Tampilkan postingan dengan label "KATA-KATA HIKMAH". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "KATA-KATA HIKMAH". Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2015

"Pembelajaran Indah dari Kehidupan"

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu engkau sedang belajar KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu engkau sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu sedang terluka sangat dalam, maka saat itu engkau sedang belajar MEMAAFKAN
Ketika engkau harus lelah dan kecewa, maka saat itu engkau sedang belajar KESUNGGUHAN
Ketika kau merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kau sedang belajar KETANGGUHAN

Tetap semangat...Tetap tersenyum ...Terus belajar...
 Karena bumi ini universitas kehidupan...berjuanglah untuk menjadi pemenang....

Kamis, 05 Februari 2015

“ Pernikahan Membawa Berkah”

Agar Pernikahan Membawa Berkah”. Judulnya subhanallah banget yah. Yang belum menikah pasti penasaran dehh apa aja sihhh langkah-langkah menuju pernikahan membawa berkah itu. Yuk disimak catatan ringkasan saya ini. Ternyata ada tujuh point terpenting yang mesti kita pahami kawan, diantaranya yaitu:
Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niyat)
Benerlah siapa yang ingin menikah maka luruskan niat kita dulu. Niat menikah tentunya karena Allah SWT karena menikah adalah ibadah. Karena menikah juga merupakan perintahNya. Coba kawan dicek dalam Al-Qur’an surah An-Nur ayat 32. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kaurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. An-Nur : 32).
Oya nikah juga merupakan sunah Nabi, jadi dalam proses nikah hingga pasca pernikahan nanti kita wajib mencontoh Nabi. Contohnya ketika diawal memilih pasangan hidup menurut Nabi hendaknya yang dipilih adalah agamanya, kemudian pada saat walimatul ursy sebaiknya tidak berlebihan karena kita tahu Nabi mengajarkan kita untuk selalu bersikap hidup sederhana (tidak boros) dan dalam berumah tangga hendaknya kita membiasakan diri dengan adab dan akhlaq seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Begitu kawan. Setuju yah.
Sikap Saling terbuka (Mushorohah)
Sikap saling terbuka disini yang saya pahami adalah ketika sudah menjadi suami dan istri maka hal–hal yang sebelumnya haram menjadi halal. Misalnya secara fisik kita sudah halal untuk bersentuhan. Selain itu juga sikap saling keterbukaan ini dapat memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) diantara suami dan istri karena adanya rasa keinginan saling mengenal satu dengan yang lainnya entah itu sifat kepribadian, kebiasaan, kesenangan, ketidaksukaan sehingga suami/istri merasa nyaman.
Sikap toleran (Tasamuh)
Sudah pasti ketika berumah tangga suami dan istri memiliki kebiasaan, pemikiran yang berbeda-beda sehingga akan timbul konflik/perdebatan dalam rumah tangga. Sehingga sikap toleran ini sangat penting bagi kehidupan suami istri untuk memujudkan keluarga yang tetap harmonis. Dan dalam hal ini sikap toleran juga menuntut adanya sikap saling memaafkan, yang meliputi 3 (tiga) tingkatan, yaitu: (1) Al Afwu yaitu memaafkan orang jika memang diminta, (2) As-Shofhu yaitu memaafkan orang lain walaupun tidak diminta, dan (3) Al-Maghfiroh yaitu memintakan ampun pada Allah untuk oran lain.


Komunikasi
Komunikasi ini sangat penting karena dengan komunikasi katanya akan meningkatkan sikap saling cinta antar pasangan. Komunikasi juga untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman. Karena saya juga melihat beberapa keluarga yang tetap harmonis kuncinya adalah komunikasi yang tetap terjaga dan tidak pernah putus hmm. Apalagi bagi suami dan istri yang memiliki kesibukan masing-masing, sehingga dengan komunikasi ini memberikan rasa perhatian, saling mendengar, dan memberikan respon. Zaman sekarang komunikasi sudah cukup canggih bisa via telephone, email, whats app, skype, dan sebagainya.
Oya point komunikasi ini bisa mengingatkan kita kepada kisah keluaraga Ibrahim As. Dalam surah As-Shaaffat ayat 102. “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS. As-Shaaffat: 102).
Ibroh yang dapat diambil dari ayat tersebut adalah komunikasi timbal balik antara orang tua dengan anak. Nabi Ibrahim mengutarakan pendapatnya dengan bahasa dialog bukan menetapkan keputusannya sendiri, sehingga adanya keyakinan yang kuat kepada Allah, adanya tunduk dan patuh atas perintah Allah dan adanya tawakal kepada Allah SWT, sehingga Allah menggantikan Ismail dengan seekor kibas yang sehat dan besar.

