Sabtu, 23 Agustus 2014

"IKHLAS BAKTI BINA BANGSA BER-BUDI BAWA LAKSANA"





IKHLAS BAKTI BINA BANGSA BER-BUDI BAWA LAKSANA
(Ciptaan Kak Idik Sulaeman di ampung 1966)


ANDAIKAN KITA KERJA, TANPA RASA SUKARELA
PASTILAH USAHA KITA KAN SIA-SIA
HARAPAN KITA HANYA, AGAR GENERASI MUDA
LEBIH SEMPURNA DARI GENERASI KITA
IKHLASKAN BAKTIMU SELALU,
SEBAGAI PUTERA PERTIWI
BINALAH BANGSA DAN BER-BUDI, BAWA LAKSANA
MARILAH KITA KERJA, TANPA HARAP BALAS JASA
PASTILAH NEGARA KITA JAYA SENTOSA.

Pengibar Bendera Merah Putih Pertama

Suhud Sastro Kusumo Atau Ilyas Karim Pengibar Bendera Merah Putih Pertama 17 Agustus 1945 Suhud Sastro Kusumo Atau Ilyas Karim Pengibar Bendera Merah Putih Pertama 17 Agustus 1945 admin 3 years ago 0 155 
★★★★★ Pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih 17 Agustus 1945 Suhud Sastro Kusumo Atau Ilyas Karim Pengibar Bendera Merah Putih Pertama 17 Agustus 1945 ? Berita kontroversi mengenai pengakuan Ilyas Karim sebagai pengibar Bendera Merah Putih pertama (yang pada photo bercelana pendek) pada upacara Proklamasi Kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, 17 Agustus 1945. Namun, menurut beberapa bukti sejarah yang ada, nama Ilyas Karim bukan sebagai pengibar Bendera Merah Putih Pertama, melainkan Suhud Sastro Kusumo Sebagai Pengibar Bendera Merah Putih Pertama. Dalam buku yang diterbitkan pusat sejarah ABRI disebut, lelaki bercelana pendek itu adalah Suhud Marto Kusumo. Irawan Suhud, putra kelima Suhud, meralat nama lengkap ayahnya. "Yang benar Suhud Sastro Kusumo," kata dia seperti dilansirTribunnews, Kamis (24/8/2011). Irawan menyampaikan, keluarga besarnya tersinggung karena sang ayah diklaim oleh Ilyas Karim, lelaki sepuh yang kini mendapatkan apartemen di Kalibata lantaran mengaku sebagai pengerek bendera pertama. Irawan menyatakan, ia siap membuka fakta-fakta sejarah untuk membuktikan kalau ayahnya adalah pria bercelana pendek pada peristiwa bersejarah itu. Dalam foto yang diabadikan 66 tahun lalu terlihat ada empat orang di sekitar bendera. Menurut Irawan, berdasarkan buku-buku sejarah, lelaki bertopi di sisi kiri ayahnya adalah Latif Hadiningrat, orang dekat Bung Karno. Sementara dua perempuan di sisi kanan ayahnya adalah istri Bung Karno, Fatmawati, dan wartawati SK Trimurti. Keempatnya telah meninggal. Irawan menuturkan, ayahnya meninggal pada 1986 di usia 66 tahun. Keluarga tokoh-tokoh itu, kata dia, masih hidup sampai sekarang. Mereka bisa memberikan klarifikasi atas klaim Ilyas. "Kami tak akan menuntut Ilyas Karim. Tapi kami ingin meluruskan sejarah yang sebenarnya, orangtua kami adalah yang dimaksudkan dalam gambar itu. Para sejarawan