Kamis, 11 September 2014

"Pesan Pahlawan Nasional Indonesia"

"Pesan  Pahlawan Nasional Indonesia"

Untuk keamanan dan kesatuan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya.
(Nyi Ageng Serang).

Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah, Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus.
(Jenderal Soedirman).

Right or Wrong My Country, lebih-lebih kita tahu, Negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya.
(Prof. R Soeharso).

Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar di dukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akan sejarah bangsa kita sendiri.
(Prof Moh. Yamin).

Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi.
(Supriyadi).

Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama.
(Teuku Nyak Arif).

Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemudi kita tidak bisa, jika memang mau berjuang.
(Abdul Muis).

Rumongso Melu Handarbeni (Wajib ikut memiliki), Wajib Melu Harungkebi (Wajib Ikut mempertahankan), Mulat sario hangroso wani (mawas diri dan berani bertanggungjawab).
(Pangeran Sambernyowo/KGPAA Mangkunegoro).

Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang membuat kita menjadi “Perkakasnya Tuhan”, dan membuat kita menjadi “hidup di dalam roh”.
(Soekarno).

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. (Soekarno).

Dan hendaklah kalian selalu dalam khittahku: tidak menduakan Muhammadiyah dengan organisasi lain, tidak dendam, tidak marah, dan tidak sakit hati jika dicela dan dikritik, tidak sombong dan tidak berbesar hati jika menerima pujian, tidak jubria (ujub, kikir, riya), mengobarkan harta benda, pikiran dan tenaga dengan hati ikhlasdan murni, bersungguh hati terhadap pendirian.
(KH. Ahmad Dahlan).

Habis gelap terbitlah terang.
(RA. Kartini).

Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani ( di depan memberikan teladan, di tengah memberikan dukungan, di belakang memberikan kekuatan).
(Ki Hajar Dewantara).

Filosofi meluaskan pandangan serta mempertajam pikiran, sekaligus berguna untuk penerangkan pikiran dan penetapan hati.
(Mohammad Hatta).

Pahlawan-pahlawan di dalam tentara kami, satu dengan yang lainnya berselisih, dan kemudian yang gagah berani menyerah.
(Pangeran Diponegoro).

Berunding dengan pengisap darah rakyat, adalah berarti menyerah.
(Pattimura).
Berjuanglah terus supaya pala dan cengkeh tumbuh kembali dan agar rakyat hidup bebas. Berjuanglah terus, rakyat pasti akan merdeka.
(Pattimura).

Daripada Indonesia dijajah kembali, lebih baik bakar saja pulau ini.
(Haji Agus Salim).

Kita bangsa yang cinta damai, tetapi lebih cinta kemerdekaan.
(Soekarno).

Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup dalam Muhammadiyah.
(KH. Ahmad Dahlan).

Berikan aku sepuluh pemuda, akan ku goncangkan dunia.
(Soekarno).

Kalau pemuda sudah berumur 21-22 tahun sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa, pemuda begini baiknya digunduli saja kepalanya.
(Soekarno).

Janganlah takut tentaranya banyak, mereka akan kalah pada satu waktu. Kalau kita tidak bertindak, akan ada orang yang menyerbu kita.
(Teuku Cik Di Tiro).

Menghentikan perjuangan berarti penghianatan terhadap cita-cita semula dan terhadap korban-korban yang telah jatuh mati atau cacat di medan perjuangan.
(Syafruddin Prawiranegara).

Selama dengan buku, kalian boleh memenjarakanku dimana saja, karena dengan buku, aku merasa bebas.
(Mohammad Hatta).

Kemerdekaan nasional adalah bukan pencapaian akhir, tapi rakyat bebas berkarya adalah pencapaian puncaknya.
(Sutan Syahrir).

Dengan menolong diri sendiri, akan dapat menolong orang lain dengan lebih sempurna. (RA. Kartini).

Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia. (Soekarno).
Jangn sekali-kali melupakan sejarah.
(Soekarno).

Rawe-rawe rantas, malang-malang putung (Barang siapa yang menghalangi dalam menegakkan kebaikan, maka akan menemui masalah).
(Bung Tomo).

Kemurnian di dalam hati menghasilkan kekuatan dalam kehidupan.
(Sri Sultan Hamengku Buwono VIII).

Keislaman bukan hanya Allah ada di dalam jiwamu tetapi kehidupan Islam menjadi nyata melalui perilakumu.
(KH. Ahmad Dahlan).