Sabar dan syukur
Yah, sabar dan syukur dalam berumah tangga memang sangat dianjurkan. Pasalnya setiap ujian dalam berumah tangga harus disikapi dengan rasa sabar seperti pada pasangan suami/istri terdapat kekurangan/kelemahan sehingga perlu disikapinya dengan sabar. Kemudian disikapi rasa syukur atas rezeki yang Allah berikan kepada suami dan tidak banyak menuntut khusus untuk istri karena kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita, disebabkan istri yang kurang bersyukur terhadap pemberian suaminya. Dan apabila kita bersyukur maka Allah akan melebihkan nikmatNya lagi untuk kita. Bisa dilihat dalam firman Allah surah Ibrahim ayat 7: “Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih” (QS.Ibrahim : 7).

Sikap yang santun dan bijak
Sikap santun dan bijak dari seluruh anggota keluarga dalam berinteraksi kehidupan berumah tangga ini perlu dilakukan karena akan menciptakan suasana yang nyaman dan indah. Sehingga suasana ini membuat penghuni rumah betah tinggal di rumah. Sebagaimana ungkapan bahwa “Rumahku adalah Syurgaku” bukan berarti fasilitas yang lengkap dan rumah tinggal yang luas akan tetapi ada suasana interaktif antar keluarga; suami istri dan anak-anak yang penuh kesantunan dan bijaksana. Sehingga menimbulkan suasana yang penuh keakraban, kedamaian, dan cinta kasih antar keluarga.
Oya sikap santun dan bijak merupakan cermin dari kondisi ruhiyah yang mapan. Ketika kondisi ruhiyah seorang itu labil maka ada kecenderungan bersikap emosional dan marah, karena syetan akan mudah mempengaruhinya. Oleh karena itu Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita agar jangan mudah marah (Laa tagdlob). Bila muncul amarah maka bersegeralah menahan diri dengan beristighfar dan mohon perlindungan kepada Allah dengan (taawudz billah), bila masih merasa marah maka hendaknya berwudhu dan mendirikan sholat. Karena sesungguhnya dampak dari kemarahan sangat tidak baik bagi jiwa, baik orang yang marah maupun bagi orang yang dimarahi. Oleh sebab itu dalam berumah tangga harus ada saling memaafkan bila terjadi kemarahan dan Allah menyukai orang yang suka memaafkan.

Kuatnya hubungan dengan Allah
Sudah pasti kalau kita menginginkan rumah tangga yang tetap harmonis, hubungan kita dengan Allah harus diperkuat, karena dengan begitu akan menghasilkan keteguhan hati (kemampanan ruhiyah), sebagaimana dalam firman Allah disurah Ar-Rad’u ayat 28 “ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Rad’u : 28)
Rasulullah SAW juga selalu memanjatkan doa agar mendapatkkan keteguhan hati : Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbiy ‘alaa diinika wa’ala thooatika” (Wahai yang membolak-bailikan hati, teguhkanlah hatiku untuk tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam menta’atiMu).
Kedekatan kita dengan Allah bisa dimulai dengan membiasakan dalam keluarga untuk melaksanakan ibadah nafilah secara bertahap seperti tilawah, shaum, tahajud, Duha, doa, infaq, doa, matsurat, dan sebagainnya. Karena tanpa adanya kedekatan dengan Allah mustahil seseorang dapat mewujudkan kehidupan rumah tangga yang bahagia.
Finish. Semoga ringkasan saya ini memberikan banyak manfaat terutama bagi yang akan menikah atau yang sudah menikah juga, hehe.
Syukron.
Bogor,
Catatan Alzena Valdis Rahayu

Taat Ibadah "

Betapa mengherankan bahwa orang yang aktif dalam sholat, puasa dan zikir, baca Al Quran, naik haji, berinfak, namun siang dan malam ia melanggar hukum Allah serta mengikuti kemauan dan perintah orang orang kafir. Lagi lagi kita tertipu, karena tidak sadar dengan makna ibadah. (Syeikh Abul Ala Maududi)

 

Taat Ibadah Tapi melanggar

Betapa mengherankan bahwa orang yang aktif dalam sholat, puasa dan zikir, baca Al Quran, naik haji, berinfak, namun siang dan malam ia melanggar hukum Allah serta mengikuti kemauan dan perintah orang orang kafir. Lagi lagi kita tertipu, karena tidak sadar dengan makna ibadah. (Syeikh Abul Ala Maududi)

 

 
Siapa pun bersumpah dirinya untuk menjalani hidupnya demi agamanya, ia kelak akan memiliki hidup yang lelah, tetapi yakinlah ia akan hidup “Megah”.

