Jumat, 18 November 2016

"Doa Kesembuhan"

DO’A UNTUK ORANG SAKIT

1)

عن عائشة رضى الله عنها: ان النبي صلعم كان اذااشتكى الانسان الشئ منه, اوكانت به قرحة اوجرح قال النبى صلعم باسبعه هكذا. ووضع سفيان بن عيينة الراوى سبابته بالأرض ثم رفعها, وقال: باسم الله تربة ارضنا بريقة بعضنا يشفى به سقيمنا باذن ربنا . متفق عليه

1) Artinya: Aisyah r.a berkata: Adanya Nabi SAW jika didatangi oleh orang yang mengeluh sakit atau luka, maka Nabi SAW meletakkan jari telunjuknya ke tanah dan diludahi sedikit, kemudian diusapkan kepada apa yang dirasakan sambil berdo’a: BISMILLAHI TURBATU ARDLINA BIRIQOTI BA’DLINA YUSYFA SAQIMUNA BI’IDZNI ROBBINA (dengan nama Allah tanah kami dengan ludah setengah dari kami, semoga disembuhkan orang sakit ini dengan izin Tuhan kami) Buchori - Muslim

2)

وعنها: ان النبي صلعم كان يعود بعض اهله يمسح بيده اليمنى, ويقول:

اللهم رب الناس اذهب البأس اشف انت الشافى, لا شفاء الا شفا ؤك, شفاء لا يغادر سقما. متفق عليه

2) Aisyah RA. Berkata: Adalah Nabi SAW berziarah kepada salah seorang keluarganya yang sedang sakit, maka ia mengusap-usap sisakit dengan tangan kanannya sambil membacaAllahumma Rabbannasi adzhibil ba’sa isyfi antasyafi la syifa’a illa syifa’uka syifa’an la yughadiru saqaman:(Ya Allah Tuhan dan semua manusia hilangkan segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang dapat menyembuhkan, tiada kesembuhan kecualai dari padaMU, sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi (Buchory+ Muslim)

3)

وعن انس رضي الله عنه انه قال لثا بت رحمه الله: الا ارقيك برقية رسول الله صلعم, قال: بلى, اللهم رب الناس مذهب الباس اشف انت الشافى, لا شافى الا انت شفاء لا يغادر سقما - روه البخارى --

3) Artinya: Anas r.a berkata kepada Tsabit: Maukah aku menjampi/ mengobatimu dengan jampi/obat dari Rasulullah SAW? Jawab Tsabit: Baiklah, maka Anas membaca: Allahuma robbannasi mudzhibal bas, isy fi anta syafii, la syafiya illa anta syifa’an la yughodiru saqoman(Ya Allah Tuhan semua manusia, yang menghalaukan segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang bisa menyembuhkan, Tiada yang menyembuhkan kecuali Engkau, sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi (Buchori)

4) 

وعن سعد بن ابى وقاص رضي الله عنه قال: عاد نى رسول الله صلعم: فقال: اللهم اشف سعدا, اشف سعدا, اشف سعدا- روه مسلم

4) Sa’ad bin Abi Waqash r.a berkata: Ketika Rasulullah SAW menengok saya, ia berdo’a: Allahumasyfi Sa’dan, Allahumasyfi Sa’dan, Allahumasyfi Sa’dan ( Ya Allah sembuhkanlah Sa’ad) 3x

5)

وعن ابى عبد الله عثمان بن ابى العاص رضى الله عنه انه شكا الى رسول الله صلعم وجعا يجده فى جسده, فقال له رسول الله صلعم: ضع يدك على الذ يألم من جسدك, وقل: بسم الله ثلاث. وقل سبع مرات: اعوذ بعزة الله وقدرته من شرما اجد واحا ذر-- رواه مسلم