Apa yg kita lakukan di dunia ini, kelak semuanya akan dipertanggungjawabkan melalui pengadilan Allah.
(Mohammad Hatta).

Untuk memiliki hidup yang sempurna, bersandarlah kepada ajaran agama Allah.
(KH. Ahmad Dahlan).

Kematian adalah yang terakhir dalam waktu tetapi sekaligus yang awal dari kekalahan.
(Mohammad Hatta).

Perhatikanlah hidup kita dan Tuhan akan memperhatikan kematian kita.
(Sri Sultan Hamengku Buwono VIII).

Tak seorangpun tahu bahwa anda baik kecuali bila anda membuktikan dalam kehidupan anda.
(Sri Sultan Hamengku Bowono VIII).

Tolong-menolong adalah sikap orang Islam dalam aksi.
(KH. Ahmad Dahlan).

Membalas akan membuatmu sejajar dengan musuhmu, tetapi mengampuninya akan menempatkanmu di atas musuhmu.
(Sri Sultan Hamengku Buwono VIII).

Kita dapat mengukur keberadaan kita terhadap Allah dengan kepekaan kita terhadap penderitaan dan kesusahan orang lain.
(Mohammad Hatta).

Tuhan menilai apa yang kita beri dengan melihat apa yang kita simpan.
(Buya Hamka).

Ketamakan akan membuat orang kaya menjadi miskin.
(Sri Sultan Hamengku Buwono VIII).

Kita tidak pernah dapat berkorban begitu besar bagi mereka yang bersedia mengorbankan segalanya bagi kita.
(Mohammad Hatta).

Apa saja yang bisa membuat orang Islam yang baik, juga bisa membuatnya menjadi warga Negara yang baik.
(KH. Ahmad Dahlan).

Membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik.
(Buya Hamka).

Untuk menerima pengampunan Allah kita harus percaya akan ajaran al-Qur’an, lalu melaksanakanya.
(KH. Ahmad Dahlan).

Tali yang paling kuat untuk tempat bergantung adalah tali pertolongan Allah.
(Buya Hamka).

Suatu bangsa hanyalah menjadi kuat kalau patriotismenya meliputi patriotisme ekonomi. Ini memang jalan yang benar ke arah kekuatan bangsa, jalan yang jujur, jalan yang tepat.
(Soekarno).

Yang menyenangkan Allah adalah yang paling mempercayaiNya.
(KH. Ahmad Dahlan).

Jangan takut melawan hawa nafsu dan kebatilan karena itu adalah jalan hidup orang Islam.
(KH. Ahmad Dahlan).

Jika kita dapat menyelamatkan diri kita sendiri, para Nabi tidak perlu ada untuk keselamatan kita.
(Buya Hamka).

Masa depan orang Islam secerah janji-jani Allah.
(Mohammad Hatta).

Cara-cara iblis tidak mungkin mampu menandingi cara-cara Allah dalam menyelamatkan kita.
(Cut Nyak Dien).

Kemerdekaan adalah jembatan emas, jembatan inilah yang leluasa menyusun masyarakat Indonesia merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal, dan abadi.
(Soekarno).

Ibarat besi berani, kesengsaraaan dapat menarik kita untuk makin mendekat pada Allah.
(Buya Hamka).

Keberanian bukan berarti tidak takut, keberanian berarti menaklukan ketakutan.
(Mohammad Hatta).

Berusahalah menjadi orang Islam yang berani menunjukan identitas yang sebenarnya, bukan malah ingin menyembunyikannya.
(KH. Ahmad Dahlan).

Pengaruh suatu teladan yang baik jauh lebih bermanfaat daripada suatu teguran tajam.
(Sri Sultan Hamengku Buwono VIII).

Tidak ada kemarahan yang begitu berpengaruh seperti pengaruh dari teladan yang baik.
(Cut Nyak Dien).

Seorang ulama bisa menjadi teladan apabila ia sendiri menjadikan Allah teladan baginya.
(KH. Ahmad Dahlan).

Dan siapakah yang saya namakan kaum Marhaen itu? Yang saya namakna Marhaen itu adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau lebih tepat: yang telah dimelaratkan oleh setiap kapitalisme, imperialisme, dan kolonialisme.
(Soekarno).

Teladan yang baik adalah khotbah yang jitu.
(KH. Ahmad Dahlan).

