bersama dia. Sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka,sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At Tahrim 66: 8).

Sebagaimana ajaran Rasulullah dalam berdoa yang masyhur dengan sayyidul istighfar:  
“Allahumma Anta Robbi Laa Illaha Illa Anta, Kholaqtani wa Anna ‘Abduka wa Anna ‘Ala ‘Ahdika wa Wa’dika mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-u Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-u Bi Dzanbi, Faghfirli Fainnahu Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta”.

Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR Bukhari).

Kamis, 08 Januari 2015

"Sayyidul Istighfar & Jaminan Surga"

Di dalam buku Jaminan yang dengan Izin Allah saya yang nulis, saya nulis tentang Sayyidul Istighfar dan Jaminan Surga.


اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha selalu ta’at kepada-Mu, sekuat tenagaku Yaa Allah. Aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan yg kuperbuat. Kuakui segala nikmat yang Engkau berikan padaku, dan kuakui pula keburukan-keburukan dan dosa-dosaku. Maka ampunilah aku ya Allah. Sesungguhnya tidak ada yg bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”
***
UYM 11
Sesiapa yang baca Sayyidul Istighfaar di SORE HARI (ba’da ashar sampe jelang maghrib), lalu semisal dia wafat sebelum matahari terbit, maka dia termasuk ahli surga. Murah kan surga itu? 

Baca lagi di PAGI HARI (habis shubuh s.d. waktu dhuha dah). Semisal wafat siang hari, insyaaAllah juga masuk surga.

من قالها موقناً بها حين يمسي، فمات من ليلته دخل الجنة، وكذلك إذا أصبح. أخرجه البخاري، ٧/ ١٥٠، برقم ٦٣٠٦.
“Siapa yang baca dalam keadaan yakin, ketika masuk sore, kemudian dia wafat di malam harinya, maka dia masuk surga. Dan demikian pula saat masuk pagi.”

Coba , sami’naa wa atho’naa dulu. Baca saja, dapat fadhilah nurut sama guru dulu, he he he. Ntar kapan-kapan dijelasin, maknanya dan lain-lain yang terkait. Di akhir tulisan saya tulisin dengan izin Allah teks arab dan artinya.

Awlloohummaa anta robbii… Laa-ilaa-ha illaa anta kholaqtanii, wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’uudzubika min syarri maa shona’tu. Abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzambii. Faghfirlii fa-innahuu laa yaghfirudzdzunuuba illaa anta
.
***
Ya Allah, ampunilah kami… Sungguh Engkau Maha Pemurah… “Hanya” dengan membaca sayyidul istighfar saja, kami-kami yang bodoh, tidak paham makna,dan ilmu, Engkau tetap. Berikan kesempatan jadi ahli surga. 

Ya Allah, sekiranya  masuk surga, betul-betul ampunilah kami-kami yang baca ini, dengan dosa-dosa kami sebelum kami baca. Dan jagalah diri kami setelah bacanya agar tidak ada dosa baru,
Bimbing juga kami untuk memahami Sayyidul Istighfaar dan meyakininya.

(Yusuf Mansur)
***

"APA YANG KAMU SEMBAH...?"



       


أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

“Asyhadu an laa ilaaha illallaah”
“Aku bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah.”

Kalimat ini, yang dengannya tegak bumi dan langit, yang dengannya Allah ciptakan seluruh makhluk dan mengutus seluruh Rasul. Dengan kalimat ini Allah menurunkan Kitab-Kitab-Nya, Allah menetapkan syari’at-syari’atnya, dan dengan kalimat ini Allah tegakkan timbangan-Nya, Allah letakkan semua catatan amal, dan dengannya manusia digiring ke Surga atau ke Neraka.

Dengan kalimat ini manusia terbagi menjadi dua, yaitu mukminin ( orang-orang yang beriman) dan kuffar ( orang-orang kafir), orang-orang yang baik dan yang jahat. Kalimat ini merupakan sumber dari ciptaan dan perintah, ganjaran dan siksa, dan kalimat ini merupakan kalimat hak, yang dengannya Alah ciptakan serluruh makhluk dan tentang kalimat ini dan hak-haknya terhadap kalimat ini, manusia akan ditanya dan dihisab.

Dengan kalimat ini pula, Kiblat dan agama ini ditegakkan, dihunusnya pedang dan ditegakkan jihad fii sabilillaah, dan ini merupakan hak Allah yang wajib dipenuhi oleh seluruh hamba-Nya.

Kalimat “Laa ilaaha illallaah” merupakan kalimat Islam dan kunci untuk masuk ke dalam Surga. Dengan kalimat ini seluruh makhluk yang pertama dan terakhir akan ditanya oleh Allah, serta tidak akan bergeser kedua kaki hamba-Nya di Hari Kiamat di hadapan Allah, sehingga dia di tanya oleh Allah tentang dua masalah:

Pertama: ما ذا كنتم تعبدون
“Apa yang kalian sembah?”

Kedua: و ما ذا ا جبتم المر سلين
”Bagaimana kalian memenuhi panggilan para utusan-Ku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam)?”

 
Jawaban yang pertama yaitu dengan mengimani kalimat “Laa ilaaha illallaah”, dengan mengucapkannya, mengetahuinya dan mengamalkannya.

Adapun jawaban pertanyaan kedua adalah dengan mengimani bahwa Muhammad adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan mengucapkannya, menetapkannya, dengan menaati dan tunduk kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang amanah atas wahyu yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepadanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai utusan Allah kepada seluruh makhluk yang ada, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai utusan Allah kepada para hamba-Nya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam diutus dengan membawa agama yang lurus, dengan manhaj yang lurus sebagai rahmat bagi sekalian alam, sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa, sebagai hujjah/bukti kebenaran atas seluruh makhluk-Nya. Allah mengutus beliau shallallahu ‘alaihi wasallam ketika terjadi masa kekosongan para Rasul, Allah tunjuki dengannya jalan yang paling lurus, dan jalan yang paling jelas.

Allah wajibkan atas seluruh hamba-Nya untuk menaati, menolong, membantu, menghormati, mencintai beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan menegakkan hak-hak atas beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Semua jalan akan ditutup oleh Allah, kecuali jalan yang ditempuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tidak ada jalan yang dapat membawa seseorang masuk ke dalam Surga kecuali dengan mengikuti jalannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah jadikan kerendahan dan kehinaan bagi orang-orang yang menyelisihi jalannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana sabda beliau :

بُعِثْتُ بِالسَّيْفِ بَيْنَ يَدِي السَّاعَةِ حَتَّى يُعْبَدَ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَ جُعِلَ رِزْقِيْ تَحْتَ ظِلِّ رُمْحِي ، وَ جُعِلَ الذِّلَةُ وَ الصَّغاَرُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِيْ ، وَ مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Aku diutus dengan pedang di hadapan Kiamat, sehingga Allah di sembah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dijadikan rizkiku di bawah naungan panahku, dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi orang-orang yang menyalahi perintahku, barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (Hadits Hasan diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (II/50,92), dari Shahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhum. Dihasankan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqalany dalam Fat-Hul Baari (VI/98)).

Allah Ta’ala berfirman:

فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ

“Maka sesungguhnya, Kami akan menanyai ummat-ummat yang telah diutus Rasul-Rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) Rasul-Rasul (Kami).” (QS.Al-A’raaf: 6).

Juga firman Allah Ta’ala :

وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ مَاذَا أَجَبْتُمُ الْمُرْسَلِينَ

“Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka seraya berkata: ’Bagaimana jawabanmu terhadap seruan para Rasul?’” (QS.Al-Qashash: 65)

Ayat tersebut menjelaskan tentang bagaimana kita seharusnya beribadah kepda Allah. Apakah kita mentauhidkan Allah dalam beribadah? Mengikhlaskan setiap amal ibadah kita karena-Nya? Hal ini merupakan pertanyaan besar yang akan ditanyakan oleh Allah kepada seluruh hamba-Nya.

Ya Rabbi… bimbinglah kami agar selalu mengikhlaskan amal ibadah kami hanya untuk Engkau semata. Ampunilah dosa-dosa kami dan masukkanlah kami kedalam golongan hamba-Mu yang beruntung…

Aamiin.