juga kaget, ayah kami diklaim orang lain. Silakan Pak Irawan datang ke Pusat Sejarah ABRI," tuturnya. Pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih 17 Agustus 1945 "Atau, yang paling gampang, silakan beliau pergi ke Gedung Joeang 31. Di sana, ada satu ruangan, ada gambar yang mengingatkan tentang persitiwa 17 Agustus 1945, dan ada namanya tertera di situ. Kita hanya mau membela hak bapak, kita harus menjaga nama baik bapak, jangan ganggu keluarga kami," tuturnya lagi. Irawan mengaku tak masalah bila kini Ilyas Karim, sebagai pejuang, mendapat hadiah sebuah apartemen di Kalibata oleh Wakil Gubernur DKI Priyanto. Namun, tidak dengan mengklaim dirinya sebagai orangtuanya. Ilyas Karim mendadak tenar. Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, 13 Desember 1927, ini diwartakan media sebagai sosok pejuang yang terabaikan. "Ya, sayalah orang bercelana pendek yang ikut mengibarkan bendera Merah Putih. Hanya saya yang masih hidup," kata Ilyas dalam sebuah kesempatan. Pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih 17 Agustus 1945 Atas pengakuannya itu, Ilyas yang tinggal di pinggir rel di daerah Kalibata memperoleh satu unit apartemen di dekat rumahnya. Hadiah yang diberikan pengembang apartemen tersebut diberikan secara simbolis oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Priyanto. "Bapak kami ya bapak kami. Dalam buku yang disusun oleh Pusat Sejarah (Pusjarah) ABRI ditulis Nugroho Notosutanto, terangkum cerita para pelaku sejarah, termasuk (peran) ayah saya dalam peristiwa detik-detik kemerdekaan bangsa ini. Buku itu berjudul Detik-detik Proklamasi," Irawan menegaskan. Bantahan soal sosok lelaki bercelana pendek pertama kali disampaikan Fadli Zon, politisi Partai Gerindra yang juga pemerhati sejarah. "Saya punya buktinya. Buku-buku sejarah yang saya miliki mengungkap, pria bercelana pendek itu bernama Suhud," kata Fadli. Di perpustakaan pribadinya, Fadli menyimpan buku-buku kuno, juga barang-barang kuno, termasuk buku yang menjelaskan siapa pria bercelana pendek yang mengibarkan Sang Saka Merah Putih saat detik-detik Proklamasi yang dibacakan oleh Bung Karno. "Ini demi pelurusan sejarah. Kasihan kalau sejarah sampai dibelokkan. Makanya, saya siap debat Ilyas Karim. Dia bukan pengerek bendera, melainkan Suhud. Fakta sejarahnya ada dalam buku-buku yang saya simpan," katanya. Read more at: http://www.newoes.com/suhud-sastro-kusumo-atau-ilyas-karim-pengibar-bendera-merah-putih-pertama-17-agustus-1945/ Copyright by www.newoes.com Thanks dah sebarin artikel ini ya
Macam-Macam Khat Kaligrafi Lapadz SubhanallahMacam-Macam Khat Kaligrafi Lapadz Subhanallah