Penjagaan terbaik bagi generasi muda adalah contoh yang baik bagi generasi tua.
(Cut Nyak Dien).

Orang yang ingin memberi perintah lebih dahulu harus mau diperintah.
(Jendral Sudirman).

Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.
(Soekarno).

Jangan suka menempatkan seseorang pada posisinya, tapi tempatkanlah diri saudara terlebih dahulu pada posisi yg benar.
(KH. Ahmad Dahlan).

Engkau telah sering mendengar mengenai diriku, bahwa aku ini sejak umur 16 tahun telah mencemplungkan diri dalam gerakan untuk tanah air, bangsa, dan cita-cita.
(Soekarno).

Kebenaran suatu hal tidaklah ditentukan oleh berapa banyaknya orang yang mempercayainya.
(KH. Ahmad Dahlan)

Pembenaran berarti pengenyahan kejahatan manusia dan pelimpahan kebaikan Allah.
(Cut Nyak Dien)

Tidak akan ada kebenaran yang muncul di kepala, bila hati kita miskin akan pemahaman terhadap ajaran agama Allah.
(KH. Ahmad Dahlan).

Kebebasan bukan hak untuk melakukan segala yang kita inginkan, melainkan hak untuk melakukan segala hal yang seharusnya kita kerjakan.
(Sri Sultan Hamengku Buwono).

Kemerdekaan untuk merdeka, kemerdekaan berarti mengakhiri untuk selama-lamanya penghisapan-penghisapan bangsa oleh bangsa, penghisapan-penghisapan yang tak langsung maupun penghisapan yang langsung.
(Soekarno).

Kebebasan berarti bebas melakukan semua kebaikan, bukan bebas lepas melakukan semua kejahatan tanpa boleh diadili.
(Jendral Sudirman).

Saat terbaik untuk membuktikan bahwa kita adalah pemenang yaitu saat ketika kita tampak kalah.
(Cut Nyak Dien).

Apa yang tidak bisa diharapkan semuanya janganlah ditinggal sama sekali.
(KH. Wahab Hasbullah).

Kita tidak akan menang bila kita masih terus mengingat semua kekalahan.
(Cut Nyak Dien).

Kejahatan akan menang bila orang yang benar tidak melakukan apa-apa.
(Jendral Sudirman).

Tidak ada dua bangsa yang cara berjuangnya sama, tiap-tiap bangsa mempunyai cara berjuang sendiri, mempunyai karakteristik sendiri. Oleh karena pada hakekatnya bangsa sebagai individu mempunyai kepribadian sendiri.
(Soekarno).

Allah menginginkan kita sebagai pemenang, bukan korban.
(Jendral Sudirman).

Jika tidak ada musuh, tidak akan ada pertempuran, jika tidak ada pertempuran, tidak ada kemenangan, jika tidak ada kemenangan, tidak ada mahkota.
(Sri Sultan Hamengku Buwono VIII).

Tak ada yang lebih kuat dari kelembutan, tak ada yang lebih lembut dari kekuatan yang tenang.
(Jendral Sudirman).

Jangnlah kita lupakan demi tujuan kita, bahwa para pemimpin berasal dari rakyat, dan bukan berada atas rakyat.
(Soekarno).

Orang Islam sejati adalah yang tetap berdiri pada tempat yang benar meskipun dunia dalam keadaan kacau.
(KH. Ahmad Dahlan).

Baik sekali mengikuti pemimpin kita jika dia menuruti perintah Tuhan kita.
(Cut Nyak Dien).

Seorang pemimpin belum dikatakan memimpin sampai dia meletakkan pelayanan dalam kepemimpinannya.

(Sri Sultan Hamengku Buwono VIII).
Orang Islam semestinya dapat menggunakan alat-alat yang terkecil untuk melaksanakan tugas-tugas yang terbesar.
(KH. Ahmad Dahlan).

Banyak orang menyebut penderitaan mereka sebagai nasib, namun sesungguhnya penderitaan adalah akibat kebodohan mereka sendiri.
(Jendral Sudirman).

Orang sering menolak Al-Qur’an karena merasa bahwa Al-Qur’an sudah tidak sesuai padahal dia sendiri sama sekali belum mempelajari kesesuaian di dalamnya.
(KH.Ahmad Dahlan).

Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan miliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad merdeka, “merdeka atau mati”.
( Soekarno).