Dan bahkan jika tentara kegelapan mengepung di sekeliling-nya, ia yakin  sepenuhnya tentang datangnya fajar.
-Asy Syahid Sayyid Qutb-

"Cara Meningkatkan Keharmonisan Keluarga"



Solusi Keluarga Harmonis | Sudah bukan hal yang mudah jika sudah hidup berumah tangga. Banyak sekali kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipenuhi untuk setiap pasangan suami istri. Dalam berumah tangga, sudah pasti kita akan menemukan sebuah situasi dimana pertengkarang akan sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh kesalahpahaman yang berujung pada hancurnya rumah tangga yang selama ini telah dibangun.
1be4c8208404f6b34edcd903e315286a_keluarga-harmonis
Pertengkaran memang hal yang wajar bila diambil sisi positifnya. Kenapa, karena dengan pertengkaran kita bisa saling mengerti apa yang diinginkan oleh pasangan kita. Namun pertengkaran juga bisa berdampak negatif apabila tidak diselesaikan dengan hati yang dingin. Nah, pertengkaran itu bisa menghancurkan rumah tangga anda. Hampir semua kasus pertengkaran berujung pada perceraian. Perceraian sebenarnya bukan pilihan yang tepat. Namun karena tidak tenangnya hati dan tidak adanya titik temu penyelesaiannya maka pasangan tersebut memilih untuk pisah alias cerai.
Perceraian adalah jalan pintas yang sebenarnya bisa memicu permasalahan baru yang berdampak kepada pertumbuhan anak-anak anda terutama dalam hal psikologis. Jadi, alangkah baiknya sebelum perceraian terjadi, pasangan tersebut bisa mengambil langkah agar dapat mengembalikan keharmonisan keluarga tersebut. dengan cara mencari solusi keluarga harmonis.
Biasanya rahasia pasutri yang paling sering digunakan dalam mencari solusi keluarga harmonis adalah dengan meminta saran dari orang tua pasangan tersebut, atau bisa juga dengan meminta saran dari mertua. Biasanya seorang anak akan patuh dan mendengarkan apa yang orang tua katakan. Karena walaupun pasangan tersebut sudah menjadi orang tua, namun tetap orang tua mereka yang bisa memberikan ketenangan tersendiri.
Kemudian, dalam meningkatkan keharmonisan keluarga dapat dengan saling intropeksi diri. Ada kalanya memang kita harus sendiri untuk memikirkan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Dengan kesendirian tersebut maka kita dapat mengukur setinggi apa tingkat kerinduan kita terhadap pasangan kita.
Selain itu, solusi keluarga harmonis adalah saling mendengarkan pendapat pasangan anda. Kebanyakan dari pasangan selalu menggunakan emosi mereka tanpa mendengarkan pendapat dari pasangannya. Sehingga tidak ada titik temu dari permasalahan tersebut.
Dengan begitu anda bisa meningkatkan lagi keharmonisan keluarga anda. Apabila cara tersebut masih tidak bisa, carilah solusi keluarga harmonis dengan menyesuaikan permasalahan apa yang sedang dihadapi.

"Subhanallah Walhamdulillah Walailaha illallah Wallahu Akbar "

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

*

"Lazimkan membaca  
subha nallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akhbar, kerana semua itu dapat menghapuskan dosa sebagaimana gugurnya daun dari pohon". (HR Ibnu Majah)

Dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه, beliau berkata: 

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda: “Saya bertemu dengan Nabi Ibrahim عليه السلام – ketika malam saya diisra’kan dan Baginda bersabda: Wahai Muhammad, sampaikanlah salam dari padaku kepada umatmu, dan beritahukanlah kepada mereka, bahawasanya syurga itu subur tanahnya, manis airnya, terhampar luas dan tanamannya adalah ucapan zikir, 

 سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ 
(Subhanallahi walhamdulillah walaa ilaaha illallahu wallahu akbar). 
 (HR At Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah shallaAllahu `alaihi wa sallam bertemu dengannya. Dia sedang menanam tanaman, lalu Rasulullah bertanya, "Apa yang sedang engkau tanam ?" Aku menjawab, "Satu tanaman wahai Rasulullah". Rasulullah bersabda, "Mahukah aku beritahu tanaman yang lebih baik dari ini ?