Macam-Macam Khat Kaligrafi Lapadz Subhanallah
http://duniacoratcoret.blogspot.com/2013/04/macam-macam-khat-kaligrafi-lapadz.html

"PERBEDAAN SUBHANALLAH DAN MASYA ALLAH"

PERBEDAAN SUBHANALLAH DAN MASYA ALLAH
Bismillahirrahmanirrahim....,
Sahabat saudariku muslimin muslimah,,, ketahuilah bahwa Subhanallah atau Masya Allah, Kadang Suka Terbalik...
Ungkapan Subhaanallah di anjurkan setiap kali
seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, dan dengan ucapan itu kita menetapkan bahwa Allah Maha Suci dari semua keburukan tersebut.
Kebalikannya dari ucapan Masya Allah, yang diucapkan bila seseorang melihat yang indah-indah.
Penggunaan kedua kalimat ini di tengah
masyarakat Islam tanah air kerap terbalik-balik,­ kecuali pada sebagian orang yang mengerti ajaran
Sunnah ini. Wallahu a'lam
SUMBER : Ustadz Abu Umar Basyier di Buku
Prahara Cinta hal. 173, Penerbit : Shafa Publika
Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmizi, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Suatu hari aku berjunub dan ternampak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lantas aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub, setelah itu aku datang menemui Rasulullah. Baginda bersabda :
Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau melarikan diri tatkala kami datang?
Aku menjawab :
Wahai Rasulullah, aku kotor (berjunub) dan aku tidak selesa untuk bertemu kalian. Rasulullah bersabda :
Subhanallah!!
sesungguhnya mukmin tidak najis"
Lihatlah bagaimana ungkapan Nabi tika mendengar kata-kata Abu Hurairah . Baginda tersentak dengan perkataan Abu Hurairah yang kurang tepat. Oleh itu, sepatutnya jika melakukan atau terdengar sesuatu yang negatif , kita ucapkan "Subhanallah"
Beberapa Firman Allah subhanahu wa ta'ala :
“Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat :
”Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?
Malaikat­-malaikatitu menjawab :
“Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka :
bahkan mereka telah menyembah jin :
kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.”
(QS. Saba’ 34 : 40-41)
Katakanlah :
“Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu)
kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.”
(QS. Yusuf 12 : 108)
“Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu :
“Sekali-kali tidaklah
pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar”.
(QS. An Nuur 24 : 16)
“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu
“MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH”
(Sungguh atas
kehendak Allah semua ini terwujud, tiada
kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu
dalam hal harta dan keturunan”.
(QS. Al Kahfi [18]: 39)
Jadi “Subhanallah” dilekatkan dalam makna “turun”, yang kemudian sesuai dengan kebiasaan
orang dalam Bahasa Arab.
secara umum; yakni menggunakannya untuk mengungkapkan keprihatinan atas suatu hal yang kurang baik di mana tak pantas.
Dzikir tasbih secara
umum adalah utama, sebab ia dzikir semua
makhluq dan tertempat di waktu utama pagi dan petang. Adapun dalam ucapan sehari-hari, mari membiasakan ia sebagai pe-Maha Suci-an Allah atas hal yang memang tak pantas bagi keagungan-Nya.
Demikian dalam kebiasaan lisan berbahasa Arab : mereka mengucapkan “Masya Allah” pada
keadaan juga sosok yang kebaikannya
mengagumkan.
Demikianlah pengalaman menghadiri acara Masyaikh : dan membersamai beberapa yang empat ke Jogokariyan : dari Saudi, Kuwait, Syam, dan Yaman. Di antara mereka ada yang berkata, “Masya Allah” nyaris tanpa henti, kalau di Air Terjun Tawangmangu, Bonbin Gembiraloka, dan Gunung Merapi.
Simpulannya :
“Masyaallah” adalah ungkapan ketakjuban pada hal-hal yang indah; dan memang hal indah itu dicinta dan dikehendaki oleh Allah. Demi ketepatan makna keagungan-Nya dan menghindari kesalahfahaman :
mari biasakan mengucap “Subhanallah” dan
”Masyaaklah” seperti seharusnya.
Membiasakan bertutur sesuai makna pada bahasa asli insya Allah lebih tepat & bermakna.
Tercontoh;
Orang Indonesia bisa senyum gembira padahal sedang dimaki.
Misalnya dengan kalimat :
“Allahu yahdik!”. Arti harfiahnya :
”Semoga Allah memberi hidayah padamu!” Bagus bukan?
Tetapi untuk diketahui; makna kiasan dari “Allahu yahdik!” adalah “Dasar gebleg!”. Jadi, mari belajar tanpa henti dan tak usah memaki....
Di publikasikan oleh :
Menggapai rindhoNya
semoga bermanfaat buat sahabat MR,,
Silahkan di share jika menurutmu tausiyah note ini bermanfaat biar pahalanya terus mengalir,,
Insya Allah
Salam santun ukhuwah fillah penuh cinta
"Bagikan tausiyah "TERAPI HATI" ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'atau'share' dan undang temen-temenmu gabung dengan klik ‘Invite Your Friends"’

5 Fakta Unik Tentang Ka’bah




Ka’bah merupakan kiblat shalat bagi seluruh umat Muslim sedunia. Lokasi Ka’bah berada di dalam wilayah Masjidil Haram yang terletak di kota Makkah, Arab Saudi. Musim Haji setiap tahunnya di sini akan terasa dengan datangnya ribuan kaum Muslim dari berbagai penjuru dunia, di samping juga melaksanakan Umrah maupun berziarah ke sejumlah lokasi bersejarah di sana.
Ka’bah memiliki arti yang sangat penting bagi umat Muslim. Berdasarkan sebuah riwayat, Ka’bah merupakan bangunan pertama yang diciptakan sejak penciptaan Bumi.

Ka’bah memiliki rahasia tersembunyi, bahkan tempat-tempat sekitar Ka’bah termasuk depan pintu Multazam merupakan tempat mustajab untuk berdoa. Namun, tahukah Anda jika ternyata ada banyak fakta unik di balik kesucian bangunan Ka’bah?

Sedikitnya ada 5 fakta unik tentang Ka’bah. Yuk simak.

1. Ka’bah mengeluarkan sinar radiasi

Planet bumi mengeluarkan semacam radiasi, yang kemudian diketahui sebagai medan magnet. Penemuan ini sempat mengguncang National Aeronautics and Space Administration (NASA), badan antariksa Amerika Serikat, dan temuan ini sempat dipublikasikan melalui internet.

Namun entah mengapa, setelah 21 hari tayang, website yang mempublikasikan temuan itu hilang dari dunia maya. Namun demikian, keberadaan radiasi itu tetap diteliti, dan akhirnya diketahui kalau radiasi tersebut berpusat di kota Makkah, tempat di mana Ka’bah berada.

Yang lebih mengejutkan, radiasi tersebut ternyata bersifat infinite (tidak berujung). Hal ini terbuktikan ketika para astronot mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih tetap terlihat. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

2. Zero Magnetism Area

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila seseorang mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Makkah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu, ketika mengelilingi Ka’bah, maka seakan-akan fisik para jamaah haji seperti di-charge ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

3. Tekanan Gravitasi Tinggi

Ka’bah dan sekitarnya merupakan sebuah area dengan gaya gravitasi yang tinggi. Ini menyebabkan satelit, frekuensi radio ataupun peralatan teknologi lainnya tidak dapat mengetahui isi di dalam Ka’bah.

Selain itu, tekanan gravitasi tinggi juga menyebabkan kadar garam dan aliran sungai bawah tanah tinggi. Inilah yang menyebabkan shalat di Masjidil Haram tidak akan terasa panas meskipun tanpa atap di atasnya.

Tekanan gravitasi yang tinggi memberikan kesan langsung kepada sistem imun tubuh untuk bertindak sebagai pertahanan dari segala macam penyakit.

4. Tempat ibadah tertua

Pembangunan Ka’bah telah dilakukan sejak zaman Nabi Adam AS. Ada pula sumber yang menyebutkan, Ka’bah telah dibangun semenjak 2000 tahun sebelum Nabi Adam diturunkan. Pembangunannya pun memerlukan waktu yang lama karena dilakukan dari masa ke masa.

Menurut sebagian riwayat, Ka’bah sudah ada sebelum Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, karena sudah dipergunakan oleh para malaikat untuk tawwaf dan ibadah. Ketika Adam dan Hawa terusir dari Taman Surga, mereka diturunkan ke muka bumi, diantar oleh malaikat Jibril. Peristiwa ini jatuh pada tanggal 10 Muharam.

5. Ka’bah memancarkan energi positif

Ka’bah dijadikan sebagai kiblat oleh orang yang shalat di seluruh dunia, karena orang shalat di seluruh dunia memancarkan energi positif apalagi semua berkiblat kepada Ka’bah. Jadi dapat Anda bayangkan energi positif yang terpusat di Ka’bah, dan juga menjadi pusat gerakan shalat sepanjang waktu karena diketahui waktu shalat mengikuti pergerakan matahari.

Itu artinya, setiap waktu sesuai gerakan matahari selalu ada orang yang sedang shalat. Jika sekarang seseorang di sini melakukan shalat Dhuhur, demikian pula wilayah yang lebih barat akan memasuki waktu Dhuhur dan seterusnya atau dalam waktu yang bersamaan orang Indonesia shalat Dhuhur orang yang lebih timur melakukan shalat Ashar demikian seterusnya.

Memandang Ka’bah dengan ikhlas akan mendatangkan ketenangan jiwa. Aturan untuk tidak mengenakan topi atau tutup kepala saat beribadah haji juga memiliki banyak manfaat. Rambut yang ada di tubuh manusia dapat berfungsi sebagai antena untuk menerima energi positif yang dipancarkan Ka’bah.

Senin, 18 Agustus 2014

BUKU TEMATIK GURU DAN SISWA



A. BUKU TEMATIK GURU DAN SISWA
1. Buku Guru dan Siswa Kelas 1
- Tema 1 Diriku klik disini jika overload mirror 1,   mirror 2
- Tema 2 Kegemaranku klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Tema 3 Kegiatanku klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Tema 4 Keluargaku klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
2. Buku Guru dan Siswa Kelas 2
- Tema 1 Hidup Rukun klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 
- Tema 2 Bermain di Lingkunganku klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 
- Tema 3 Tugasku Sehari hari klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Tema 4 Aku dan Sekolahku klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 

3. Buku Guru dan Siswa Kelas 4
- Tema 1 Indahnya Kebersamaan klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 
- Tema 2 Selalu Berhemat Energi klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Tema 3 Peduli Terhadap Mahluk Hidup klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Tema 4 Berbagai Pekerjaan klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Tema 5 Pahlawanku klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 

4. Buku Guru dan Siswa Kelas 5
- Tema 1 Benda benda di Lingkungan Sekitar klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Tema 2 Peristiwa Dalam Kehidupan klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Tema 3 Kerukunan Dalam Bermasyarakat klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Tema 4 Sehat itu Penting klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Tema 5 Bangga Sebagai Bangsa Indonesia klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2

B. BUKU AGAMA GURU DAN SISWA
1. Buku Guru dan Siswa Kelas 1
- Agama Islam klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 
- Agama Kristen klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 
- Agama Katolik klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Agama Hindu klik disini  jika overload mirror 1,  mirror 2
- Agama Budha klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Agama Khonghucu klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
2. Buku Guru dan Siswa Kelas 2
- Agama Islam klik disini jika overload mirror 1 mirror 2 
- Agama Kristen klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Agama Katolik klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Agama Hindu klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Agama Budha klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Agama Khonghucu klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
3. Buku Guru dan Siswa Kelas 4
- Agama Islam klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 
- Agama Kristen klik disini jika overload  mirror 1,  mirror 2
- Agama Katolik klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 
- Agama Hindu klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 
- Agama Budha klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 
- Agama Khonghucu klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
4. Buku Guru dan Siswa Kelas 5
- Agama Islam klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 
- Agama Kristen klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Agama Katolik klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2 
- Agama Hindu klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Agama Budha klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2
- Agama Khonghucu klik disini jika overload mirror 1,  mirror 2

Untuk rekan-rekan dengan koneksi internet stabil bisa mendownload lewat single link dibawah ini;
Buku Tematik 

1. Buku Tematik Kelas 1 untuk Guru dan Siswa klik  disini
2. Buku Tematik Kelas 2 untuk Guru dan Siswa klik  disini 
3. Buku Tematik Kelas 4 untuk Guru dan Siswa klik  disini 
4. Buku Tematik Kelas 5 untuk Guru dan Siswa klik  disini 
Buku Agama
1. Buku Agama Kelas 1 (Revisi) untuk Guru dan Siswa klik disini
2. Buku Agama Kelas 2 (Revisi) untuk Guru dan Siswa klik disini

3. Buku Agama Kelas 4 (Revisi) untuk Guru dan Siswa klik disini
4. Buku Agama Kelas 5 (Revisi) untuk Guru dan Siswa klik disini

"Permendikbud Tentang Kurikulum Tahun 2013"

"Kumpulan Permendikbud Tentang Kurikulum Tahun 2013"

  1. Permendikbud Nomor 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan,
  2. Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses,
  3. Permendikbud Nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian,
  4. Permendikbud Nomor 67 tahun 2013 tentang KD dan Struktur Kurikulum SD-MI,
  5. Permendikbud Nomor 68 tahun 2013 tentang KD dan Struktur Kurikulum SMP-MTs,
  6. Permendikbud Nomor 69 tahun 2013 tentang KD dan Struktur Kurikulum SMA-MA,
  7. Permendikbud Nomor 70 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK-MAK,
  8. Permendikbud Nomor 71 tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran
  9. Permendikbud Nomor 64 tahun 2013 tentang_Standar Isi