Senin, 31 Desember 2018

"Sabar & Bersyukur"


Berdamailah Hati

Pernah Marah itu normal dan sehat bila kemarahan dalam kendali kita untuk menyelesaikan tantangan, dan tetap menjalin erat hubungan serta menambah  kenangan indah, kesehatan, dan ketenangan pikiran. Karena itu biasakan untuk selalu bisa menjaga/ mengatur emosi kita.

Sayang .. Ayah/ Bunda menyayangimu... Peluk.. Usap punggungnya ..

Apa yang kita lakukan dengan kemarahan itulah yang menyebabkan masalah, bukan rasa marah itu sendiri, karena kita mungkin menyakiti diri atau orang lain ketika  marah.

Jika kita memiliki temperamen mudah terpancing emosi,kita  dapat belajar untuk mengekspresikan emosi tanpa menyakiti orang lain. Kita bisa melakukannya... Kitavakan merasa lebih baik. . Selain itu, mengekspresikan kemarahan dengan tepat dapat membantu kita membina hubungan yang lebih baik, mencapai tujuan membimbing, dan membuat hidup lebih sehat serta memuaskan.  Memang perlu berlatih nembiasakan mengendalikan emosi,  karena semakin mudah untuk kita menguasai seni mengontrolnya..

Kelola Emosi
Tenang
Jika jantung kita berdetak lebih cepat dan napas lebih pendek-pendek dan cepat, merasa tegang di bahu atau gemas  ingin mengepalkan tangan..  sebagai tanda kita mengalami tanda-tanda kemarahan. Maka..

Tarik napas panjang dalam.. untuk menenangkan ketegangan dalam tubuh kita dan memperlambat detak jantung. Berjalan-jalan di sekitar lingkungan dekat lokasi kita berada juga dapat membantu. Cara lainnya adalah dengan perlahan-lahan menghitung sampai sepuluh, fokus pada penghitungan untuk membiarkan pikiran rasional kita sejalan dengan perasaan kita. Mulailah menghitung lagi jika percobaan pertama tidak berhasil. Setelah tenang, pikiran kita akan menjadi lebih jelas dan kita akan dapat menilai situasi dengan lebih baik.

Hindari orang, tempat, dan situasi yang membuat kita menjadi marah

Kenalilah kegiatan, waktu, orang, tempat, atau situasi yang memicu perasaan tersinggung atau marah pada diri kita, dan buatlah rencana untuk menghindarinya. Jika kita  selalu mengalami pertengkaran dengan kelompok teman-teman tertentu, maja kita harus menghindari pergi dengan mereka. Jika jam-jam kerja membuat kita tertekan, cobalah pergi kerja pada waktu lebih awal. Pikirkan cara-cara untuk menghindari hal-hal dan situasi yang membuat darah kita mendidih.. Berkah Ridha Alloh .. Semoga 2019 menjadi momentum kita untuk menjadi pribadi yang lebih sabar,  bersyukur dan produktif. Aamiin Yaa Rabbal'alamiin...

Rileks

Ketika amarah meningkat, cobalah untuk melakukan relaksasi. Latihlah pernapasan, bayangkan situasi tenang, atau ulangi kata-kata yang menenangkan untuk mendamaikan diri. 


Rabu, 07 November 2018

Mencium Hajar Aswad Karena Mengikuti Tuntunan Nabi

Mengapa seorang muslim disunnahkan mencium hajar Aswad? Jawabannya sebenarnya begitu simpel yaitu ingin mengikuti tuntunan Nabi. Karena Nabi menciumnya maka kita menciumnya. Itu saja alasan sederhananya.

Hajar Aswad, Bagaimana Dulunya?

Perlu diketahui bahwa hajar aswad adalah batu yang diturunkan dari surga. Asalnya itu putih seperti salju. Namun karena dosa manusia dan kelakukan orang-orang musyrik di muka bumi, batu tersebut akhirnya berubah jadi hitam.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِى آدَمَ »

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”. ( HR. Tirmidzi no. 877. Shahih menurut Syaikh Al Albani)

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَكَانَ أَشَدَّ بَيَاضاً مِنَ الثَّلْجِ حَتَّى سَوَّدَتْهُ خَطَايَا أَهْلِ الشِّرْكِ.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad adalah batu dari surga. Batu tersebut lebih putih dari salju. Dosa orang-orang musyriklah yang membuatnya menjadi hitam.” (HR. Ahmad 1: 307. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa lafazh ‘hajar Aswad adalah batu dari surga’ shahih dengan syawahid-nya. Sedangkan bagian hadits setelah itu tidak memiliki syawahid yang bisa menguatkannya. Tambahan setelah itu dho’if karena kelirunya ‘Atho’).