" Tanaman itu ialah Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illallah, Wallahu Akbar (Maha suci Allah, segala puji bagi-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar). Setiap satu bacaan akan ditanam untukmu sebatang pokok di Syurga. (HR At Tirmidzi)

"Semut Bertasbih "

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Semut Bertasbih

*


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

قرصت نملةٌ نبيًّا من الأنبياءِ ، فأمر بقريةِ النملِ فأُحْرِقت، فأوحى اللهُ إليه: أن قرصتك نملةٌ أحْرَقتَ أُمةً من الأُممِ تُسَبِّحُ؟

"Seekor semut menggigit seorang Nabi. Lalu, Nabi tersebut memerintahkan supaya perkampungan semut itu dibakar. Lalu Allah Ta'ala mewahyukan kepada Nabi tersebut: Hanya seekor semut yang menggigitmu, (kenapa) engkau membakar SATU UMAT daripada pelbagai UMAT YANG BERTASBIH? " [Shahih Bukhari (3309), Shahih Muslim (2241)]

"Solat Fajar"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Solat Fajar

*

Solat sunat dua rakaat sebelum solat fardhu Subuh dikenali sebagai Solat Fajar atau Solat Qabliyah Subuh atau Solat Sunat Subuh.

Ia dikerjakan selepas azan Subuh dan sebelum solat fardhu Subuh.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Solat fajar 2 rakaat lebih baik dari dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua rakaat solat fajar lebih aku cintai daripada dunia seluruhnya.” (HR. Muslim)

Dari Aisyah ra. bahawa beliau berkata, "Tiada solat sunat yang paling Rasulullah shallaAllahu `alaihi wa sallam menjaganya, melebihi dua rakaat solat fajar.” (HR. Muslim)

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ketika solat fajar, surah Al-Kafirun dan surah Al-Ikhlas.” (HR. Muslim)


Niat solat :

اُصَلِّى سُنَّةَ الفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالىَ

Saya aku solat sunat fajar dua raka`at karena Allah Ta`ala



-- atau -- yang ini pun boleh --


اُصَلِّى سُنَّةَ الصُبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً ِللهِ تَعَالىَ

Saya aku solat sunat sebelum subuh dua raka`at karena Allah Ta`ala



Wallahu a'lam.

"Kelebihan Surah Al-Ikhlas"



Kelebihan Surah Al-Ikhlas

*
 
“Sesiapa membaca surah al Ikhlas hingga selesai 10 kali, maka Allah membangunkan baginya sebuah rumah di syurga.” (HR. Ahmad)

Dari Abu Darda’, Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al Qur’an dalam semalam?” Mereka mengatakan, ”Bagaimana kami boleh membaca sebegitu?” Lalu Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.” (HR. Muslim no. 1922)

Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa dia mendengar seorang membaca dengan berulang-ulang ’Qul huwallahu ahad’. Tatkala pagi hari, orang yang mendengar tadi mendatangi Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut. Kemudian Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surah ini sebanding dengan sepertiga Al Qur’an”. (HR. Bukhari)

An Nawawi mengatakan, dalam riwayat yang lainnya dikatakan : ”Sesungguhnya Allah membagi Al Qur’an menjadi tiga bahagian. Lalu Allah menjadikan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) menjadi satu bahagian dari 3 bahagian tadi.” Lalu Al Qodhi mengatakan bahwa Al Maziri berkata, ”Dikatakan bahwa maknanya adalah Al Qur’an itu ada tiga bahagian iaitu membicarakan (1) kisah-kisah, (2) hukum, dan (3) sifat-sifat Allah. Sedangkan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) ini berisi pembahasan mengenai sifat-sifat Allah. Oleh kerana itu, surat ini disebut sepertiga Al Qur’an dari bahagian yang ada. (Syarh Shahih Muslim, 6/94)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir,  dia berkata, “Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan pada aku untuk membaca mu’awwidzaat selepas solat.” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas (Fathul Bari, 9/62) 

Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bacalah surat QUL HUWALLAHU AHAD, QUL A'UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A'UDZU BIRABBIL FALAQ ketika petang dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan." (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428)

Dari 'Aisyah radhiyallohu 'anha, dia berkata, "Apabila Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Mu'awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika baginda sakit, baginda menyuruhku melakukan seperti itu" (HR. Bukhari no. 5748)

Dari Jabir bin Samroh, beliau mengatakan, “Nabi sollallahu 'alaihi wa sallam biasa ketika solat maghrib pada malam Jum’at membaca Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas)".

Dari’ Aisyah rodhiyallohu ‘anha, Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik surah yang dibaca ketika solat dua qobliyah subuh adalah Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273)

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu mengatakan,  “Aku tidak dapat menghitung kerana sangat sering aku mendengar Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam membaca surah pada solat ba’diyah maghrib dan pada solat qobliyah subuh iaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (HR. Tirmidzi no. 431)

Wallahu a'lam.

"Doa Penenang Hati"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Doa elak risau, sedih, lemah, malas, takut, lokek, beban hutang

*

Allah hum ma in nii a’uu zu bi ka mi nal ham mi wal hazan, wa a’uu zubika minal ’ajzi wal kas li,wa a’uu zubika minal jubni wal bukh li, wa a’uu zu bika min gha la batid dai ni wa qoh rir rijaal.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu daripada perasaan risau dan sedih, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat takut dan lokek, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud)

"Kelebihan Surah Al-Ikhlas"



Kelebihan Surah Al-Ikhlas

*
 
“Sesiapa membaca surah al Ikhlas hingga selesai 10 kali, maka Allah membangunkan baginya sebuah rumah di syurga.” (HR. Ahmad)

Dari Abu Darda’, Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al Qur’an dalam semalam?” Mereka mengatakan, ”Bagaimana kami boleh membaca sebegitu?” Lalu Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.” (HR. Muslim no. 1922)

Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa dia mendengar seorang membaca dengan berulang-ulang ’Qul huwallahu ahad’. Tatkala pagi hari, orang yang mendengar tadi mendatangi Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut. Kemudian Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surah ini sebanding dengan sepertiga Al Qur’an”. (HR. Bukhari)

An Nawawi mengatakan, dalam riwayat yang lainnya dikatakan : ”Sesungguhnya Allah membagi Al Qur’an menjadi tiga bahagian. Lalu Allah menjadikan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) menjadi satu bahagian dari 3 bahagian tadi.” Lalu Al Qodhi mengatakan bahwa Al Maziri berkata, ”Dikatakan bahwa maknanya adalah Al Qur’an itu ada tiga bahagian iaitu membicarakan (1) kisah-kisah, (2) hukum, dan (3) sifat-sifat Allah. Sedangkan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) ini berisi pembahasan mengenai sifat-sifat Allah. Oleh kerana itu, surat ini disebut sepertiga Al Qur’an dari bahagian yang ada. (Syarh Shahih Muslim, 6/94)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir,  dia berkata, “Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan pada aku untuk membaca mu’awwidzaat selepas solat.” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas (Fathul Bari, 9/62) 

Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bacalah surat QUL HUWALLAHU AHAD, QUL A'UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A'UDZU BIRABBIL FALAQ ketika petang dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan." (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428)

Dari 'Aisyah radhiyallohu 'anha, dia berkata, "Apabila Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Mu'awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika baginda sakit, baginda menyuruhku melakukan seperti itu" (HR. Bukhari no. 5748)

Dari Jabir bin Samroh, beliau mengatakan, “Nabi sollallahu 'alaihi wa sallam biasa ketika solat maghrib pada malam Jum’at membaca Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas)".

Dari’ Aisyah rodhiyallohu ‘anha, Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik surah yang dibaca ketika solat dua qobliyah subuh adalah Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273)

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu mengatakan,  “Aku tidak dapat menghitung kerana sangat sering aku mendengar Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam membaca surah pada solat ba’diyah maghrib dan pada solat qobliyah subuh iaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (HR. Tirmidzi no. 431)

Wallahu a'lam.

"Surah Al-Kahfi Ayat 1 - 10"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

*
Dari Abu Darda r.a., Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Jika sesiapa belajar dengan 'mata hati' dalam 10 ayat pertama Surah Al-Kahfi, dia akan terlindung dari fitnah Dajjal" (Hadis Riwayat Muslim)

Surah al-Khafi  ayat 1-10.

Audzubillahi minasyaitan nirrajim. Bismillahirrahmanirrahiim

1. Al ham du lil laa hil lazii an zala 'alaa 'ab di hil ki taa ba wa lam yaj' al la hu ie waja

2. Qay yi man li yun zi ra ba' sans sha dee dam mil la dun hu wa yu bash shi ral mu' mi nii nal lazi na yak la muu nas soo li haa ti an na la hum aj ran kha sana

3. Maa ki sii na fii hi aa ba daa

4. Wa yun zi ral la dzii na qaa lut ta kha dzal loh hu wa la daa

5. Maa la hum bihi min 'il miu wa laa li aa baa ie him ka bu rat kali ma tat takh ru ju min af waa hi him iie ya quu luu na il laa ka dzi baa

6. Fa la 'al la ka baa khi 'un naf sa ka 'a laa aa saa ri him il lam yu' mi nuu bi haa dzal hadiis si aa sa faa

7. In naa ja 'al aa maa 'a lal ard di zii na tal la haa li nab lu wa hum iy yu hum ah sa nu 'a ma laa

8. Wa inn naa la jaa 'i luu na maa 'a lai haa so iee dan ju ru zaa

9. Am ha sib ta an na as khaa bal kah fi war ra qii mi kaa nuu min aa yaa ti naa 'a ja baa

10. Iz awal fit ya tu ie lal kah fi fa qo luu rob ba naa aa ti naa minl la dunk ka rah ma taw wa hay yi' la naa min am ri naa ra sya daa

Terjemahan :

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

Segala puji tertentu bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya (Muhammad), Kitab suci Al-Quran, dan tidak menjadikan padanya sesuatu yang bengkok (terpesong): (Al-Kahfi: 1)

(Bahkan keadaannya) tetap benar lagi menjadi pengawas turunnya Al-Quran untuk memberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar) dengan azab yang seberat-beratnya dari sisi Allah, dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal-amal soleh, bahawa mereka akan beroleh balasan yang baik. (Al-Kahfi: 2)

Mereka tinggal tetap dalam (balasan yang baik) itu selama-lamanya.(Al-Kahfi: 3)

Dan juga Al-Quran itu memberi amaran kepada orang-orang yang berkata:" Allah mempunyai anak". (Al-Kahfi: 4)

(Sebenarnya) mereka tiada mempunyai sebarang pengetahuan mengenainya, dan tiada juga bagi datuk nenek mereka; besar sungguh perkataan syirik yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan perkara yang dusta. (Al-Kahfi: 5)

Maka jangan-jangan pula engkau (wahai Muhammad), membinasakan dirimu disebabkan menanggung dukacita terhadap kesan-kesan perbuatan buruk mereka, jika mereka enggan beriman kepada keterangan Al-Quran ini. (Al-Kahfi: 6)

Sesungguhnya Kami telah jadikan apa yang ada di muka bumi sebagai perhiasan baginya, kerana kami hendak menguji mereka, siapakah di antaranya yang lebih baik amalnya. (Al-Kahfi: 7)

Dan sesungguhnya Kami akan jadikan apa yang ada di bumi itu (punah-ranah) sebagai tanah yang tandus. (Al-Kahfi: 8)

Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahawa kisah "Ashaabul Kahfi" dan "Ar-Raqiim" itu sahaja yang menakjubkan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Kami? (Al-Kahfi: 9)

(Ingatkanlah peristiwa) ketika serombongan orang-orang muda pergi ke gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kami rahmat dari sisiMu, dan berilah kemudahan-kemudahan serta pimpinan kepada kami untuk keselamatan agama kami". (Al-Kahfi:10)







Wallahu 'alam.  

"Perasaan Hati Selalu Baik"



Ilmu Tasawuf

*

Ilmu tasawuf adalah ilmu untuk memurnikan hati, minda, perasaan, niat atau nafsu sebagaimana yang dituntut oleh syarak.

Setiap manusia mempunyai perasaan. 
Perasaan adalah perkara yang tidak boleh dilihat tapi cuma boleh dirasai melalui jiwa, hati dan minda.

Perasaan hati boleh dikategori kepada 2 :
1. Perasaan hati yang baik.
2. Perasaan hati yang tak baik.

Sentiasalah semak perasaan hati kita. 
Sentiasalah betulkan perasaan hati kita.
Perasaan hati yang terdidik akan menghasilkan akhlak yang baik.


Antara persaaan hati yang baik dan setiap muslim mesti memilikinya :

Khauf - Klik Sini

Ikhlas - Klik Sini

Khusyuk - Klik Sini

Qonaah - Klik Sini

Ghibtah - Klik Sini

Yakin - Klik Sini

Tawaduk - Klik Sini

Takut Allah - Klik Sini

Sabar - Klik Sini

Malu - Klik Sini

Cinta - Klik Sini - Klik Sini

Syukur - Klik Sini

Raja' - Klik Sini   

Redha - Klik Sini    

Sangka Baik - Klik Sini    

Tawakkal - Klik Sini



Antara perasaan hati yang tak baik dan mesti dibuang dari diri setiap muslim :

Ujub - Klik Sini

Riak - Klik Sini

Sum'ah - Klik Sini

Bakhil - Klik Sini

Marah - Klik Sini

Hasad - Klik Sini 

Gopoh - Klik Sini

Takabur - Klik Sini

Was-was - Klik Sini
 

Wallahu a'lam.

"Harapan Cemas Khauf dan Raja' "

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Khauf dan Raja'

*


Menurut Imam Abu Bakr al-warraq (guru al-Ghazali): "Apabila engkau dengar perihal kaum kafir akan berkekalan di dalam neraka, maka jangan engkau, kerana engkau orang Islam, berasa aman dan terselamat atau terlepas daripada pembalasan seperti orang-orang kafir itu. Sebabnya, urusanmu dan dirimu itu masih di dalam ancaman bahaya. Engkau belum tahu bagaiaman keadaanmu di hujung hayatmu nanti dan betapa nasib dirimu dalan suratan di Lauhul-Mahfudz. Sebab itu, janganlah berasa sedap hati dengan masa gemilangmu sekarang. Di sebalik kegemilangan itu berkemungkinan besar tersembunyi kecelakaan".

Imam al-Ghazali pula berkata, "Jangan terpesona, terpedaya dan berasa terlalu sedap hati dan aman dengan ni'mat Islam dan ni'mat terlepas daripada kemungkaran, kerana kelurusan di pangkal jalan tidak semestinya lurus juga di hujung jalan. Ambillah iktibar daipada kisah-kisah di kalangan golongan 'abidin dahulu yang dengan tak semena-mena menjadi sesat di hujung jalan, lalu ditimpa 'kecelakaan' pada saat terakhir hayatnya".

*
Kita tidak boleh berperasaan terlalu yakin yang ni'mat Islam yang kita miliki sekarang dapat kekal sehingga akhir hayat kita. Tidak boleh over confident.

Untuk mengatasi perasaan terlalu yakin ini, kita mesti mempunyai perasaan khauf dan raja'.

Khauf adalah lawan kata al-amnu. Al-Amnu adalah rasa aman. Khauf ialah perasaan bimbang, takut, risau atau cemas.

Raja' ialah perasaan mengharap.


Biasanya khauf dan raja' juga disebut dengan istilah "harap-harap cemas".

Selayaknya sebagai hamba kepada Allah, kita kena sentiasa menaruh perasaan mengharap.

Kita juga kena sentiasa menaruh perasaan cemas, perasaan kalau-kalau, perasaan mana tahu, kerana kuasa mutlak adalah milik Allah.

Mari pastikan perasaan "harap-harap cemas" ini telah kita miliki.

Perkataan "moga" adalah antara perkataan yang melambangkan "harap-harap cemas".

Moga Allah sentiasa melimpahkan hidayah, taufiq, rahmat dan keredhaanNya kepada kita.

Moga kita berjaya mendapat khusnul-hotimah (kesudahan yang baik) ketika akhir hayat nanti.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik R.a. menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam mendatangi seorang pemuda yang sedang menghadapi kematian (sakaratul maut). Rasulullah bertanya kepada pemuda itu, “Bagaimana kamu mendapati dirimu?” Pemuda ini menjawab, “Aku mendapati diriku dalam keadaan takut atas dosa-dosa yang aku kerjakan sekaligus mengharapkan rahmat Tuhanku.” Nabi shollallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Tidaklah berkumpul dua perasaan di dalam hati seorang hamba, melainkan Allah berikan apa yang dia harapkan dan memberikan ketenteraman dari hal yang khawatirkan.” (HR. At Tirmidzi dan Nasa’i).

Wallahu a'lam.


Link pilihan:

Doa Elak Suu ul khotimah (kesudahan yang buruk)

Mati Dalam Keadaan Islam

"Ikhlas "

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Ikhlas

*
"Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal kecuali amal yang dilaksanakan dengan ikhlas dan dilakukan semata-mata untuk mengharap redha Allah. (HR Abu Daud dan An-Nasa'i)

Ikhlas, Lillahi taala, hanya untuk ALLAH.

Ikhlas ialah menqasadkan kata-kata, amal usaha, jihad dan pengorbanan kita itu kerana Allah dan menharapkan keredhaannya tanpa mengharap faedah, nama, gelaran, pangkat, sanjungan, kedudukan duniawi.

Ikhlas ialah apabila seseorang itu melaksanakan tuntutan agama dan menjauhi tegahan agama semata-mata kerana mengharapkan keredhaan Allah dan takut kepada kemurkaan-Nya.

Ikhlas adalah niat semata-mata kerana Allah, kerana menjunjung perintahNya, kerana mengharap redhaNya, kerana mengikuti arahanNya, kerana mentaatiNya dan kerana patuh padaNya. KeranaNya yang satu. Tujuannya hanya satu dan didorong oleh yang satu iaitu Allah. Mengabdikan diri kerana Allah dan tidak dicampur atau bercampur selain Allah. Itulah ikhlas, dorongannya hanya satu.


Ikhlas sukar untuk dinilai. Ini adalah kerana ikhlas adalah niat atau perasaan atau tujuan di dalam hati. Niat di hati adalah rahsia Allah yang tidak diketahui oleh sesiapa pun. Tetapi ALLAH maha mengetahui niat, hasrat dan tujuan sebenar kita.

Tetapi walaupun ia rahsia, namun ulama ada mengenal pasti tanda-tanda atau panduan untuk kita mengukur hati kita dan berusaha agar benar-benar ikhlas.

Caranya ialah apabila orang puji atau keji pada kita, kita rasa sama sahaja.
Pujian tidak membanggakan dan kejian tidak mengecewakan kita. Itulah antara tanda ikhlas.
Bagi orang yang beramal dan melakukan kebaikan, tidak mengharapkan pujian dan tidak berkesan segala kejian itulah ikhlas.Bagi orang yang ikhlas, mereka tidak mengharapkan sesuatu melainkan keredhaan Allah. 

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali r.a. dalam kitabnya berpesan: "Wahai anakku yang dikasihi, engkau bertanya kepadaku tentang ikhlas, maka ikhlas itu bahawa engkau menjadikan segala amalanmu hanya untuk Allah ta`ala dan hati engkau tidak merasa senang dengan pujian manusia dan engkau juga tidak peduli dengan kejian mereka. (Kitab Ayyuhal Walad)

Pernah suatu ketika di dalam peperangan, Sayidina Ali k.w.j diludahi mukanya oleh seorang musuh, terus dilepaskan peluang untuk membunuh musuh tersebut. Bila ditanya kenapa dia melepaskan musuh tersebut sedangkan musuh itu telah meludah mukanya. Maka dijawab oleh Sayidina Ali, “Aku takut kalau-kalau pukulanku sesudah ludahnya itu adalah kerana aku marah dan bukan kerana Allah.” Demikian contoh orang yang ikhlas yang sanggup mengenepikan kepentingan diri dalam usaha mencari keredhaan Allah.

Allahummaj `alna minal mukhlisin.

Wallahu a'lam.





Link pilihan :

Lawan Ikhlas ialah Riak

"Qanaah MERASA CUKUP"

Allahumma inni 'a'u zubika min fitnatil masi khid dajjal - Ya ALLAH, aku pohon perlindungan MU daripada fitnah Dajjal..

Qanaah

*

Sifat Qana'ah ialah MERASA CUKUP dengan apa yang ada sebagaimana yang di kurniakan oleh Allah.

Jiwa berasa lapang dengan rezeki yang diberikan Allah SWT dan tiada rasa tamak terhadap yang tidak tercapai. - Muhammad bin Tirmizi

Berasa cukup dengan apa yang sudah dimilikinya, yang telah memenuhi keperluannya, sama ada berupa makanan, pakaian atau sebagainya. – Abu Zakaria Ansari

Puas dengan apa yang dimiliki tetapi tetap berusaha gigih, serta mempunyai sifat luhur dan 'afaf iaitu enggan meminta-minta, berlaku sederhana dalam kehidupan dan berbelanja, mencela (mengelak) meminta-minta tanpa keadaan darurat (keperluan mendesak) - Imam an-Nawawi.

Dari Abu Muhammad iaitu Fadhalah bin Ubaid al-Anshari r.a. bahawasanya dia mendengar Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Untung besarlah kehidupan seseorang yang telah dikurnia petunjuk untuk memasuki Agama Islam, sedang hidupnya itu adalah dalam keadaan cukup dan pula ia bersifat qana'ah." (HR Tirmidzi)

Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Sungguh berjaya orang yang beragama Islam dan rezekinya cukup dan berasa cukup dengan segala yang diberikan oleh Allah kepadanya”. (HR Muslim)

Ya Allah, jadikanlah aku qanaah atas setiap rezeki yang Engkau anugerahkan kepadaku, tutupilah aibku dan berilah selalu aku kesihatan selama Engkau kurniakan kehidupan padaku, ampunilah dosaku dan rahmatilah aku ketika Engkau mengakhiri kehidupanku.