5) Abu Abdillah (Usman) bin Abdil ‘Ash r.a. Ia telah mengeluh kepada Rasulullah SAW dari penyakit yang dideritanya, maka Rasulullah saw berkata kepadanya: Letakkan tangan di tempat dimana engkau merasa sakit, lalu bacalah:Bismillah 3x. Kemudian bacalah: A’udzu bi’izzatillahi waqudratihi min syarri ma ajidu wa uha dziru 7x( Aku berlindung kepada kemulyaan dan kekuasaan Allah dari bahaya yang saya rasakan dan saya kuatirkan. (Muslim)

6)

وعن ابن عباس رضي الله عنهما عن النبي صلعم قال: من عار مريضا لم يحضر اجله, فقال: عنده سبع مرات: اسأل الله العظيم رب العرش العظيم ان يشفيك الا عافاه الله مندالك المرض – روه ابوداود والتر مذى

6) Artinya: Ibn Abbas r.a berkata: Bersabda Nabi SAW: Siapa yang menjenguk orang sakit yang belum tiba ajalnya, kemudian dibacakan do’a ini 7 (tujuh) kali, pasti Allah akan menyembuhkan penyakitnya. Yaitu: as’alullahal adhim, robbal ‘arsyil adhim an-yasyfiyaka 7x (aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan mempunyai Arsy yang Besar, semoga Allah menyembuhkan engkau 7x)

(Abu Dawud, Attirmidzy dan alhakim)

7)

وعنه: أن النبى صلعم دخل على اعرا بي يعوده, وكان اذا دخل على من يعوه, قال: 

لا بأس طهور انشاء الله ---رواه البخارى

7) Ibnu Abbas r.a. berkata: Nabi saw pernah menjenguk seorang Badui (yang sakit), danbiasa Nabi jika menjenguk pada orang sakit Beliau berkata: La Ba’sa Thohurun insya Allah. (Tidak apa-apa, semoga penyakit ini menjadi pencuci dari dosa-dosa insya Allah. (Buchory)

8)

وعن ابى سعيد الخذرى رضي الله عنه: ان جبريل اتى النبي صلعم فقال: يا محمد اشتكيت؟ قال: نعم,قال: بسم الله ارقيك, من كل شيء يؤذيك, من شر كل نفس او عين حا سد الله يشفيك باسم الله ارقيك. – رواه مسلم –

8) Artinya: Abu Sa’id Al-Chudry r.a berkata: Djibril datang kepada Nabi SAW dan bertanya: Ya Muhammad kau sakit? Jawab Nabi: Ya, maka Djibril membaca do’a: Bismillahi arqika min kulli syai’in yu’dzika wamin syarri kulli nafsin au’aini hasidin Allahu yasyfika bismillahi arqika.(Dengan nama Allah saya mengobati kau dari segala yang mengganggu mu, dan dari bahaya tiap nafsu atau mata penghasud. Allah yang menyembuhkan kau. Dengan nama Allah saya mengobati kau)

(Muslim)

9)

وعن ابى سعيد الخذرى و ابى هريرة رضي الله عنهما انهما شهدا على رسول الله صلعم انه قال: من قال: لا اله الا الله اكبر صدقه ربه, فقال: لا اله الاانا وانا اكبر, واذا قال: لا اله الا الله وحده لا شريك له, قال:يقول: لااله الا انا وحدي لاشريكلى, واذا قال: لااله الاالله له الملك وله الحمد, قال: لااله الا انا لى الحمد ولى الملك, واذا قال: لااله الا الله ولا حول ولا قوة الا با الله, قال: لااله الا انا, ولا حول ولا قوة الا بى, وكان يقول: من قالها فى مرضه ثم مات لم تطمه النار –رواه الترمذي --

9) Artinya: Abu Sa’id Al-chudry r.a dan Abu Hurairah keduanya menyaksikan bahwa Rasulullah SAW bersabda: siapa yang membaca:La ilaha illahu wallahu akbar, maka akan dibenarkan (dijawab) oleh Tuhan: Benar Tiada Tuhan kecuali Aku, dan Aku yang Terbesar. Dan jika kamu membaca: La ilaha illahu wahdahu la syarikalahu, dijawab oleh Tuhan : Benar Tidak ada Tuhan kecuali Aku sendiri, dan tiada sekutu bagiku. Dan jika membaca: La ilaha illahu lahul mulku walahul hamdu, dijawab oleh Tuhan: Benar Tiada Tuhan kekuasaan kerajaan, dan jika berkata: La ilaha illahu wala haula wala quwwata illa billah. Dijawab oleh Tuhan: benar, tiada Tuhan kecauali Aku, dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan bantuan pertolongan-KU, Nabi bersabda: siapa yang membaca semua kalimat itu, ketika sakit kemudian mati dalam sakit itu, tidak akan dimakan api neraka.

(Tirmidzy)


Kamis, 10 November 2016

Bersedekahnya Wanita

*CARA WANITA BERSEDEKAH:*

Bagaimana wanita bisa bersedekah, sedang mayoritas mereka adalah ibu rumah tangga dan mereka juga tidak punya gaji atau gaji tidak seberapa untuk disedekahkan?

Apabila kita sebagai wanita mendengar tentang keutamaan sedekah, kita merasa perih dan berandai
seraya berkata: "Bagaimana, sedang aku tak memiliki uang?"
Kendati demikian, kita segenap wanita diperintahkan untuk bersedekah.

*Rasulullah SAW  bersabda:*

"Wahai segenap wanita, bersedekahlah, dan perbanyaklah istighfar, sebab aku melihat kalian sebagai mayoritas penghuni neraka."

Dan sabda beliau itu menambah khawatir dan rasa takut pada diri kita.
Dan solusinya?

Sebenarnya mudah, sesungguhnya karunia dan kemurahan Allah Ta'ala begitu luas dan tiada henti.
Dia menjadikan sedekah bukan hanya sebatas harta. Namun, setiap pintu kebaikan adalah sedekah.

*Berikut contoh-contohnya:*

Sedekah itu beraneka ragam:

1. Setiap tasbih dan tahmid adalah sedekah.

2. Setiap takbir dan tahlil adalah sedekah.

3. Amar ma'ruf nahi munkar Anda (Menganjurkan yang baik dan Mencegah yang buruk) adalah sedekah.

4. Bukalah WA, LINE, FB, BBM Anda setiap hari, bersedekahlah dengan cara mengirim ucapan2 yang baik kepada semua yang Anda kenal, dan setiap kalimat yang baik adalah sedekah.

5. Senyum Anda kepada suami dan anak2 Anda, serta kepada sesama kaum muslimat adalah sedekah.

6. Dua rakaat *dhuha* menyamai 360 sedekah.

7. Tahanlah diri Anda dari keinginan untuk berbuat buruk, itu pun sedekah.

8. Singkirkanlah setiap bentuk gangguan yang dapat mencelakakan orang dijalan, itupun sedekah.

9. Ucapkanlah salam kepada siapa saja yang Anda temui, itupun sedekah.

10. Berilah makan pembantu Anda dengan makanan yang juga Anda dan keluarga Anda makan, itupun sedekah.

11. Berilah makan burung atau binatang lainnya atau manusia, itupun sedekah.

12. Muliakanlah tamu di rumah Anda yang melebihi 3 hari, itupun sedekah.

13. Berusahalah menolong dan membantu orang lain, baik dengan materi maupun non materi, itupun sedekah.

14. Tuntutlah ilmu agama, ajarkan dan sebarkan, baik dengan cara mendengar, membaca, atau menulis sesuai kemampuan Anda, itupun sedekah.

15. Seteguk air yang Anda berikan untuk orang yang haus adalah sedekah.

Milik Allahlah segala puji dan karunia.

*Kaidah Penting:*

Lakukanlah secara ikhlas dan tanpa mengharapkan balasan dari siapapun...

Karib kerabat lebih utama untuk mendapat kebaikan kita (kedua orang tuamu, suami, dan anak-anakmu). Mereka yang paling utama. Lalu yang paling dekat, kemudian yang terdekat.

Perlu diingatkan bahwa
"Sedekah itu menghapus dosa, sebagaimana air mematikan api".

Sebarkanlah info ini, supaya menjadi sedekah untuk Anda, dengan izin Allah.
Aamiin YRA...

SEMOGA BERMANFAAT!

Rabu, 02 November 2016

Allah SWT berfirman:

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Dan di antara mereka ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.""
(QS. Al-Baqarah: Ayat 201)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://goo.gl/MqhPUj

Allah SWT berfirman:

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Dan di antara mereka ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.""
(QS. Al-Baqarah: Ayat 201)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://goo.gl/MqhPUj

Doaku

Allah SWT berfirman:

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Dan di antara mereka ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.""
(QS. Al-Baqarah: Ayat 201)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://goo.gl/MqhPUj

Doa

Rasulullah mengajarkan doa dan cara tersebut:

1. Letakkan tangan pada tempat yang sakit

2. Baca bismillah tiga kali

3. Baca doa ini tujuh kali:

أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan

"Keajaiban Sholat Tepat Waktu"

Kisah Yang Inspiratif Penuh Hikmah. Mengharu biru Tanpa Sadar Air Mata Akan Meleleh.

KISAH NYATA KEAJAIBAN SHOLAT TEPAT WAKTU 🕌🕋🕌

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..
Saya ada cerita tentang sahabat saya. Dia selalu menjaga shollat diawal waktu. Apa yang terjadi? Dengan menjaga shollat wajib di awal waktu ternyata dia mendapatkan keberkahan yang tidak pernah terbayang sebelumnya.

Sahabat saya yang satu ini, profesi awalnya adalah sopir angkot. Setiap hari dia menyupir angkot dengan sistem setoran ke majikan. Setor karena angkotnya punya orang lain.

Nah suatu hari, majikannya bangkrut. Karena semakin mahalnya harga bensin. Akhirnya sahabat saya ini katakanlah Udin, dia jadi tidak punya mata pencaharian. Karena angkot majikannya sudah dijual. Karena Udin bukan tipe orang yang gampang putus asa, akhirnya dia mencari pekerjaan lain. Dipilihlah becak sebagai jalan ikhtiarnya.

Karena hanya berprofesi sebagai tukang becak, kehidupannya pun sangat sederhana kalau tidak mau dikatakan kurang. Dia tinggal bersama tiga putri dan seorang istrinya di sebuah rumah kontrakan yang mungkin cuma layak disebut kamar.

Tidak ada yang istimewa dari kehidupan sehari-harinya. Pagi-pagi pergi dari rumah mencari penumpang, sore pulang. Setiap hari seperti itu. Namun setelah dicermati, tenyata ada satu hal yang membuat Udin berbeda dari abang becak lainnya, bahkan dari kebanyakan kita. Udin selalu menjaga sholat diawal waktu, dan selalu dia lakukan di Masjid.

Dimanapun dia berada selalu menyempatkan bahkan memaksakan sholat diawal waktu. Setiap mendekati waktu sholat, jika tidak ada penumpang dia akan mangkal di tempat yang dekat dengan masjid. Iya mendekati masjid.

Pokoknya dia tidak pernah ketinggalan shollat wajib awal waktu bahkan selalu berjamaah di masjid. Dan tenyata itu sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Ternyata istri dan ketiga putrinya pun begitu, mereka selalu shollat diawal waktu, meskipun berada di rumah.

Singkat cerita, suatu hari ketika saya sedang mangkal di salah satu hotel berbintang di Bandung. Ada seorang ibu turun dari mobil Mercy tiba-tiba mendekati saya dan meminta untuk diantar ke salah satu tempat perbelanjaan di kawasan alun-alun kota Bandung, kata Udin.

Ketika si Ibu itu bilang minta dianter memakai becak saya malah balik nanya. “Engga salah Bu naik becak ?” kata Udin.

“Engga Bang, jalanan macet, biar mobil disimpen di hotel aja, sekalian sopir saya istirahat,” jawab si Ibu.

Maka dianterlah si Ibu tadi ke pusat perbelanjaan yang dia minta. Saya pun mengayuh becak masih dalam keadaan kaget. Ketika mendekati alun-alun Bandung, terdengarlah suara adzan dzuhur dari Masjid Raya Jawa Barat.

“Saya langsung belokkan becak ke pelataran parkir Masjid. Si Ibu pun heran dengan apa yang saya lakukan”, kata Udin.

“Bang kok berhenti disini?” kata si Ibu.

“Iya Bu, udah adzan, Allah udah manggil kita buat shollat.”

“Saya mau shollat dulu. Ibu turun disini aja, tokonya udah dekat koq, di belakang masjid ini. Biar Bu ga apa apa GA USAH BAYAR.”

“Tanggung Bang, lagian saya takut nyasar,” kata si Ibu.

“Kalo Ibu mau saya anter saya shollat dulu, ya, Bu.”

Setelah selesai shollat Udin pun kembali menuju ke becaknya. Ternyata si Ibu dan asistennya masih nunggu di becak. Diantarlah si Ibu tadi ke pusat perbelanjaan di belakang Masjid Raya. “Bang tunggu disni ya, ntar antar lagi saya ke hotel,” kata si Ibu.

“Iya Bu, tapi kalo Ibu balik lagi ke becak pas adzan ashar, ibu tunggu dulu disini, saya jalan kaki ke masjid.”

Singkat cerita si Ibu kembali ke becak jam 15.30. Kemudian di becak dia nanya dimana Udin tinggal.

Si Ibu penasaran dengan kebiasaan Udin, demi shollat diawal waktu berani meninggalkan penumpang di becak, ga peduli dibayar atau tidak. “Bang, saya pengen tau rumah abang,” kata si Ibu.

“Waduh emangnya kenapa Bu?” tanya Udin kaget.

“Saya pengen kenal sama keluarga abang,” kata si Ibu.

“Jangan Bu, rumah saya jauh. Lagian di rumah saya engga ada apa-apa.”

Si Ibu terus memaksa. Akhirnya setelah menunggu si Ibu sholat jamak dzuhur dan ashar di hotel, mereka pun pergi menuju rumah Udin.

Tapi kali ini Udin pake becak, si Ibu mengikuti di belakangnya pake mobil Mercy terbaru.

Setibanya di rumah kontrakan Udin, si Ibu kaget, karena rumahnya sangat kecil. Tapi kok berani tidak dibayar demi shollat.

Mungkin karena penasaran si Ibu nanya. “Bang koq berani engga dibayar?”

“Rezeki itu bukan dr pekerjaan kita Bu, rezeki itu dari Allah, saya yakin itu. Makanya kalo Allah manggil kita harus dateng.”

“hayya 'alalfalaah… kan jelas Bu. Marilah kita menuju kemenangan, kesejahteraan, kebahagiaan. Saya ikhtiar udah dengan narik becak, hasilnya gimana Allah. yang penting kitanya takwa ke Allah ya kan Bu?” kata Udin.

“Saya yakin janji Allah di QS At-Talaq 2-3.” kata Udin. Si Ibu pun terdiam sambil meneteskan air mata.

Setelah dikenalkan dan ngorol dgn keluarga Udin si Ibu pun pamit. Sambil meminta Udin mengantarkannya kembali minggu depan.

“Insya Allah saya siap Bu,” kata Udin. Si Ibu pun pamit sambil memberi ongkos becak ke Istrinya Udin. Setelah si Ibu pergi ongkos becak yang dimasukan kedalam amplop dibuka oleh Udin. Ternyata isinya satu juta rupiah. Udin dan keluarganya pun kaget dan bersyukur atas apa yang telah Allah berikan melewati si Ibu tadi.

Seminggu kemudian Udin mendatangi hotel tempat si Ibu menjanjikan. Setelah bertanya ke satpam, Udin tidak diperbolehkan masuk. Satpam engga percaya ada tamu hotel bintang lima janjian sama seorang tukang becak. Udin ga maksa, dia kembali ke becaknya.

Nah, itu pula yang sering kita lakukan, seringkali kita melihat orang dari penampilannya. Padahal Allah tidak melihat pangkat, jabatan, pekerjaan, harta, warna kulit kita. Allah hanya melihat ketakwaan kita.
Karena penasaran Udin ga masuk-masuk ke Lobby Hotel, akhirnya si Ibu keluar, dan melihat Udin sedang tertidur di becaknya.

“Bang, kenapa engga masuk?” Tanya si Ibu sambil membangunkan Udin.

“Ga boleh sama satpam Bu,”jawab Udin.

“Bang, kan kemaren abang yang ngajak saya jalan-jalan pake becak. Sekarang giliran saya ngajak abang jalan-jalan pake mobil saya,” kata si Ibu.

“Lah, Ibu ini gimana sih, katanya mau saya anter ke toko lagi,” kata Udin.

“Iya mau dianter tapi bukan ke toko bang,” kata si Ibu diawal waktu.

Setelah diajak naik mobil Mercy nya si Ibu, Udin pun menolaknya, karena dia merasa kebingungan.

“Mau dibawa kemana saya Bu ?”

“Udah saya pake becak saya aja, ngikut di belakang mobil Ibu. Engga pantes saya naik mobil sebagus itu,” kata Udin.

“Lagian becak saya mau ditaro dimana?”

Namun setelah dibujuk oleh sopir dan asisten si Ibu, Udin pun mau ikut naik mobil. Becaknya dititip di parkiran belakang hotel.

Berangkatlah mereka dari hotel. Masih dengan rasa penasaran Udin pun bertanya, “mau kemana sih Bu?”

Di salah satu kantor Bank Syariah, mereka pun berhenti. “Bang, pinjem KTP nya ya”, kata asisten si Ibu.

“Waduh apalagi nih?” pikir Udin.

“Buat apa Neng? Koq saya diajakin ke Bank, trus KTP buat apa?”, kata Udin heran.

Akhirnya asisten si Ibu menjelaskan, bahwa ketika minggu lalu mereka dianter Udin belanja, si Ibu mendapatkan sebuah pelajaran.Pelajaran hidup yang sangat mendalam. Dimana seorang abang becak dengan kehidupan yang pas-pasan tapi begitu percaya kepada janji Allah.

Sementara si Ibu yang merupakan seorang pengusaha besar dan suaminya pun pengusaha, selama ini kadang ragu pada janji Allah. Seringkali, akibat kesibukan mengurus usaha, belanja, meeting dll, dia menunda-nunda sholat. Bahkan tidak jarang lupa shollat.

“Nah sejak minggu lalu setelah pulang dari Bandung, Ibu mulai merubah kebiasaannya. Dia selalu berusaha shollat awal waktu”, kata asisten.

Saat pulang ke Jakarta, suaminya pun heran dengan perubahan si Ibu. Padahal dia juga punya kebiasaan yang sama dengan istrinya. Setelah diceritakan asal mula perubahan itu, suaminya pun menyadari, bahwa selama ini mereka salah. Terlalu mengejar dunia. Oleh karena itu Ibu dan suaminya ingin menghadiahi abang Udin untuk berangkat haji. Mendengar akan DIBERANGKATKAN IBADAH HAJI, Udin pun kaget campur bingung.

Dengan spontan Udin MENOLAK hadiah itu. “Engga mau neng, saya engga mau berangkat haji dulu. Meskipun itu doa saya tiap hari.”

“Loh koq engga mau Bang?” kata asisten kaget.

“Apa kata tetangga dan sodara2 saya nanti neng, saat saya pulang berhaji. Koq ke haji bisa tapi masih ngebecak?”

“Memang berangkat haji adalah cita2 saya. Tapi nanti setelah saya mendapatkan pekerjaan selain narik becak neng.”

Akhirnya asisten berdiskusi dgn si Ibu. Sambil menunggu mereka diskusi. Udin pun tidak henti2nya bertanya pada Allah.

“Ya Allah pertanda apakah ini?” kata Udin.

Tidak lama si Ibu menghampiri Udin dan bertanya “Bang, kan abang bisa bawa mobil, bagaimana kalau menjadi supir di perusahaan saya di Jakarta?”

“Waduh … Jakarta ya, Bu? Ntar, keluarga saya gimana disini. Anak-anak masih butuh bimbingan saya. Apalagi semuanya perempuan. Kayaknya engga deh Bu. Biar saya pulang aja deh. Insya Allah kalau Allah ridho lain kali pasti saya diundang untuk berhaji.”

Akhirnya si Ibu membujuk Udin untuk mendaftar haji dulu. Brangkatnya mau kapan terserah, yang penting dia menjalankan amanat suaminya. Kemudian si Ibu menelpon suaminya, menjelaskan kondisi yang ada mengenai Udin. Setelah selesai mendaftar haji di Bank, kemudian mereka pergi menuju sebuah dealer mobil.

“Kok masuk ke dealer mobil, Bu? Ibu mau beli mobil lagi? Mobil ini kurang gimana bagusnya?” kata Udin bingung. Sambil tersenyum si Ibu meminta Udin menunggu di mobil. Dia pun turun bersama asistennya. Selang setengah jam, si Ibu kembali ke mobil sambil membawa kwitansi pembayaran tanda jadi mobil.

“Nih bang, barusan saya sudah membayar tanda jadi pembelian mobil angkutan umum, pelunasannya nanti kalau trayek sudah diurus.”

“Mobil angkutan umum ini buat bang Udin, hadiah dari suami saya.” Kata si Ibu.

“Jadi sambil menunggu keberangkatan abang ke haji tahun depan, abang bisa menabung dengan usaha dari mobil angkutan milik sendiri.”

Sambil meneteskan air mata tidak henti-hentinya Udin mengucap syukur kepada Allah.

“Ini bukan dari saya dan suami saya, ini dari Allah melalui perantaraan saya,” kata si Ibu.

“Hadiah karena abang selalu menjaga shollat diawal waktu. Dan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya dan suami.”

“Mudah-mudahan kita semua bisa istiqomah menjaga shollat awal waktu, ya, bang,” kata si Ibu.

Akhirnya mereka pun kembali ke hotel, namun sebelumnya mampir di masjid untuk sholat dzuhur berjamaah.Setelah shollat dzuhur kemudian makan siang, mereka pun berpisah. Udin pulang ke rumah dengan becaknya. Si Ibu langsung ke Jakarta.

Setelah itu kehidupan Udin semakin membaik. Dia sudah memiliki rumah sendiri, walapun nyicil. Yang tadinya dia seorang supir angkot dan abang becak, sekarang dia jadi pemilik angkot dan sudah berhaji.

Subhanallah, Alhamdulillah
Sampai saat ini Udin masih terus menjaga shollat awal waktu, malah semakin yakin dengan janji Allah. Cerita ini merupakan KISAH NYATA.

Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, dan menjadikan kita semakin yakin dengan janji Allah.

Saudara2ku yg di rahmati Allah SWT .. hikmah dari cerita ini adalah ketika Allah SWT berkehendak, semuanya akan menjadi nyata. Mari kita jaga shollat diawal waktu, untuk mendapatkan keberkahan dari-Nya.... Yakinlah Allah  selalu menjaga hamba-hamba Nya yang beriman. Semoga Allah SWT membimbing dan menjaga kita agar selalu istiqomah di jalanNya. Aamiin YRA.