Keadaan batu mulia ini di hari kiamat sebagaimana dikisahkan dalam hadits,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الْحَجَرِ « وَاللَّهِ لَيَبْعَثَنَّهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهُ عَيْنَانِ يُبْصِرُ بِهِمَا وَلِسَانٌ يَنْطِقُ بِهِ يَشْهَدُ عَلَى مَنِ اسْتَلَمَهُ بِحَقٍّ »

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai hajar Aswad, “Demi Allah, Allah akan mengutus batu tersebut pada hari kiamat dan ia memiliki dua mata yang bisa melihat, memiliki lisan yang bisa berbicara dan akan menjadi saksi bagi siapa yang benar-benar menyentuhnya” (HR. Tirmidzi no. 961, Ibnu Majah no. 2944 dan Ahmad 1: 247. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan dan Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini).

Kenapa Kita Mencium Hajar Aswad?

Perhatikan hadits berikut,

عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).

Dalam lafazh lain disebutkan,

إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270).

Beberapa faedah dari hadits di atas:

Wajibnya mengikuti petunjuk Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah beliau tunjuki walau tidak nampak hikmah atau manfaat melakukan perintah tersebut. Intinya, yang penting dilaksanakan tanpa mesti menunggu atau mengetahui adanya hikmah.Ibadah itu tawqifiyah, yaitu berdasarkan dalil, tidak bisa dibuat-buat atau direka-reka.Mencium hajar aswad termasuk ajaran Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam.Kenapa mencium hajar aswad? Alasannya mudah, karena ingin mengikuti ajaran Rasul. Karena seandainya Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– tidak melakukannya, maka tentu kaum muslimin tidak melakukannya.Para sahabat begitu semangat melaksanakan setiap ajaran Rasul.Yang mendatangkan manfaat dan mudhorothanyalah Allah. Hajar aswad hanyalah batu biasa yang tidak bisa berbuat apa-apa.Segala sesuatu selain Allah tidak dapat memberikan manfaat atau bahaya walau ia adalah sesuatu yang diagung-agungkan.

Catatan:

Perlu sekali dijaga niat saat mencium batu Hajar Aswad. Karena ada yang mencium Hajar Aswad cuma karena ingin dipuji orang bahwa dia telah mencium batu yang mulia. Padahal seharusnya yang jadi niatan adalah Mencium Hajar Aswad Karena Mengikuti Tuntunan Nabi
Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Disusun di Perjalanan Jeddah – Madinah, 2 Rabi’ul Awwal 1435 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.Muslim.Or.Id

Selasa, 30 Oktober 2018

"Doaku"

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali.
Semoga Allah SWT karuniakan anugerah terbaik-Nya; kesabaran, ketabahan, kekuatan, dan ketakwaan kpd keluarga korban akibat jatuhnya pesawat Lion Air. Aamiin #JT610 #PrayForLionAir

Minggu, 28 Oktober 2018

"Doaku"

*YA ALLAH CUKUPKANLAH AKU DENGAN YANG HALAL"

Dalam mencari nafkah terkadang kita sulit menghindari hal hal yang dilarang syariat agama sehingga kita sering terjatuh kedalam rezeki yang diharamkan Allah ta'ala. Apakah itu berbentuk RIBA,  suap menyuap,   mengambil hak orang,  menipu dll.

Hal ini sudah diceritakan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa diakhir zaman manusia sudah tidak peduli lagi dalam mencari nafkah Apakah itu halal atau haram.

Namun Rasulullah telah mengajarkan ummatnya sebuah doa permohonan kepada Allah ta'ala dalam mencari rezeki.

Doa itu berasal Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari sebuah hadits yang Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Tholib.
Hadits ini berderajat Hasan.

Do’a dari hadits ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan doa berikut,

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

Artinya:

“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.”

(HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Nah bagi kita hafalkan lah doa ini dan amalkanlah,  bacalah dalam setiap doa doa kita kepada Allah ta'ala di waktu waktu mustajab.

Doa ini ringkas singkat tapi bermakna luas orang yang membaca doa ini Insyaa Allah di selamatkan Allah dari rezeki yang Haram.

Sebab Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa tidaklah pantas bagi daging yang tumbuh dari makanan haram kecuali api neraka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
_”Tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari (makanan) yang haram (dan) neraka lebih layak baginya”_

HR. Ahmad 3/321, ad-Darimi no.2776 dan al-Hakim 4/468, dishahihkan oleh al-Hakim, disepakati oleh adz-Dzahabi dan al-Albani dalam Ash-Shahihah 6/108.

Naudzubillah.

Wallahu a'lam

"Doaku"

‎Punya utang buwanyak..? Berat yaaa... Dah gak sanggup lagi? Baca doa ini sering2 yaa..

‎اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

‎Ya Allah cukupkan aku dg yg halal dari yg haram, & kaya-kan aku dgn karunia-MU dari selain-MU. (HR Tirmidzi no. 3563, hasan)

*Fauzi Ichsan - Jogja Istimewa*