Cuma sedikit orang yang rela menjadi kecil, sehingga bisa dipakai oleh Allah untuk melewati lubang-lubang ujian yang sempit.
(Cut Nyak Dien).

Masjid adalah sebuah bank, apa yang anda tabung akan membuat bunga anda bertambah.
(KH. Ahmad Dahlan).

Apa yang dilakukan oleh orang setelah mendengar suatu khotbah jauh lebih penting dari apa yang dikatakannya tentang khotbah itu.
(Mohammad Hatta).

Kadang-kadang orang mengira mereka menderita karena sedang menanggung aib bangsa, padahal hanya menanggung kesalahan sendiri.
(Sri Sultan Hamengku Buwono VIII).

Tak ada harta pusaka yang sama berharganya dengan kejujuran.
(Mohammad Hatta).

Orang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, tak akan sengaja menyerah kepada musuh.
(Sri Sultan Hamengku Buwono VIII).

Masyarakat menilai keislaman berdasarkan apa yang mereka lihat pada diri orang Islam.
(KH. Ahamad Dahlan).

Kadang kita terlalu sibuk memikirkan kesulitan-kesulitan sehingga kita tidak punya waktu untuk mensyukuri rahmat Tuhan.
(Jendral Sudirman).

Hamba-hamba Allah penghuni surgawi, harus menggunakan bahasa yang halus dan sopan.
(Mohammad Hatta).

Al-Quran mendominasi dunia dan menentang abad-abad.
(KH. Ahmad Dahlan).

Pada waktu kita khawatir, kita terkadang lebih percaya pada masalah kita darpada janji Allah.
(Cut Nyak Dien).

Indonesia merdeka hanyalah suatu jembatan walaupun jembatan emas di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis.
(Soekarno).

Mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an itu bagaikan usaha seseorang pengemis yang berkata pada pengemis lain dimana dia bisa mendapatkan makanan.
(KH. Ahmad Dahlan).

Waktu bagi orang Islam adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan.
(Buya Hamka).

Bertobat tidak hanya berarti menyesali dosa tetapi juga membenci dosa.
(Buya Hamka).

Orang Islam memerangi kejahatan pada dua front: dosa dari dalam dan kejahatan setan dari luar.
(Cut Nyak Dien).

Kita tidak mewarisi dosa siapapun dan tidak akan ada seorangpun yang akan mewarisi dosa-dosa kita.
(KH. Ahmad Dahlan).

Satu-satunya alasan kita untuk hadir di dunia ini adalah untuk menjadi saksi atas keesaan Allah.
(Buya Hamka).

Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna.
(Mohammad Hatta).

Warisan terbesar seorang ayah adalah dapat membuat keluarganya sebagai teladan.
(KH. Ahmad Dahlan).

Jalan yang paling baik untuk menghilangkan musuhmu adalah dengan menganggapnya sebagai kawan.
(Sri Sultan Hamengku Buwono VIII).

Biarlah pengalaman masa lalu kita menjadi tonggak petunjuk, dan bukan tonggak yang membelenggu kita.
(Mohammad Hatta).

Kata “shalat” muncul beberapa kali dalam kitab suci Al-Quran, dan itupun dihubungkan dengan “zakat”
(KH. Ahamad Dahlan).

Kewajiban berusaha adalah miliki kita; hasil adalah milik Allah.
(Cut Nyak Dien).

Keberhasilan bukan dinilai dari apa yang kita mulai, melainkan dari apa yang kita selesaikan.
(Raden Inten).

Berdoa bagi pemimpin-pemimpin Negara berarti membuat tanggung jawab bangsa menjadi tanggungjawab umat Islam juga.
(Tuanku Imam Bonjol).

Kita dapat mengukur kemiripan kita dengan Nabi dengan melihat kepekaan kita terhadap penderitaan sesama.
(KH. Ahmad Dahlan).

Ketika kita menyadari bahwa Nabi Muhammad telah mati, kita harus tetap berusaha menghidupkan teladannya.
(KH.Ahmad Dahlan).

Dalam menghadapi musuh, tak ada yang lebih mengena daripada senjata kasih sayang.
(Cut Nyak Dien).

Kasih sayang dan toleransi adalah kartu identitas orang Islam.
(KH. Ahmad Dahlan).

Al-Quran yang dibaca baik-baik adalah tanda jiwa yang kenyang akan makanan bergizi.
(Buya Hamka).

Berikan aku sepuluh pemuda, akan ku goncangkan dunia.
(Soekarno).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar